Reaksi Cinta . . .

apa reaksi anda jika ada seseorang bilang “i love u” ?

1. anda akan menamparnya.

2. anda akan malu malu, lalu kabur.

3. anda akan senyum senyum dan segera memegang tangannya.

bisa jadi ketiga pilihan tersebut sama sama di akhiri dengan jawaban “i love u too” cuma reaksinya kesenangan orangnya saja yang berbeda.

tetapi bagaimanakah reaksi yang terjadi dengan tubuh kita saat kita jatuh cinta? 

ilmiahnya , menjadi tertarik terhadap seseorang itu sebenarnya adalah hasil dari serentetan reaksi kimia dan hormon yang bekerja di dalam tubuh manusia. Pertanyaan yang sering muncul seperti ini:

  1. kenapa ya kalau jatuh cinta kita deg deg’an sih ?
  2. kenapa kalau lagi bareng orang yang di suka tangan kita dingin,bingung, gugup, muka brubah warna ?
  3. kenapa kalau lagi jatuh cinta tidak bisa tidur?
  4. kenapa kalau jatuh cinta dada kita serasa sakit?
  5. kenapa mau makan , mau tidur, mau belajar, mau ke mana mana teringat dia ?

saat dua orang sedang jatuh cinta,tingkatan zat yang meliputi dopamine, adrenalin dan norepinefrin, mengalami peningkatan.
langsung saja kita mulai dari pertanyaan pertama, percikan cinta pertama berasal dari otak yang melepaskan neuro-transmitter chemical yang bernama dopamine. Hal ini menghasilkan reaksi berantai yang mengarah ke jantung sehingga jantung berdebar tiga kali lebih cepat dari biasanya. maka dari itu kita merasa deg deg an saat bertemu dengan pujaan hati. Yang kedua, saat jatuh cinta, otak juga melepaskan beberapa hormon yang mempengaruhi sirkulasi darah ke lambung dan darah menuju pipi serta organ sexual  menyebabkan ketidaknyamanan pada perut, dan menyebabkan pipi memerah. karena darah mengalir ke daerah tertentu maka telapak tangan dan kaki kekurangan pasokan darah sehingga terasa dingin, dan juga menjadikan kita gugup dan bingung.

ada yang bilang , jatuh cinta itu ibaratnya seperti terkena narkoba . heei jangan salah, ternyata itu benar loh.

kira kira begini pernyataannya :

MRI scans revealed that love lights up the pleasure centre of the brain.

When one falls in love, blood flow increases in this area, which is the same part of the brain responsible for drug addiction and obsessive-compulsive disorders.

nah lo, pantas saja kita kecanduaan mikirin si dia, rasanya ingin bertemu teruus. hhe

lanjut ke pertanyaan ke tiga , Sulit menutup mata di malam hari adalah pengaruh dopamine terlalu banyak dan neropineprin karena perasaan berbunga-bunga yang dialami oleh orang-orang yang jatuh cinta. Ke empat, dada terasa sakit dan depresi  itu adalah serangan panik, mengapa begitu ? karena ketika seseorang jatuh cinta brain circuits aktiv berinteraksi dengan kecemasan dan panik. Yang terakhir,  sepertinya sudah terjawab, ya karena dopamine, menjadikan kita kecanduan, sehingga terbayang senyumnya, terbayang wajahnya, terbayang kata katanya, dan lain sebagainya.

Terjawab sudah, jadi “hidup tanpa cinta, bagai taman tak berbunga”, kata pujangga.

so, hiduplah dengan cinta !!

sumber : http://articles.timesofindia.indiatimes.com/2009-02-21/health/28052563_1_reactions-love-guru-triggers

http://www.healthtips.in/love-heart-body.asp

http://socyberty.com/relationships/the-body-reaction-when-fall-in-love-2/

2 thoughts on “Reaksi Cinta . . .

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.