Skip to content
Iklan

AWAS BASIIIII (2)


https://i2.wp.com/manfaat.co.id/wp-content/uploads/2014/08/manfaat-kayu-manis.jpg

Setelah membaca artikel “awas basi“semakin bertanya2 kan bagaimana makanan atau minuman bisa bertahan hingga waktu tertentu?
Hampir semua makanan dan minuman ditambah bahan tambahan tertentu sebagai pengawet, contohnya Natrium Benzoat.

Apa sih Natrium Benzoat?
Natrium Benzoat (  NaC7H5O2) merupakan garam natrium dari asam benzoat yang muncul ketika dilarutkan dalam air.
Natrium benzoat dapat menahan bakteri dan jamur dalam kondisi asam.

Bagaimana cara kerjanya?
Dimulai dengan penyerapan asam benzoat kedalam sel. Jika pH intraseluler turun ke angka < 5, fermentasi anaerobik glukosamelalui fosfofruktokinase berkurang tajam sehingga dapat menghambat pertumbuhan dan kelangsungan hidup mikro-organisme yang dapat merusak makanan.

Adakah batasan penambahan Natrium Benzoat dalam makanan/minuman?
Sesuai Peraturan Kepala BPOM Nomor 36 Tahun 2013 tentang Batas Maksimum Penggunaan Bahan Tambahan Pangan Pengawet,  batas maksimum penggunaan Natrium benzoat sebagai pengawet untuk minuman ringan adalah 600mg/kg dihitung sebagai Asam benzoat.

Tetapi tahukah kalian efek dari Natrium Benzoat?
Meskipun natrium benzoat membantu dalam mencegah pertumbuhan jamur, interaksinya dengan asam askorbat (vitamin C) merupakan menimbulkan kekhawatiran serius. Reaksinya dengan vitamin C menghasilkan benzena yang terkenal karena menyebabkan kanker pada manusia. Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa paparan jangka panjang untuk benzena dapat menyebabkan kegagalan sumsum tulang dan leukemia (kanker darah).
Selain itu kandungan bahan pengawet natrium benzoat umumnya tidak terlalu besar, akan tetapi jika dikonsumsi  secara terus menerus akan berakumulasi dan menimbulkan efek terhadap kesehatan.

Nah, ternyata ada bahan pengawet alami yang bisa kita dapatkan di sekitar kita. Kayu manis selain dipakai untuk bumbu dapur juga bisa digunakan sebagai zat anti mikroba.
Sifat antimikroba kayu manis yang kuat dan telah dipelajari akan kemampuannya menghentikan pertumbuhan bakteri, jamur, dan Candida. Penelitian terbaru juga menemukan bahwa rempah-rempah ini juga dapat digunakan sebagai alternatif untuk pengawet makanan alami karena sifat antimikrobanya yang kuat.

Kayu manis juga merupakan anti-jamur yang hebat. Tidak hanya membantu mencegah Candida, minyak esensial kayu manis juga dapat digunakan secara topikal untuk semua jenis infeksi jamur.

Salah satu fungsi kulit kayu manis adalah anti infeksi, sehingga membantu menyingkirkan infeksi dari dalam tubuh. Kayu manis membantu menyingkirkan patogen seperti Campylobacter,  E.coli, dan masih banyak lagi.

nah bagaimana? adakah masakan ibu yang menggunakan kayu manis? 😉

Iklan

2 Comments »

  1. Selamat pagi…
    Saya penjual rujak serut dengan kuah/bumbu campuran sirsak+nanas dan buah yg dipakai adalah mangga, bangkoang, kedondong dan ubi merah yg tentunya banyak mengandung vit. C. Saya ingin produk saya bisa lebih awet tapi tdk membahayakan agar bisnis saya tetap barokah. Pertanyaan saya :
    a. Bolehkah saya pakai Natrium Benzoat? Bagaimana caranya?
    b. Kalau saya mau pakai kayumanis, apakah pakai yg bubuk atau minyaknya? Bagaimana caranya? Dimana belinya?

    Mohon saran dan jawabannya. Terimakasih.
    Nizar

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: