Anodizing salah satu tekhnik pewarnaan logam aluminium

anodizingAnodizing alumunium adalah proses pelapisan Aluminium dengan zat warna. Pengertian secara kimia adalah proses elektrolisa menggunakan larutan elektrolit sebagai penghubung antara katoda dan anoda. Alumunium dipasang pada kutub positif (anoda) sehingga permukaannya mengalami reaksi oksidasi dan terbentuk suatu lapisan oksida aluminium pada permukaan benda tersebut, sehingga akan menjadi lapisan pelindung yang sekaligus berfungsi sebagai dekoratif. Proses penganodaan ini tidak hanya dapat dilakukan pada logam Aluminium, tetapi juga pada logam lain seperti Magnesium, Tembaga, Cadmium, Perak, Titanium dan sebagainya.

Secara alami, anodizing akan mengubah permukaan aluminium menjadi aluminium oksida yang akan menjadi sebuah selaput tipis yang disebut pori-pori. Anodizing dapat dilakukan berulang-ulang. Hal ini menyebabkan aluminium menjadi lapisan oksida kokoh dan dapat meningkatkan daya tahan abrasi. Proses Anodizing juga dapat mengubah dan memperbaiki tampilan aluminium. Dengan menggunakan bahan pewarna dan prosedur khusus, Anodizing akan meningkatkan daya tahan korosi.

Proses Anodizing alumunium berbeda dengan proses pelapisan logam (electro plating). Pada proses Anodizing benda dipasang pada kutub positif (anoda), sedangkan pada proses electroplating benda dipasang pada kutub negatif (katoda). Sehingga proses yang terjadi pun akan berbeda. Pada anodizing terjadi proses oksidasi, benda dioksidasikan dengan aliran listrik sehingga benda akan terkikis dan terbentuk oksida logam yang dimasuki oleh zat warna. Sedangkan pada proses electroplating proses yang terjadi adalah proses reduksi. Garam – garam pada larutan elektrolit tereduksi di katode menjadi logam bebas yang melapisi benda tersebut.

Biasanya oksidasi anodik menggunakan elektrolit asam sulfat, karena selain murah mudah untuk dikontrol, dan hasil pelapisannya mempunyai sifat astetik dan fungsional yang luas. Proses anodisasi dilakukan pada suhu 21°C, rapat arus 130 – 260 A/m2 dan tegangan antara 12 – 22 V. Larutan elektrolit lain yang digunakan dalam oksida anoda:

1. Asam kromat

2. Asam fosfat

3. Asam oksalat

4. Asam sulfonat

5. Asam borak

Dalam anodizing ini terjadi proses – proses utama yaitu proses pratreatment, anodizing, pencelupan ada zat warna dan sealing (penutupan pori-pori).

1. Proses pratreatment

Pada proses ini terjadi proses penghilangan kotoran dan debu kemudian proses pengkilatan logam dengan chemical polish dan yang terakhir adalah proses penghilangan lemak yang menempel pada logam

2. Proses Anodizing

Pada proses ini terjadi reaksi oksidasi logam pada katoda dengan larutan elektrolit dan aliran listrik yang menghasilkan oksida logm yang memiliki pori – pori yang lebih besar.

3. Proses Pencelupan zat warna

Pada proses ini logam hasil anodizing di celupkan dalam larutan zat warna.

4. Proses Sealing

Pada proses ini pori – pori yang terbentuk pada proses anoding di tutup kembali agar zat warna tersekap dalam pori – pori. Istilah sealing secara umum sebagai penjaga agar bahan atau pengaruh fisis tidak masuk untuk mempengaruhi lapisan anodik. Sealing dilakukan dengan menggunakan air yang panas yang menyebabkan hidrasi dari lapisan anodik. Diharapkan sealant terserap oleh lapisan anodik. Jika lapisan anodik dimasukkan dalam air murni pada suhu tinggi. Air bereaksi dengan alumunium oksida membentuk boehmite :

Al2O3 + H2O       →              2AlOOH

Sealant yang luas digunakan ada1ah air murni atau air distilasi yang rendah kandungan padatan dan bebas dari fosfat, rilikat, fluorit, dan klorit. Suhu yang digunakan untuk sealing 90°-100° C Pada suhu rendah butuh waktu sealing yang lebih lama :

1. Nikel asetat.

2. Dikromat.

3. Silikat.

4. Bahan organic.

5. Tehnik penguapan.

6. Sealing ganda.

Anodisasi keras pada umumnya dilakukan pada temperature rendah (<5oC) dengan tujuan menumbuhkan oksida pada permukaan alumunium dengan sifat yang lebih padat, lebih tebal dan lebih seragam, sehingga permukaan yang dihasilkan lebih keras. Asam oksalat dipergunakan sebagai elektrolit karena tidak mengoksidasi benda kerja seagresif asam sulfat, sehingga pelarutan kembali oksida yang sudah terbentuk dapat dijaga sesedikit mungkin.

37 thoughts on “Anodizing salah satu tekhnik pewarnaan logam aluminium

      1. Jadi bagai mana cara agar yang berbahan besi dapat diproses anodize.. apa harus melaluin pelapisan tembaga dulu atau dilapis nikel… mohon pencerahannya… terimakasih…

        1. Setau saya, walaupuin bahan besi dilapisi oleh tembaga atau nikel tidak bisa di anodize karena proses pelapisan hanya memiliki ketebalan ukuran mikro sehingga akan terkikis dan kurang baik. apabila bisa pun dari segi ekonomis sudah tidak ekonomis. mohon koreksi apabila ada kekeliruan.
          Untuk bahan besi lebih baik dengan plating atau pengecatan saja. thx

    1. mas untuk pewarna anodez nya brapa ya ? dan minimal pembelian brapa ? soalnya saya sedang mau rintis usaha dr skala kecil dlu

  1. mas saya mau nanya bahan bahan yg kita gunakan untuk anodiz apa saja ya
    dan dia pakai bahan pewarna nya bahan nama kimia apa ya mas

    terimahkasih

  2. olehkah minta jurnal2nya om /tante yang di pake jurnal nya dalam artikel ini kirim ke email kalo sempat ya uat referensi skripsi terimakasih

  3. Maaf,untuk pemula seperti saya ingin sakli memulai usaha kecil anodes.mohon petunjuk/saya bedsedia kursus.lokasi saya banten.085920687181

  4. Untuk metal yg sudah dilakukan proses anodized,apakah bisa dikembalikan warna aslinya?seperti dicelupkan di thinner ato larutan apa yg bisa menghilangkan lapisan warna anodizednya?trm ksh sblmnya

  5. Ngapunten nyuwun perso,
    Mas…,saya minta alamat pelatiahan/kursus tentang anadozing.
    Saya sekarang domisili di klaten.
    Mohon pencerahannya.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.