Posted on 3 Comments

Entropi : Derajat Ketidakaturan Suatu Sistem

blaze blue blur bright

Entropi : Derajat Ketidakaturan Suatu Sistem
Sumber Gambar : sd.prasacademy.com

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering melihat melelehnya es menjadi air . Dari peristiwa tersebut dapat kita simpulkan bahwa es itu mengalami perubahan wujud atau fasa. Perubahan yang di maksud adalah perubahan dari wujud padat menjadi cair, hal ini karena untuk zat apapun baik itu zat padat, cair, atau gas yang memiliki nilai entropi paling besar adalah zat gas dan yang paling kecil adalah zat padat. Mengapa demikian?

Hal ini karena struktur partikel dalam zat padat itu lebih teratur ketimbang zat cair dan gas . Sehingga urutan nilai entropinya adalah Spadat < Scair < Sgas. Simpulannya maka entropi mampu menjelaskan banyaknya atom, molekul, atau atom yang bermuatan (ion) yang bekerja secara tidak teratur dalam suatu sistem tertentu. Entropi : Derajat Ketidakaturan Suatu Sistem

Continue reading Entropi : Derajat Ketidakaturan Suatu Sistem
Posted on Leave a comment

Hukum Kedua Temodinamika : Konsep Konsep

Hukum Kedua Temodinamika : Konsep Konsep

-Entropi

Hukum kedua termodinamika lebih dinyatakan dalam fungsi keadaan lain,yakni entropi (S),entropi pada hukum kedua  diperbolehkan untuk mengenali perubahan spontan . Continue reading Hukum Kedua Temodinamika : Konsep Konsep

Posted on Leave a comment

Rangkuman Energetika Lengkap

ENERGETIKA

I. ASAS KEKEKALAN ENERGI

hukum kekealan energiEnergi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan. Setiap reaksi kimia selalu disertai oleh pembuatan energi. Bagian ilmu kimia yang mempelajari perubahan energi panas yang menyertai reaksi kimia disebut Termokimia. Continue reading Rangkuman Energetika Lengkap

Posted on Leave a comment

BERBAGAI JENIS ENTALPI MOLAR

Menurut Wikipedia: Entalpi adalah istilah dalam termodinamika yang menyatakan jumlah energi dari suatu sistem termodinamika. Entalpi terdiri dari energi dalam sistem, termasuk satu dari lima potensial termodinamika dan fungsi keadaan, juga volume dan tekanannya (merupakan besaran ekstensif). Satuan SI dari entalpi adalah joule, namun digunakan juga satuan British thermal unit dan kalori.

ΔH Terhadap Reaksi Endoterm dan Eksoterm
ΔH Terhadap Reaksi Endoterm dan Eksoterm

Continue reading BERBAGAI JENIS ENTALPI MOLAR

Posted on 7 Comments

Denaturasi Protein

Denaturasi protein merupakan suatu proses dimana terjadi perubahan atau modifikasi terhadap konformasi protein, lebih tepatnya terjadi pada struktur tersier maupun

Protein Machines
Protein Machines (Photo credit: Wikipedia)

kuartener dari protein. Pada struktur tersier protein misalnya, terdapat empat jenis interaksi pada rantai samping seperti ikatan hidrogen, jembatan garam, ikatan disulfida, interaksi non polar pada bagian non hidrofobik. Adapun penyebab dari denaturasi protein bisa berbagai macam, antara lain panas, alkohol, asam-basa, maupun logam berat.

Ciri-ciri suatu protein yang mengalami denaturasi bisa dilihat dari berbagai hal. Salah satunya adalah dari perubahan struktur fisiknya, protein yang terdenaturasi biasanya mengalami pembukaan lipatan pada bagian-bagian tertentu. Selain itu, protein yang terdenaturasi akan berkurang kelarutannya. Lapisan molekul yang bagian hidrofobik akan mengalami perubahan posisi dari dalam ke luar, begitupun sebaliknya. Hal ini akan membuat perubahan kelarutan.

Selain itu, masing-masing penyebab denaturasi protein juga mengakibatkan ciri denaturasi yang spesifik. Panas, misalnya. Panas dapat mengacaukan ikatan hidrogen dari protein namun tidak akan mengganggu ikatan kovalennya. Hal ini dikarenakan dengan meningkatnya suhu akan membuat energi kinetik molekul bertambah. Bertambahnya energi kinetik molekul akan mengacaukan ikatan-ikatan hidrogen. Dengan naiknya suhu, akan membuat perubahan entalpi sistem naik. Selain itu bentuk protein yang terdenaturasi dan tidak teratur juga sebagai tanda bahwa entropi bertambah. Entropi sendiri merupakan derajat ketidakteraturan, semakin tidak teratur maka entropi akan bertambah. Pemanasan juga dapat mengakibatkan kemampuan protein untuk mengikat air menurun dan menyebabkan terjadinya koagulasi. Continue reading Denaturasi Protein