Bagaimana Cara Membuat Baku Pembanding untuk HPLC?

​Pada pengerjaan kadar suatu contoh yang dianalisa menggunakan hplc, diperlukan baku pembanding. Bagi yang belum mengetahui tentang hplc, bisa klik di sini. Apa yang dimaksud baku pembanding? Baku pembanding adalah standar acuan yang dipakai saat pengujian sample, dengan cara membandingkan kurva pada kromatogram dari sample terhadap baku pembanding. Oleh karena itulah baku pembanding yang digunakan harus memiliki… Read More

Melakukan Pengukuran pH Secara Langsung

​Sebelumnya kita review dulu yuk tentang derajat keasaman atau lebih dikenal dengan pH. pH atau derajat keasaman digunakan untuk menyatakan tingkat keasaman (atau ke basaan yang dimiliki oleh suatu larutan. Yang dimaksudkan “keasaman” di sini adalah konsentrasi ion hidrogen(H+) dalam pelarut air. Nilai pH berkisar dari 0 hingga 14. Suatu larutan dikatakan netralapabila memiliki nilai… Read More

Pemisahan Limbah Laboratorium Kimia

​Limbah laboratorium adalah buangan yang berasal dari laboratorium. Dalam hal ini khususnya adalah laboratorium kimia. Limbah ini dapat berasal dari bahan kimia, peralatan untuk pekerjaan laboratorium dan lain-lain. Mengapa harus dipisahkan? Limbah laboratorium  mempunyai resiko berbahaya bagi lingkungan dan mahluk hidup. Sebagai limbah, kehadirannya cukup mengkhawatirkan terutama yang bersumber dari laboratorium kimia. Bahan beracun dan… Read More

Alat Ukur Volume di Laboratorium dan Cara Membacanya

​Pengukuran volume larutan di laboratorium dapat menggunakan beberapa alat ukur volume. Beberapa alat ukur tersebut dibedakan sesuai dengan tingkat ketelitiannya. Apa saja ya alat-alat itu? Mari kita urutkan mulai dari tingkat ketelitian rendah sampai ke tingkat ketelitian tinggi. 1. Gelas ukur Digunakan untuk mengukur volume zat kimia dalam bentuk cair. Alat ini mempunyai skala, tersedia… Read More

Bagaimana Menentukan Pelarut yang Tepat?

​Reaksi kimia tidak terlepas dari penggunaan larutan. Larutan terdiri dari pelarut (solvent) dan zat terlarut (solute). Pelarut (solvent) pada umumnya adalah zat yang berada pada larutan dalam jumlah yang besar, sedangkan zat lainnya dianggap sebagai zat terlarut (solute). Pelarut adalah media untuk proses ionisasi yang memiliki sifat dan itu adalah sifat dasar dari setiap jenis… Read More

Hati-hati Berkutat dengan Asam Sulfat

​Sifat-sifat asam sulfat yang korosif diperburuk oleh reaksi eksotermiknya dengan air. Luka bakar akibat asam sulfat berpotensi lebih buruk daripada luka bakar akibat asam kuat lainnya, hal ini dikarenakan adanya tambahan kerusakan jaringan dikarenakan dehidrasi dan kerusakan termal sekunder akibat pelepasan panas oleh reaksi asam sulfat dengan air. Asam sulfat dianggap tidak beracun selain bahaya… Read More

Pengaruh Tekanan pada Asas Le Chatelier

​Setelah memahami, pengaruh konsentrasi pada asas Le Chatelier di artikel sebelumnya, sekarang kita lanjutkan ke pengaruh tekanan. Penambahan tekanan dengan cara memperkecil volume akan memperbesar konsentrasi semua komponen. Sesuai dengan asan Le Chatelier, maka sistem akan bereaksi dengan mengurangi tekanan. Sebagaimana kalian ketahui, tekanan gas bergantung pada jumlah molekul dan tidak bergantung pada jenis gas. Oleh karena… Read More

Kopresipitasi dalam Analisis Gravimetri

​Sebelum adanya instrument-instrument analisis seperti AAS, HPLC, GC, ICP dll, gravimetri merupakan metode yang banyak digunakan terutama untuk penentuan kadar dalam jumlah besar pada suatu sample. Walaupun tingkat ketelitiannya jauh dari alat instrumen, dan juga waktu pengerjaan suatu sample relatif lama tetapi beberapa penentuan kualitas bahan masih menggunakan metode gravimetri. Seperti apa analisis gravimetri itu?… Read More