Materi Pelajaran SMA

ASAM-ASAM HALOGEN

Advertisements

Hai semua. Kalian tahu kan kalau sejumlah golongan pada tabel periodik memiliki nama khusus?

Sebagai contoh, golongan I A (kecuali Hidrogen) disebut golongan logam alkali; golongan II A disebut golongan logam alkali tanah.

Nah, golongan VII A juga demikian loh. Golongan ini disebut sebagai Halogen.

Istilah halogen berasal dari bahasa Yunani, halo-genes, yang artinya pembentuk garam. Hal ini didasarkan dari sejarah penemuan unsur-unsur halogen yang banyak terdapat dalam garam.

Unsur halogen terdiri atas Fluor (9F), Klor (17Cl), Brom (35Br), Yodium (53I), Astatin (85At), seperti ditunjukkan pada tabel periodik berikut ini.

Baca juga Kegunaan halogen dalam kehidupan sehari-hari

Pada umumnya, unsur halogen memiliki konfigurasi elektron ns2np5 pada kulit terluarnya. Konfigurasi elektron dari unsur halogen ditunjukkan pada tabel berikut.

img_20200222_1411364972748694363071341.jpg

Dilihat dari konfigurasinya, unsur halogen memiliki 7 elektron valensi, artinya masih dapat menerima sebuah elektron agar stabil. Hal tersebut menyebabkan halogen bersifat sangat reaktif sehingga dapat bereaksi dengan logam maupun nonlogam. Akibatnya, di alam tidak didapatkan unsur halogen dalam keadaan bebas, tetapi dalam keadaan bersenyawa dengan bilangan oksidasi -1.

Selain itu, halogen juga dapat membentuk asam halogenida dan asam oksihalogen loh. Maksudnya apa ya ASAM-ASAM HALOGEN ?

Yuk kita bahas!

1. Asam Halogenida

Asam ini juga dikenal sebagai asam halida yaitu asam yang diperoleh dari reaksi antara hidrogen dengan unsur halogen, disimbolkan HX. Contohnya: HF, HCl, HBr, dan HI.

Semua asam halida (HX) berwujud gas, tidak berwarna, merangsang dan berbahaya, berikatan kovalen, serta bersifat polar. Dalam keadaan murni asam halida bukan merupakan elektrolit sehingga tidak dapat menghantarkan arus listrik. Namun, ketika di dalam air, HX akan larut dan mengion membentuk H+ dan X, sehingga dalam wujud larutan asam halida bersifat elektrolit.

Nah, masih ada nih sifat-sifat lain asam Halida diantaranya sebagai berikut.

a. Titik didih

Titik didih dipengaruhi oleh massa atom relative (Mr) dan ikatan antar molekul.

Semakin besar Mr maka titik didih semakin tinggi. Sama halnya dengan semakin kuatnya ikatan antarmolekul maka titik didih semakin tinggi.

Pengurutan titik didih asam halida:

HF > HI > HBr > HCl

Mengapa HF memiliki titik didih yang tinggi, Mr-nya kan kecil?

Tingginya titik didih HF dibandingkan dengan asam halida lain disebabkan karena HF memiliki ikatan hidrogen antar molekulnya yang tidak dimiliki asam halida yang lain, sehingga ikatan antar molekulnya paling kuat.

b. Kekuatan keasaman (Ka)

Semakin besar harga Ka menunjukkan makin mudahnya ion H+ terlepas, yang artinya makin kuatnya asam Halida tersebut.

Jadi, nilai Ka sebanding dengan jari-jari unsur halogen. Semakin panjang jari-jari maka semakin mudah juga unsur tersebut melepas ion H+. Urutan kekuatan asam :

HF < HCl < HBr < HI

Oh iya, selain HF, asam Halida yang lain merupakan asam kuat, sedangkan HF merupakan asam lemah.

c. Urutan sifat reduktor: HF < HCl < HBr < HI

d. Urutan kepolaran: HF > HCl > HBr > HI

2. Asam Oksihalogen

Unsur-unsur halogen (kecuali F) dapat membentuk asam-asam yang mengandung oksigen (asam oksihalogen) dengan bilangan oksidasi +1, +3, +5, dan +7 seperti ditunjukkan dalam tabel di bawah ini.

img_20200222_1442237311056733614904732.jpg

Kekuatan asam oksihalogen sebanding dengan harga biloksnya.

Urutan kekuatan asamnya yaitu:

HXO4 > HXO3 > HXO2 > HXO

Makin tinggi bilangan oksidasi halogen pada asam oksihalogen, makin besar kestabilannya terhadap pemanasan, tetapi kekuatan oksidatornya berkurang.

Kekuatan Oksidator:

XO > XO2 > XO3 > XO4

Jadi, unsur-unsur halogen dapat membentuk senyawa-senyawa asam, seperti asam halogenida, dan asam oksihalogen.

Sekian ya pembahasan mengenai ASAM-ASAM HALOGEN. Semoga artikel ini bermanfaat untuk kalian semua, terimakasih.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.