Posted on 3 Comments

Entropi : Derajat Ketidakaturan Suatu Sistem

blaze blue blur bright

Entropi : Derajat Ketidakaturan Suatu Sistem
Sumber Gambar : sd.prasacademy.com

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering melihat melelehnya es menjadi air . Dari peristiwa tersebut dapat kita simpulkan bahwa es itu mengalami perubahan wujud atau fasa. Perubahan yang di maksud adalah perubahan dari wujud padat menjadi cair, hal ini karena untuk zat apapun baik itu zat padat, cair, atau gas yang memiliki nilai entropi paling besar adalah zat gas dan yang paling kecil adalah zat padat. Mengapa demikian?

Hal ini karena struktur partikel dalam zat padat itu lebih teratur ketimbang zat cair dan gas . Sehingga urutan nilai entropinya adalah Spadat < Scair < Sgas. Simpulannya maka entropi mampu menjelaskan banyaknya atom, molekul, atau atom yang bermuatan (ion) yang bekerja secara tidak teratur dalam suatu sistem tertentu. Entropi : Derajat Ketidakaturan Suatu Sistem

Continue reading Entropi : Derajat Ketidakaturan Suatu Sistem
Posted on Leave a comment

Elemen Baru “Superberat” Telah Ditemukan secara Unik

w704

Elemen yang berada di luar nomor atom 104 disebut sebagai elemen yang superberat. Mereka diproduksi di laboratorium akselerator dan umumnya membusuk dalam waktu yang singkat. Laporan awal tentang penemuan unsur nomor atom 115 yang dirilis dari pusat penelitian di Rusia pada tahun 2004 kemudian disajikan bukti tidak langsung untuk unsur baru sehingga bagaimanapun tidak cukup untuk sebuah penemuan resmi. Continue reading Elemen Baru “Superberat” Telah Ditemukan secara Unik

Posted on Leave a comment

Koloid (part 1)

Editor’s Note : Artikel ini merupakan penjelasan mendetail dari artikel koloid sebelumnya yang bisa dilihat disini

Sistem koloid adalah suatu bentuk campuran yang keadaannya terletak antara larutan dan suspensi (campuran kasar). Sistem koloid mempunyai sifat yang khas yang berbeda dari sifat larutan atau suspensi. Keadaan koloid bukanlah suatu ciri dari zat-zat tertentu sebab semua zat, baik padat, cair, dan gas dapat dibuat menjadi koloid. Sistem koloid tidak luput dengan hidup maupun kehidupan kita sehari-hari. Cairan tubuh seperti halnya darah, bahan makanan, seperti susu, keju, nasi, dan roti, bahan-bahan lain seperti cat, obat-obatan, kosmetik, serta tanah pertanian, merupakan contoh dari sistem koloid. Continue reading Koloid (part 1)

Posted on 27 Comments

Sejarah Perkembangan Sistem Periodik Unsur (SPU) Dan Penjelasannya

perkembangan tabel periodik

Sejarah Perkembangan Sistem Periodik Unsur (SPU) Dan Penjelasannya

Sistem periodik adalah suatu tabel berisi identitas unsur-unsur yang dikemas secara berkala dalam bentuk periode dan golongan berdasarkan kemiripan sifat-sifat unsurnya.

Continue reading Sejarah Perkembangan Sistem Periodik Unsur (SPU) Dan Penjelasannya

Posted on 1 Comment

Detoks Otak dengan Tidur yang Cukup!

Image

Apakah Anda pernah mengalami kurang tidur? Lalu bagaimana dan apa yang Anda rasakan? Mungkin Anda bisa merasakan sakit kepala, susah untuk berkonsentrasi, daya ingat menjadi lemah, atau yang lainnya. Namun, apa yang menjadi penyebab dari beberapa hal tersebut?

Sampai saat ini, para ahli juga mengalami kesulitan untuk menentukan apa manfaat dari tidur, yang mereka tahu adalah akibat bila seseorang mengalami kurang tidur. Sebab, semua penelitian yang tersebut tidak bisa langsung diteliti tentang manfaat dari tidur.

Apabila seseorang mengalami kurang tidur, fungsi-fungsi otaknya akan menurun dan terjadi berbagai perubahan hormonal yang berujung pada gangguan fungsi tubuh dan mengakibatkan timbulnya berbagai penyakit.

Seperti halnya terjadi penurunan antibodi, tekanan darah meningkat, fungsi jantung menurun, metabolisme jadi terganggu. Sejauh ini, beberapa gejala-gejala tersebut merupakan yang paling mudah dilihat apalagi juga terjadi penurunan pada kualitas kulit.

Selain itu, akibat dari kekurangan tidur bisa memperburuk fungsi saraf yang berujung pada penyakit parkinson, demensia, maupun alzheimer. Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh jurnal Science memberikan pernyataan tentang manfaat tidur secara langsung. Ternyata, manfaat tidur itu bisa berguna sebagai detoks dari komponen-komponen sisa yang tidak dipakai lagi oleh otak.

Mengapa demikian? Sebab tubuh kita mempunyai sebuah sistem yang dapat membuat sisa-sisa dari pembakaran tubuh jika sudah tak dipakai lagi. Namun, berbeda lagi dengan otak yang tidak memiliki sistem limfatik. Misalnya saja seperti blood brain barrier, dia memiliki fungsi seperti penyaring bahan-bahan yang bisa masuk maupun keluar otak.

Mereka menyebutkan bahwa sebuah sistem pada otak yang bernama glymphatic memiliki peran untuk proses pembuangan zat yang tidak terpakai lagi. Sistem glymphatic tersebut dikenal sebagai sistem yang berfungsi untuk membuang amiloid beta dimana ia adalah metabolit yang dipercaya dapat berkembang sebagai penyakit Alzheimer.

Secara teori, ketika seseorang terjaga otak akan bekerja keras seolah memerlukan pembakaran. Residu pembakaran tersebut menjadi sampah yang tidak terpakai. Sampah-sampah tersebut perlu dibuang supaya tidak menimbun dan malah meracuni otak. Maka dari itu, peran dari tidur itulah dapat mendetoks otak dari berbagai zat yang beracun itu.

Untuk mengetahui bagaimana cara kerjanya, mereka melakukan percobaan dengan tikus dimana tikus-tikus tersebut disuntikkan zat perwarna di cairan otak tikus. Awalnya, tikus tersebut diberi pewarna hijau lalu dibuat tertidur, setelah itu tikus tersebut disuntikkan kembali dengan pewarna merah. Mereka membandingkan aliran cairan otak berwarna pada tikus itu sehingga dapat ditentukan bagaimana cairan dapat bergerak di dalam otak. Hasilnya, aliran cairan otak mengalir lebih deras ketika tertidur.

Perlu diketahui bahwa penyakit Alzheimer serta sejumlah penyakit lainnya yang disebabkan oleh penurunan fungsi saraf tersebut disebabkan oleh kurangnya tidur sehingga zat-zat sisa itu menumpuk. Hal itu juga berakibat pada demensia atau kepikunan pada seseorang jika kekurangan tidur.

Sumber : kompas.com

 

Posted on Leave a comment

Perkembangan Sistem Periodik Unsur

Ringkasan Materi Sistem Periodik Unsur - Part 2

Unsur merupakan zat tunggal yang tidak dapat diuraikan lagi menjadi zat lain yang lebih sederhana. Di alam, unsur-unsur biasanya terdapat dalam bentuk senyawa, seperti, hidrogen yang terdapat pada air, oksigen dan nitrogen yang terdapat pada udara. Berdasarkan sifatnya, unsure dibagi menjadi 3 yaitu :

Unsur logam 

Ciri-ciri unsur logam sebagai berikut :

  • Mengkilap
  • Penghantar panas dan listrik yang baik
  • Bersifat keras dan dapat ditempa
  • Pada umumnya wujudnya padat, kecuali raksa. Contoh : besi, emas, dan perak.

Unsur Nonlogam

Cirinya :