PENGENALAN KOLOID: Percobaan, Pengertian dan Jenis Koloid

Advertisements

Hai semua. Seperti yang telah kita ketahui, campuran terbagi menjadi dua, yaitu campuran homogen (larutan sejati), dan campuran heterogen (suspensi). Lantas, tahukah kalian dengan bentuk campuran yang keadaannya terletak antara larutan dan suspensi a.k.a koloid?

Nah, mumpung masih #dirumahaja, marilah kita memahami PENGENALAN KOLOID ini dengan suatu percobaan berikut.

(Baca juga Sistem Koloid : Pembuatan Koloid dan Dispersi Koloid)

TUJUAN
Untuk membedakan antara larutan sejati, koloid, dan suspensi.

ALAT DAN BAHAN

  • Gelas kimia 3 buah (bisa menggunakan gelas minum)
  • Batang pengaduk/sendok
  • Garam
  • Susu bubuk
  • Minyak kelapa
  • Air

LANGKAH KERJA

A. Siapkan tiga gelas kimia. Masing-masing gelas diisi dengan campuran berikut.

  1. Air dengan garam,
  2. Air dengan susu bubuk, dan
  3. Air dengan minyak kelapa.

B. Aduk campuran tersebut dan diamkan dalam beberapa menit (±10 menit).

C.   Perhatikan kejernihannya.

HASIL PERCOBAAN

2020_04_24 109031961807499664259..jpg

PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil percobaan, masing-masing gelas menunjukkan hasil yang tidak sama. Gelas ke-1, garam tercampur merata dalam air. Hal ini dibuktikan dengan penampilan larutan yang jernih, dan tidak ada bidang batas antara pelarut (air) dan zat terlarut (garam). Campuran tersebut dinamakan campuran homogen atau larutan sejati.
Sedangkan gelas ke-3, minyak tidak tercampur dalam air. Hal ini ditandai dengan adanya bidang batas antara kedua spesi tersebut. Campuran tersebut dinamakan campuran heterogen atau suspensi.
Berbeda halnya dengan gelas ke-2, susu terlihat (makroskopis) tercampur dalam air, namun penampilannya tidak jernih (keruh). Oleh karenanya, campuran susu tidak dapat dikatakan sebagai larutan sejati ataupun suspensi. Campuran tersebut disebut koloid.

KESIMPULAN
Berdasarkan pembahasan di atas, Pengenalan koloid dapat disimpulkan definisi dari ketiga campuran tersebut.

  1. Larutan adalah campuran homogen dari zat terlarut dalam pelarut.
  2. Suspensi adalah campuran air dan bahan yang tidak larut, seperti minyak kelapa.
  3. Koloid adalah campuran di mana zat penyusunnya tetap tersebar dan tidak mengendap, tetapi tidak dapat dikatakan sebagai larutan sejati karena terlihat keruh (tidak jernih).

Yuk scroll lagi untuk belajar lebih dalam mengenai koloid!!

KOLOID

Istilah koloid pertama kali dikemukakan pada tahun 1861 oleh ilmuwan Inggris, Thomas Graham (1805-1869).

img_20200426_1235403299664376214641261.jpg

Koloid berasal dari bahasa Yunani, kolla (lem), dan oidos (seperti) sehingga secara bahasa, koloid berarti seperti lem.

Koloid memiliki karakteristik yang terletak antara larutan dan suspensi.

Secara makroskopis, koloid terlihat seperti larutan sejati. Akan tetapi, jika diamati dengan mikroskop ultra, ternyata masih dapat dibedakan partikel-partikel zat terlarutnya (dalam percobaan ini susu bubuk). Untuk memahami perbedaan antara larutan, koloid, dan suspensi, perhatikan tabel berikut.

Pengenalan koloid

Sistem koloid (koloid) adalah sistem dispersi dari dua atau lebih zat.

Sistem dispersi pertama kali dikemukakan pada tahun 1906 oleh ahli kimia Jerman, Wolfgang Ostwald (1883-1943).

ostwald8304620443141107912.jpg

Sistem dispersi terdiri atas fase terdispersi, dan medium pendispersi. Zat yang tersebar merata disebut fase terdispersi, sedangkan medium atau zat yang menjadi tempat fase terdispersi tersebar adalah medium pendispersi. Berdasarkan percobaan di atas, susu bubuk merupakan fase terdispersi dan air merupakan medium pendispersi. Oh ya, sistem dispersi dapat dalam bentuk: padat/solid, cair/liquid, dan gas.

Analogi dalam larutan,
Fase terdispersi = zat terlarut, dan
Medium pendispersi = pelarut

Jenis koloid bermacam-macam sesuai dengan fase terdispersi dan medium pendispersinya. Jenis-jenis tersebut dijelaskan dalam tabel berikut.

Pengenalan koloid

Eitss kalian jangan bingung ya, untuk memudahkan kalian menghafal lihat patokannya, seperti berikut.
1. Untuk emulsi, sol, dan buih, patokannya ada di fase terdispersinya, yakni:

Emulsi: cair
Sol: padat
Buih/busa: gas

2. Untuk aerosol, patokannya di medium pendispersinya, yakni:

Aerosol: gas.

Secara singkat diuraikan dalam tabel berikut.

Pengenalan koloid

Nah, dari pembahasan di atas sudah jelas bukan bahwa bentuk koloid itu bukanlah campuran homogen, melainkan termasuk campuran heterogen.

Sekian ya pembahasan mengenai PENGENALAN KOLOID: Percobaan, Pengertian, dan Jenis Koloid. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kalian semua, terimakasih.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.