Posted on 14 Comments

Rangkuman Materi Stoikiometri

rangkuman materi stoikiometri

I. HUKUM DASAR ILMU KIMIA

a. Hukum Kekekalan Massa (Hukum Lavoisier)
“Massa zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama”.
Contoh:
S + O 2 → SO 2
32 gr 32 gr 64 gr

b. Hukum Perbandingan Tetap (Hukum Proust)
“Perbandingan massa unsur dalam tiap senyawa adalah tetap”
Contoh:
H 2 O → massa H : massa O = 2 : 16 = 1 : 8

c. Hukum Perbandingan Berganda (Hukum Dalton)
“Jika dua unsur dapat membentuk dua senyawa atau lebih, dan massa salah satu unsur sama, perbandingan massa unsur kedua berbanding sebagai bilangan bulat dan sederhana”.
Contoh:
– Unsur N dan O dapat membentuk senyawa NO dan NO 2
– Dalam senyawa NO, massa N = massa O = 14 : 16
– Dalam senyawa NO 2 , massa N = massa O = 14 : 32
– Perbandingan massa N pada NO dan NO 2 sama maka
perbandingan massa O = 16 : 32 = 1 : 2

d. Hukum Gas Ideal
Untuk gas ideal atau suatu gas yang dianggap ideal berlaku rumus :
PV = n RT
\frac{P_1V_1}{n_1 RT_1} = \frac{P_2V_2}{n_2 RT_2}
Keterangan:
P = tekanan (atmosfir)
V = volume (liter)
n = mol = gram/Mr
R = tetapan gas (lt.atm/mol.K)
T = suhu (Kelvin)
Dari rumus tersebut dapat diperoleh :

rangkuman materi stoikiometri

II. MASSA ATOM RELATIF DAN MASSA MOLEKUL RELATIF

rangkuman materi stoikiometri

III. KONSEP MOL

a. Dalam ilmu kimia satuan jumlah yang digunakan adalah mol

b. satu mol adalah sejumlah zat yang mengandung 6,02 x 10^23 partikel

Hubungan Mol dengan jumlah partikel

Jumlah Partikel = mol x 6,02 x 10^23

mol = Jumlah partikel / 6,02 x 10^23

Hubungan Mol dengan Massa 

Untuk unsur :

  • mol = gram / Ar
  • gram = mol x Ar

Untuk senyawa :

  • mol = gram/Mr
  • gram = mol x Mr

Hubungan Mol dengan Volume Gas
Setiap satu mol gas apa saja keadaan standard (0oC, 1 atm) mempunyai volume : 22, 4 liter.

  • Volume gas = mol x 22,4
  • mol = Volume / 22,4

Hubungan mol, jumlah partikel dan hubungan gas dapat digambarkan dalam bentuk
diagram sebagai berikut :

rangkuman materi stoikiometri

2 Poin terakhir silahkan lanjut ke halaman berikutnya ya

Posted on 7 Comments

STOIKIOMETRI : Konsep mol & Pereaksi pembatas

Sebelum memulai saya ingin menjelaskan terlebih dahulu kenapa judul dari post ini “STOIKIOMETRI : Konsep mol & Pereaksi pembatas”. ini karena tak semuanya yang saya bahas dalam bahasan stoikiometri ini, hanya konsep mol dan pereaksi pembatas saja. kenapa demikian? ya biar ga terlalu panjang dan banyak buat perumpamaannya. untuk lainnya mungkin di lain waktu. 🙂

Stoikiometri merupakan salah satu bagian awal dari pelajaran kimia yang biasanya kita pelajari karena memegang bagian penting dalam fondasi temen-temen untuk mempelajari ilmu kimia.

Stoikiometri ialah ilmu yang mempelajari dan menghitung hubungan kuantitatif reaktan dan produk dalam reaksi kimia. untuk mengetahui dan menghitung hubungan kuantitatif suatu reaksi kita perlu memahami tentang konsep mol.  Mol adalah, satuan SI yang menunjukkan banyaknya (jumlah) materi yang terkandung pada jumlah yang sama dengan 12 g atom C-12.

1 mol = 6,022 x 1023 partikel

hubungan antara mol, massa, massa relatif dan molaritas ialah sebagai berikut:

mol = massa(gr)/Mr(gr/mol)

Molaritas = mol/Volume(liter)

inget ya temen-temen, satuan yang dipakai semuanya harus sesuai agar bisa dihitung dengan benar. contohnya : kita mau minum air yang beratnya 500gr. brapa molnya?

kita tau bahwa rumus molekul air ialah H2O. Berarti Mrnya 18gr/mol . Untuk mengatahui molnya kita gunakan rumus seperti diatas. mol air= 500gr/18gr.mol-1=27,77 mol

selanjutnya mari kita beralih ke pereaksi pembatas. apa itu pereaksi pembatas? pereaksi pembatas atau cukup reaksi pembatas ialah suatu reaksi yang habis bereaksi terhadap reaktan lain sehingga membatasi jumlah molnya dengan jumlah mol reaksi pembatas itu sendiri. pusing ya temen-temen bacanya? mungkin kalau pake contoh lenih mudah. coba liat gambar berikut :

ada reaksi :        2roti             +  1 keju       ——> 1 sandwich

jadi kalau ada  4roti dan 3 roti akan menjadi 2 sandwich. mana yang akan jadi reaksi pembatas? Betul sekali jika anda memilih roti, karena roti akan habis terpakai sedangkan keju masih bersisa.