Posted on 1 Comment

Apa itu POPs (Persistent Organic Pollutants)?

​Pada artikel  sebelumnya kita sudah membahas tentang manajemen POPS. Mungkin ada yang bertanya-tanya, apa sih POPs itu? Apa hubungannya dengan PCB (Polychlorinated Biphenyl)?

Bahan-bahan pencemar organik persisten adalah sejumlah bahan pencemar kimia beracun. Tanpa disadari, bahan-bahan itu kemungkinan berada disekitar kita. Sifatnya tidak mudah terurai (persisten) melalui proses kimia, fisika dan biologi, dan cenderung berakumulasi pada jaringan lemak manusia, hewan dan tumbuhan hingga bertahun-tahun. Bahan-bahan tersebut memang bukan produk alamiah, melainkan tercipta sebagai produk sampingan dan aktivitas industri, pertanian dan sebagainya. Selain itu, bahan-bahan ini mudah menyebar sehingga udara, air bersih tanah, pangan dan minuman bahkan tubuh manusia terkontaminasi.

Nah, PCB merupakan salah satu diantara bahan-bahan organik persisten tersebut.

Apa saja contoh bahan pencemar organik persisten (POPs)?

Ada 12 bahan pencemar organik yang presisten yang disadari atau tidak akrab dengan kehidupan sehari-hari, yakni: 

1.Aldrin, berupa pestisida yang dipakai untuk membunuh rayap, belalang, cacing, serta hama serangga lainnya.2.Chlordane yakni pestisida yang dipakai secara luas untuk mengendalikan rayap dan serangga dengan spektrum luas terutama di bidang pertanian.

3.DDT yakni pestisida yang paling terkenal karena  banyak dipakai untuk melindungi masyarakat dan hewan penyebab penyakit malaria dan penyakit lainnya.

4.Dieldrin, berupa pestisida yang dipakai untuk mengendalikan rayap dan hama tekstil. Tapi juga kerap dipakai untuk mengendalikan serangga penyebab penyakit dan untuk pertanian.

5.Endrin, yakni pestisida untuk serangga yang disemprotkan pada dawn tanaman Werti kapas dan butir padi. Racun ini juga dipakai untuk membunuh tikus dan hewan pengerat lainnya.

6.Heptachlor yakni pestisida yang dipakai untuk membunuh serangga tanah, rayap, serangga kapas, belalang, hama tanaman lainnya, nyamuk penyebab malaria.

7.Mirex yakni pestisida membunuh serangga terutama jenis semut, rayap. Tapi juga dipakai untuk bahan pemadam api.

8.Toxphene, atau disebut juga “Camphechlor” adalah pestisida yang dipakai untuk melindungi tanaman kapas, padi, buah, kacang dan sayuran dan serangan hama kutu dan tungau.

9.HCB (Hexachlorbenzene), yakni bahan pembasmi jamur yang mempengaruhi makanan hasil pertanian. Bahan ini juga merupakan hasil samping dari produksi bahan kimia tertentu dan dari proses yang menghasilkan dioksin dan furans.

10.PCB (Polychlorinated Biphenyl), dalam industri bahan ini dipakai sebagai penyangga panas seperti pada trafo, bahan tambahan pada cat, kertas carbon, penutup (sealants) dan plastik

11.Dioxins yakni bahan kimia yang dihasilkan tanpa sengaja dalam pembakaran yang tidak sempurna dalam proses pembuatan pestisida atau bahan kimia lain seperti pada industri kertas, plastik, bubur kayu, bahan pemutih, Senyawa ini juga dihasilkan pula dari asap, mobil, tembakau, kayu, dan sebagainya.

12.Furans, yakni bahan kimia yang dihasilkan tanpa sengaja dad proses yang sama dengan yang mengeluarkan fioksin. Bahan ini ditemukan dalam campuran PCB yang diperdagangkan.

Bahaya ga yah POPs itu?

Dari beberapa studi tentang residu dan dampak bahan kimia POPs bagi makhluk hidup ditemukan indikasi bahaya yang dapat mengancam kesehatan manusia dan lingkungan hidup. Ancaman bagi manusia antara lain, gangguan terhadap sistem reproduksi (kemandulan), penurunan kekebalan tubuh pada bayi dan anak-anak, kelainan fisik dan mental, memicu kanker, gangguan pada fungsi organ tubuh seperti hati, paru-paru, ginjal, tiroid, sistem hormon endokrin, dan organ reproduksi. Kontaminasi POPs pada Ingkungan menyebabkan punahnya species tertentu, penurunan populasi burung-burung dan sebagainya.

sumber:www.menlh.go.id

Posted on 1 Comment

Manajemen POPS di Indonesia

​Berawal pada tahun 2001, Konvensi Stockholm telah ditandatangani oleh 92 negara  untuk menghilangkan secara bertahap bahan kimia beracun terburuk yang ada di dunia.

Penambahan sembilan bahan kimia baru di 2009, satu bahan kimia di 2011 dan 2014 membuat semua negara penandatanganan konvensi wajib memperbaharui NIP mereka dan menyelesaikan inventarisasi POP terbaru. Indonesia memperbaharui pendataan pada tahun 2013 dan pada tahun 2014 pendataan baru tersebut telah ditandatangani oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Bagaimana status awal pops yang terdaftar dalam konvensi stockholm di Indonesia?

Pestisida: Pestisida yang terdaftar telah dilarang penggunaannya sejak tahun 1991; Diantara tahun 1979 sampai1980, sebanyak kurang lebih 6500 ton pestisida telah digunakan; Diantara tahun 1981 sampai 1982 sekitar 15,000 ton telah digunakan di seluruh wilayah Indonesia (Soekarna dan Sundaru 1983); Tingginya konsentrasi DDT ditemukan di tanah dan air di berbagai wilayah Indonesia; Indonesia telah memilih untuk tidak menggunakan DDT sebagai alat pengendalian malaria.
Industri Kimia: Lebih dari 6% peralatan listrik di Indonesia ditemukan terkontaminasi PCB dengan 17% dianggap sangat terkontaminasi; sekitar 23.000 ton minyak transformator terkontaminasi PCB.
Produk sampingan: Kandungan POPs tercatat ditemukan dari berbagai kegiatan termasuk pembakaran sampah, produksi besi dan non-besi, pembangkit listrik dan panas, produksi mineral, produksi kimia serta dari konsumsi bahan-bahan.

KLHK dan UNIDO dengan pendanaan dari GEF telah memulai proyek Introduction of an Environmentally Sound Management and Disposal System for PCB Wastes and PCB-contaminated Equipment (Sistem Manajemen Ramah Lingkungan pada Pembuangan Limbah PCB dan Peralatan yang Terkontaminasi PCB) sebagai salah satu realisasi sasaran proyek ini. Dalam beberapa tahun kedepan, Proyek ini mempunyai beberapa tujuan dan target:

Beberapa tujuannya adalah:

1.Untuk mengenalkan dan menerapkan sistem manajemen PCB untuk mengurangi dan/atau menghilangkan timbunan limbah PCB dan peralatan yang terkontaminasi PCB.

2.Untuk membuang sedikitnya 3.000 ton limbah dan peralatan yang terkontaminasi PCB dengan sistem ramah lingkungan yang memaksimalkan peluang kerja sama antara pihak swasta dan umum.
Targetnya adalah:

1.Penguatan kerangka kebijakan dan peraturan dalam pengelolaan PCBPembangunan dan pengembangan kapasitas kelembagaan

2.Pelaksanaan pilot dan pengembangan sistem pengelolaan limbah dan peralatan yang mengandung PCB secara berwawasan lingkungan

3.Peningkatan kesadaran publik terhadap dampak negatif PCB dan pentingnya pengelolaan PCB serta advokasi.

Posted on Leave a comment

Pestisida organik

http://citizendaily.net/wp-content/uploads/2016/05/14151648191369579839.jpg

Pestisida telah cukup lama digunakan dalam bidang pertanian. Manfaatnya adalah untuk meningkatkan hasil produksi pertanian karena hama yang dapat mengganngu pertanian dapat dibasmi. Namun tahukah kalian akhir-akhir ini penggunaa pestisida mulai dikhawatirkan dampak negatifnya terutama pada lingkungan?

Continue reading Pestisida organik