Warna-warni daun


https://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTSSxPKjSvZtdgS3Z5yR7Hn6fmJQT2TttdKzGaLyWruWr2kkHM6

Daun yang sering kita temui umumnya berwarna hijau. Tetapi ada juga lho yang tidak berwarna hijau, merah atau kuning misalnya. Kenapa ya? Yuk simak ulasannya.


Kebayakan daun mengandung klorofil, karena itulah daun berwarna hijau. Sebagian besar klorofil terdapat di daun, namun pada bagian-bagian tanaman lain seperti akar, batang, buah, biji, dan bunga juga terdapat klorofil dengan jumlah terbatas. Distribusi klorofil pada daun berbeda-beda. Klorofil di pangkal daun akan berbeda dengan klorofil di bagian ujung, tengah, dan tepi daun. Perbedaan jumlah klorofil ini akan menunjukkan perbedaan warna daun. Semakin hijau warna daun maka semakin tinggi kandungan klorofilnya.
Nah untuk yang tidak berwarna hijau seperti merah, daun tersebut mengandung anthocyanin yang memberi warna merah atau ungu. Pigmen antosianin yang merupakan flavonoid merupakan pigmen yang paling luas dan penting karena banyak tersebar pada berbagai organ tanaman, terutama pada bunga (ditetukan hampir 30% terkandung dalam berat keringnya). Pelarut yang sering digunakan untuk mengekstrak antosianin adalah alkohol, etanol dan metanol, isopropanol, aseton atau dengan air (aquadest) yang dikombinasikan dengan asam, seperti asam klorida (HCL), asam aserat, asam format, atau asam askorbat.
Daun yang berwarna oranye dan kuning mengandung karetonoid. Karotenoid adalah pigmen merah, oranye dan kuning yang disintesisi pada kloroplas dan kromoplas makhluk hidup yang mengalami fotosintesis seperti tanaman, bakteri dan fungi. Fungsi karotenoid pada tanaman, bakteri dan fungi adalah untuk menyerap energi cahaya untuk keperluan fotosintesis dan mencegah kerusakan akibat cahaya pada klorofil. Manusia dan hewan tidak dapat memproduksi sendiri karotenoid sehingga mendapatkannya dari makanan yang mengandung karotenoid.
Daun berwarna kuning keemasan mengandung tanin. Menurut teori warna, struktur tanin dengan ikatan rangkap dua yang terkonjugasi pada polifenol sebagai kromofor (pengemban warna) dan adanya gugus (OH) sebagai auksokrom (pengikat warna) dapat menyebabkan warna coklat  atau kuning keemasan. Tanin merupakan senyawa yang dapat larut dalamair, gliserol, alkohol, dan hidroalkohol, tetapi tidaklarut dalam petroleum eter, benzene dan eter.

luar biasa bukan? 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s