Skip to content
Iklan

Tes Protein Urine


Tes protein urine merupakan pemeriksaan urin rutin. Salah satu cara yang digunakan untuk melakukan tes ini adalah melalui pemanasan dengan asam asetat.

Tujuan

Tujuan tes ini adalah untuk mendeteksi ada atau tidaknya protein yang terkandung dalam urine.

Teori

Protein yang dipanasakan akan membentuk presipitat yang terlihat berupa kekeruhan. Pemberian asam asetat dilakukan untuk mencapai atau mendekati titik isoelektrik protein.

Kekeruhan yang ringan akan sangat sukar untuk dilihat, maka harus menggunakan tabung yang bersih dan bagus. Jika tabung yang akan digunakan sudah tergores, maka tabung tersebut harus diganti. Pada pemberian asam asetat yang sangat berlebihan akan mengakibatkan hasil negatif palsu pada pemeriksaan tersebut. Sebaliknya, hasil positif palsu dapat ditemukan bila kekeruhan terjadi bukan diakibatkan oleh adanya globulin atau albumin, melainkan :

  • Nukleoprotein, kekeruhan terjadi pada saat pemberian asam asetat sebelum pemanasan
  • Mucin, kekeruhan juga terjadi pada saat pemebrian asam asetat sebelum pemanasan
  • Proteose, presipitat terjadi setelah campuran reaksi mendingin, kalau dipanasi menghilang lagi
  • Asam-asam renin, kekeruhan oleh zat ini larut dalam alkohol
  • Protein Bence Jones, protein ini larut dalam pada suhu didih urine, terlihat kekeruhan pada suhu kira-kira 60 derajat celcius.

Prosedur kerja

    • Alat dan bahan
      • Tabung reaksi
      • Lampu spiritus
      • Rak tabung reaksi
      • Penjepit tabung reaksi
      • Asam asetat 6%
    • Cara Kerja
      • Masukkan urin jernih (sentrifus terlebih dahulu) ke dalam tabung reaksi sampai 2/3 penuh
      • Dengan memegang bagian tabung reaksi pada ujung bawah dengan penjepit tabung reaksi, lapisan atas urine dipanasi di atas nyala api sampai mendidih 30 detik.
      • Perhatikan ada atau tidaknya kekeruhan di lapisan atas. Jika terjadi kekeruhan, kemungkinan disebabkan oleh protein, kalsiumfosfat, kalsiumkarbonat.
      • Teteskan 3-5 tetes asam asetat 6% ke dalam urine yang masih panas itu. Jika kekeruhan disebabkan oleh kalsiumfosfat maka kekeruhan akan lenyap. Jika kekeruhan disebabkan oleh kalsiumkarbonat maka kekeruhan akan tetap hilang tapi dengan pembentukan gas. Jika kekeruhan tetap ada atau menjadi lebih keruh lagi, maka tes terhadap protein adalah positif.

Untuk melihat Hasil dan Syarat silahkan lanjut di halaman 2

Iklan
Pages: 1 2

1 Komentar »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s