Posted on Leave a comment

Analogi Rak Buku dalam Tingkat Energi Atom

Hai sahabat bisakimia, bagaimana kabar kalian hari ini? Semoga tetap sehat dan sukses selalu untuk sahabat semuanya. Mari kita menambah ilmu terutama ilmu kimia dengan selalu update info-info dari bisakimia.       

Pembahasan kali ini adalah tentang analogi rak buku dalam tingkat energi atom. Pasti di antara sahabat semua, sudah pernah mendengar istilah analogi. Apa sih yang dimaksud dengan analogi? Apakah analogi bisa diterapkan dalam pembelajaran sains? Untuk lebih jelasnya, mari kita simak penjelasan berikut. 

Analogi 

Menurut pendapat Allan G. Harrison dalam bukunya Analogi dalam Kelas Sains (2013), pengertian analogi adalah penjelasan kreatif yang membantu para murid membayangkan konsep sains dengan menggunakan objek dan proses yang dikenal. Analogi menyediakan kerangka berpikir untuk membangun ide baru dan bertindak sebagai sumber penyelidikan pertanyaan-pertanyaan sains.

Continue reading Analogi Rak Buku dalam Tingkat Energi Atom

Posted on 3 Comments

Aturan Aufbau pada Konfigurasi Elektron

​Tentu kalian telah mengetahui apa itu konfigurasi elektron. Konfigurasi elektron menggambarkan penataan elektron-elektron dalam suatu atom. Sebagai contoh, walaupun sama-sama subkulit 1s tetapi tingkat energi dari subkulit 1s untuk atom natrium tidak sama dengan tingkat energi 1s untuk atom magnesium. Meskipun demikian terdapat suatu aturan yang bersifat umum untuk memperkirakan penataan elektron dalam suatu atom. Pada penulisan konfigurasi elektron perlu dipertimbangkan tiga aturan (asas), yaitu prinsip Aufbau, asas Larangan Pauli, dan kaidah Hund.

Aturan yang akan dibahas saat ini adalah Aturan Aufbau
Aufbau berarti membangun. Menurut prinsip Aufbau ini elektron di dalam suatu atom akan berada dalam kondisi yang stabil bila mempunyai energi yang rendah, sedangkan elektron-elektron akan berada pada orbital-orbital yang bergabung membentuk subkulit. Jadi, elektron mempunyai kecenderungan akan menempati subkulit yang tingkat energinya rendah.
Secara kasar besarnya tingkat energi dari suatu subkulit dapat diketahui dari nilai bilangan kuantum utama (n) dan bilangan kuantum azimut (l) dari orbital tersebut. 
Secara umum, orbital yang mempunyai harga n+l lebih besar akan mempunyai tingkat energi yang lebih tinggi, dan sebaliknya bila n+l kecil tingkat energinya juga kecil. Untuk harga n+l yang sama, maka orbital dengan harga n lebih besar akan mempunyai tingkat energi yang besar. 
Langkah-langkah penulisan konfigurasi elektron:
Menentukan jumlah elektron dari atom tersebut. Jumlah elektron dari atom unsur sama dengan nomor atom unsur tersebut.Menuliskan jenis subkulit yang dibutuhkan secara urut berdasarkan diagram curah hujan pada gambar 2 yaitu :  1s- 2s- 2p- 3s- 3p- 4s- 3d- 4p- 5s- 4d- 5p- 6s- 4f- 5d- 6p- 7s- 5f- 6p- 7p- 8sMengisikan elektron pada masing-masing subkulit dengan memperhatikan jumlah elektron maksimumnya, maka sisa elektron dimasukan pada subkulit berikutnya.

Cara lain untuk mengetahui urutan tingkat energi adalah dengan menggunakan deret pancaran cahaya seperti pada gambar utama artikel ini dengan mengikuti arah panah.