Berbagai Tingkat Kualitas Herbal

Berbagai macam produk herbal semakin marak akhir akhir ini. Mulai dari obat, suplemen, kecantikan, perawatan tubuh hingga produk produk lainnya yang bukan untuk tubuh kita seperti pewangi dan lain lain. Kita juga sering menjumpai produk herbal dengan berbagai macam harga. Tentunya selain masalah marketing. Yang mempengaruhi harga tersebut adalah kualitas. Lalu bagaimana standar perbandingan harga tersebut? Disinilah kita akan membahas Berbagai Tingkat Kualitas Herbal.

Faktor pembeda harga

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi harga dari suatu produk herbal. Memang ada sebuah ungkapan yang menyatakan bahwa harga sesuai kualitas. Itu tidaklah salah, tapi ternyata di zaman sekarang ungkapan itu tidaklah selalu berlaku. Karena harga tidak lagi di tentukan oleh kualitas produk saja, seperti yang kita akan bahas yaitu Berbagai Tingkat Kualitas Herbal. Melainkan ada beberapa faktor lain yang mempengaruhi nya. Diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Bahan Baku
  • Produksi
  • Sertifikasi
  • Lokasi
  • Rumor

Berbagai Tingkat Kualitas Herbal

Bahan baku

Berbeda dengan obat sintetik yang tinggal di produksi sendiri. Produk herbal membutuhkan bahan baku sesuai dengan produknya. Dari faktor bahan baku ini, tentunya yang mempengaruhi adalah berapa harga dari bahan baku herbal tersebut. Bahan baku bisa menjadi mahal apabila tanaman herbal tersebut memang memiliki khasiat yang luar biasa sehingga permintaannya besar sedangkan ketersediaannya tidak mencukupi. Atau bisa juga bahan baku tersebut sulit diolah dan langka, baik sulit budidaya nya ataupun pengambilannya.

Kuantitas dan banyak jenisnya bahan dalam 1 produk juga mempengaruhi harga. Ada 1 produk yang terdiri hanya dari 1 bahan saja. Ada juga yang beberapa bahan, bahkan diantaranya mengandung banyak bahan namun dalam jumlah yang sedikit. Ini cukup kontroversial karena ada beberapa pendapat yang menyatakan bahwa dosis terlalu kecil walaupun dari berbagai jenis tidaklah efektif. Contoh produk yang memiliki banyak bahan namun efektif adalah KLG asli karena sudah terkenal dan banyak di jual dimana mana.

Produksi

Proses produksi adalah yang paling berperan penting bagaimana nanti hasil akhir produknya. Apakah itu nanti berupa herbal kapsul ataupun cairan. Perlu diperhatikan bahwa herbal kapsul biasanya memiliki 2 jenis isi. Ada yang hanya berupa serbuk, dan ada juga yang berupa ekstrak. Ekstrak adalah zat aktif dari herbal yang telah di ekstrak dari bahan bakunya sehingga lebih efektif dan efisien. Efektif karena hanya zat aktifnya saja yang diambil, efisien karena dalam jumlah kecil ekstrak sebanding dengan jumlah besar bahan bakunya.

Selain itu proses ekstraksi herbal ada bermacam macam tergantung dari bahan bakunya. Ada yang memang menggunakan proses ektraksi, ada juga yang melalui proses distilasi, sentrifugasi dan lain lain.

Namun perlu juga diketahui bahwa proses pembuatan ekstrak herbal juga melewati berbagai proses kimia. Oleh karena itu, kimia dan herbal itu tidak bisa dipisahkan. Bahkan banyak “herbalis” yang sering berbicara tentang hidup “tanpa kimia”. Perlu diluruskan. Yang benar itu adalah hidup tanpa bahan kimia berbahaya.

Sertifikasi

Bagian ini berhubungan dengan pabrik produsen pembuat produk herbal (produk siap pakai). Di Indonesia sendiri, sertifikasi yang paling populer adalah sertifikasi halal dan bpom. Namun sertifikasi halal dan BPOM adalah untuk produk. Ternyata ada juga beberapa sertifikasi yang di tujukan kepada pabriknya. Untuk menambah nilai jual dari produk yang di kemas oleh pabrik tersebut.

Diantaranya adalah HACCP (Hazard Analysis & Critical Control Point), GMP ( Good Manufacturing Practice), dan untuk produk luar negeri biasanya ada juga FDA Approved. Dan sertifikasi Halal untuk pabrik pengolahannya.

Lokasi

Sebenarnya lokasi ini berhubungan dengan bahan baku juga. Karena biasanya lokasi bahan baku bervariasi tergantung dari dimana lokasi pabriknya. Misalnya saja herbal dari Indonesia ada pasak bumi, maka harga herbal tersebut di Indonesia lebih murah daripada di luar negeri. Kemudian contoh lainnya ada juga produk deep squa dari HPAI. Berbeda dari produk minyak ikan lainnya, deep Squa milik HPAI ini menonjolkan perbedaan dimana lokasi pengambilan bahan baku produknya adalah ikan hiu yang berada di tengah samudera. Sehingga menjadi lebih mahal.

Rumor

Mungkin ada beberapa yang agak bingung dengan ini. Bagaimana mungkin rumor bisa begitu mempengaruhi harga? Ya itulah hebatnya rumor. Dengan sedikit isu, maka isu tersebut meledak di pasaran di bantu dengan sedikit penilitian. Maka harga akan meledak menjadi tidak masuk akal. Salah satu contohnya adalah produk ekstrak garcinia cambogia. Produk tersebut mulai menjadi terkenal setelah di bahas di Dr Oz. Padahal penelitian mengenai tanaman tersebut belum memadai untuk dapat disebut sebagai pembakar lemak dan penurun berat badan super. Isunya sangat luar biasa sehingga harganya melonjak bisa sampai 5 kali lebih.

Kesimpulan.

Dalam memilih produk berbahan herbal kita harus jeli, karena banyak faktor yang mempengaruhi nyam jangan sampai kita terpengaruh oleh isu marketing yang tidak jelas. Saran saya, pertama kali perhatikanlah komposisinya Kemudian, sertifikasinya. Dari situlah baru kita bisa menghitung perkiraan harga yang pantas jika dibandingkan dengan produk sejenis.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.