Serba-Serbi Beta Laktam


Pasti kalian pernah minum antibiotik kan?
Salah satu antibiotik yaitu jenis beta laktam. Golongan antibiotik yang memiliki kesamaan komponen struktur berupa adanya cincin beta laktam dan umumnya digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri. Cincin betalaktam adalah cincin laktam dengan struktur cincin heteroatom, terdiri dari 3 atom karbon dan 1 atom nitrogen. Laktam sendiri merupakan cincin amida. Dinamakan demikian karena atom nitrogen menempel pada karbon beta terhadap karbonil. (Hayoo buka lagi buku organiknya ya!).


Terdapat sekitar ± 56 macam antibotik beta-laktam yang memiliki antivitas antimikrobakterial pada bagian cincin beta-laktamnya dan apabila cincin tersebut dipotong oleh mikroorganisme maka akan terjadi resistensi terhadap antibiotik tersebut.

Apa resistensi itu?
resistensi antibiotika adalah fenomena di mana bakteri dapat resisten ( kebal) terhadap antibiotika tertentu. Keadaan ini dapat terjadi karena dua hal, yang pertama adalah karena bakteri yang resisten mengonjugasikan materi genetik yang secara alami memang mengkodekan kemampuan untuk kebal terhadap suatu antibiotika atau dengan cara yang kedua, yaitu terjadinya mutasi genetik pada suatu bakteri. Resistensi antibiotika ini adalah suatu kondisi yang sangat megkhawatirkan bagi kehidupan manusia maupun hewan karena dapat berakibat menimbulkan penyakit-penyakit baru yang pengobatannya sulit untuk diatasi. Penyebaran potensi resisten pada bakteri ini juga sangatlah cepat dan mudah karena bakteri hanya membutuhkan suatu proses reproduksi yang sederhana berupa konjugasi atau pertukaran materi genetik yang dapat berlangsung hanya dalam hitungan menit saja.

Selain itu, tahukah kalian ada beberapa orang yang alergi terhadap antibiotik beta laktam? Gejala yang ditimbulkan seperti ruam-ruam kemerahan gatal dipermukaan kulit, mual, muntah, batuk, sesak napas bila terpapar ataupun meminum antibiotik tersebut. Oleh karena itu industri farmasi harus melakukan treatment terhadap limbah beta laktam yang dihasilkan sebelum diolah dalam pengolahan limbah agar tidak berbahaya bagi sekitar. Seperti apa ya?(jadi bahas limbah lagi yah?-_-” )
Prinsip utama dalam pengolahan limbah beta laktam adalah pemecahan cicncin beta laktam. Beberapa cara pemecahan cincin beta laktam dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut  :

1.      Hidrolisis dengan menaikkan pH sampai 10-12 (bisa dengan NaOH)
2.      Hidrolisis dengan penambahan asam
3.      Hidrolisis dengan penambahan mercuri klorida

Penggunaan cara dengan hidrolisis dengan pH sampai 10-12 menjadi salah satu alternatif sebagian besar perusahaan karena dianggap lebih aman bagi peralatan unit pengolahan dan juga aman bai lingkungan serta mudah dalam penangannya. Jika hidrolisis dengan asam dikhawatirkan dapat merusak peralatan unit pengelohan karena sifat asam yang dapat mengakibatkan korosif, dan jika dengan mercuri chloride dikhawatirkan mercurynya tidak ramah atau tidak aman bagi lingkungan.
Limbah diklasifikasikan menjadi dua yaitu cair dan padat. Maka berbeda pula penanganannya.

*Limbah cair yang berasal dari gedung beta laktam dialirkan ke bak/kolam perusakan cincin beta laktam dengan menggunakan larutan NaOH, setelah itu dialirkan/digabung dengan limbah cair non beta laktam di bak penampungan, dan seterusnya diolah bersama.

*Limbah udara berupa debu produksi disedot dan dikumpulkan oleh dust collector.
Dust Collector adalah salah satu mesin penghisap debu dan asap yang menyebabkan polusi udara dari proses-proses industri. Udara kotor yang mengandung beta laktam tersebut kemudian difilter dan dipisahkan antara debu dan udara, debu atau asap masuk ketempat penampungan sedangkan udara dibuang keluar pabrik sehingga pencemaran udara dapat diatasi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s