Mengenal Spektrofotometer

Spektrofotometri merupakan metode yang digunakan untuk mengukur kepekatan warna pada sampel yang diuji dengan instrumen spektrofotometer. Spektrometer adalah alat

Spectro
Spectro (Photo credit: Wikipedia)

yang menghasilkan sinar dari spectrum dengan panjang gelombang tertentu. Fotometer adalah alat pengukur intensitas cahaya yang ditransmisikan atau diabsorbsi. Kelebihan spektrometer dibandingkan fotometer adalah panjang gelombang dari sinar putih dapat lebih terseleksi dan ini diperoleh dengan alat pengurai seperti prisma, atau celah optis. Pada fotometer terdapat filter dari berbagai warna yang memiliki spesifikasi melewatkan trayek panjang gelombang tertentu. Pada fotometer filter tidak mungkin diperoleh panjang gelombang yang benar-benar monokromatis, melainkan suatu trayek panjang gelombang 30-40 nm. Sedangkan pada spektrofotometer, panjang gelombang yang benar-benar terseleksi dapatdiperoleh dengan bantuan alat pengurai cahaya seperti prisma. Suatu spektrofotometer tersusun dari sumber spektrum tampak yang kontinyu, monokromator, sel pengabsorbsi untuk larutan sampel atau blanko dan suatu alat untuk mengukur perbedaan absorbsi antara sampel dan blanko ataupun pembanding.

Untuk melakukan pengukuran absorbansi pada larutan uji, dapat dilakukan dengan alat spektrofotometer. Berikut rumus spektofotometri:

A= a b c (g/ l), atau A= e b c (mol/ l)

Dimana a = absorbtivitas; b = tebal kuvet (cm); c = konsentrasi

Adapun dalam pelaksanaan spektroskopi ini diperlukan adanya kalibrasi yang ditujukan untuk dapat mengetahui berapa besaran absorbansi sampel yang sesungguhnya. Hal ini perlu dilakukan mengingat bahwa dalam pengukuran absorbansi seluruh molekul yang berada dalam kuvet akan ikut berpengaruh dalam penentuan absorbansi total, sehingga jika tidak dilakukan kalibrasi dengan menggunakan blanko terlebih dahulu maka hasil yang didapatkan akan melebihi hasil yang seharusnya karena absorbansi pelarut dan reagen-reagen yang terlibat dan ditambahkan akan ikut terhitung. Untuk menghindari hal itulah maka digunakan larutan blanko yang berisi berbagai macam material tambahan yang ditambahkan ke dalam sampel diantaranya adalah pelarut dan reagen-reagen dengan jumlah yang secara spesifik sama dengan jumlah yang ditambahkan ke dalam sampel, tetapi pada blanko tidak dilakukan penambahan sampel.

Prinsip dari spektrofotometer adalah bagaimana molekul-molekul di dalam suatu larutan dapat menyerap cahaya. Semakin banyak molekul di dalam larutan, berarti juga konsentrasi larutan tersebut tinggi, maka semakin banyak cahaya yang akan diserap dan absorbansi akan semakin tinggi. Berlaku pula sebaliknya. Kuvet adalah alat yang digunakan untuk menempatkan larutan sampel ke dalamnya.

Sumber:

Basset, J., R.C. Denney, G.H. Jeffery, J. Mendham. 1994. Buku Ajar Vogel: Kimia Analisis Kuantitatif Anorganik. Ed. 4. Jakarta: EGC

Khopkar, S.M. 1998. Basic Concepts of Analytical Chemistry. Ed. 2. USA: New Age International. pp. 63–76.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.