Titanium Oksida Pada Tabir Surya dan Kosmetik Berpotensi Buruk pada Kesehatan

Menggunakan jenis tertentu dari titanium dioksida atau bahan umum dalam kosmetik, produk makanan, pasta gigi maupun tabir surya ternyata dapat memicu resiko penyakit yang berhubungan dengan senyawa yang banyak digunakan. Laporan pada substansi yang dihasilkan oleh jutaan ton setiap tahunnya untuk pasar global, muncul dalam jurnal ACS Chemical Research in Toxicology.

Francesco Turci dan rekan-rekannya menjelaskan bahwa titanium oksida ada TiO­2 umumnya dianggap sebagai bahan yang aman bagi kulit yang tersedia secara komersial karena tidak dapat menembus kulit. Namun,baru-baru ini penelitian menunjukkan bahwa TiO2 dapat menumbulkan efek yang berbahaya bila terkena sinar ultraviolet. Untuk desain lebih aman TiO2 digunakan manusia dan diuji berbagai bentuk senyawa masing-masing dengan arsitektur sendiri.

Mereka menguji bubuk titanium oksida pada kulit babi yang sering digunakan sebagai pengganti kulit manusia dalam berbagai jenis tes kulit dengan pencahayaan dalam ruangan yang memiliki sinar ultraviolet sangat sedikit di dalamnya. Mereka menemukan bahwa salah satu dari dua yang paling umum digunakan dalam bentuk kristal TiO2 yang disebut rutil, mudah dicuci dan memiliki sedikit efek pada kulit. Anatase yang merupakan bentuk lainnya yang umum bagaimanapun sulit untuk dicuci dan merusak laposan terluar kulit bahkan pada keadaan ultraviolet rendah. Para peneliti tersebut mengatakan bahwa temuan ini sangat mendorong penggunaan yang kurang reaktif, rutil bermuatan negatif untuk menghasilkan TiO2  yang lebih aman dan dapat digunakan sebagai kosmetik serta produk-produk farmasi lainnya.

Sumber : sciencedaily.com

One thought on “Titanium Oksida Pada Tabir Surya dan Kosmetik Berpotensi Buruk pada Kesehatan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.