Posted on 1 Comment

Teori VSEPR

Teori VSEPR merupakan singkatan dari Valence Shell Electron Pair Repulsion yang dapat digunakan untuk menentukan struktur geometri suatu molekul berdasarkan tolakan pasangan elektron di sebuah atom terhadap atom lainnya. Teori VSEPR disebut juga teori Gillespie–Nyholm seperti nama orang yang mengembangkannya.

Gagasan tentang korelasi antara geometri molekul dan jumlah elektron valensi pertama kali disajikan dalam Kuliah Bakerian tahun 1940 oleh Nevil Sidgwick dan Powell Herbert di Universitas Oxford.Pada tahun 1957 Ronald Gillespie dan Ronald Sydney Nyholm di University College London menyempurnakan konsep ini untuk membangun sebuah teori yang lebih rinci mampu memilih antara berbagai alternatif geometri

Teori ini di dasarkan pada energi tolakan dari elektron yang terdapat pada atom dalam suatu molekul sehingga akan menyebabkan terbentuknya suatu geometri molekul tertentu. Dalam memakai teori VSEPR ada beberapa langkah yang harus dilakukan. Yaitu menentukan Atom pusat dari molekul tersebut. Langkah langkahnya yaitu. Continue reading Teori VSEPR

Posted on Leave a comment

Gas Rumah Kaca

1. Pengertian efek rumah kaca/global warming

English: This diagram shows how the greenhouse...
English: This diagram shows how the greenhouse effect works. (Photo credit: Wikipedia)

Solusi Efek rumah kaca, yang pertama kali diusulkan oleh Joseph Fourier pada 1824, merupakan proses pemanasan permukaan suatu benda langit (terutama planet atau satelit) yang disebabkan oleh komposisi dan keadaan atmosfernya Efek rumah kaca dapat digunakan untuk menunjuk dua hal berbeda: efek rumah kaca alami yang terjadi secara alami di bumi, dan efek rumah kaca ditingkatkan yang terjadi akibat aktivitas manusia Penyebab
Efek rumah kaca disebabkan karena naiknya konsentrasi gas karbon dioksida (CO2) dan gas-gas lainnya di atmosfer. Kenaikan konsentrasi gas CO2 ini disebabkan oleh kenaikan pembakaran bahan bakar minyak, batu bara dan bahan bakar organik lainnya yang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk menyerapnya.
Energi yang masuk ke Bumi:
• 25% dipantulkan oleh awan atau partikel lain di atmosfer
• 25% diserap awan
• 45% diserap permukaan bumi
• 5% dipantulkan kembali oleh permukaan bumi
Energi yang diserap dipantulkan kembali dalam bentuk radiasi inframerah oleh awan dan permukaan bumi. Namun sebagian besar inframerah yang dipancarkan bumi tertahan oleh awan dan gas CO2 dan gas lainnya, untuk dikembalikan ke permukaan bumi. Dalam keadaan normal, efek rumah kaca diperlukan, dengan adanya efek rumah kaca perbedaan suhu antara siang dan malam di bumi tidak terlalu jauh berbeda.
Selain gas CO2, yang dapat menimbulkan efek rumah kaca adalah belerang dioksida, nitrogen monoksida (NO) dan nitrogen dioksida (NO2) serta beberapa senyawa organik seperti gas metana dan klorofluorokarbon (CFC). Gas-gas tersebut memegang peranan penting dalam meningkatkan efek rumah kaca. Continue reading Gas Rumah Kaca

Posted on Leave a comment

Karbondioksida pun dapat Hasilkan Energi Baru

CO2 emissions
CO2 emissions (Photo credit: freefotouk)

Saat ini, akhirnya para peneliti yang berasal dari University of Georgia telah menemukan cara untuk mengubah karbon dioksida yang terperangkap di dalam atmosfer menjadi produk industri yang berguna. Penemuan mereka dapat segera menciptakan biofuel yang dibuat langsung dari karbondioksida di udara yang bertanggung jawab untuk menangkap sinar matahari dan meningkatkan suhu global.

Michael Adams, anggota bioenergi Sistem UGA Research Institute,professor Georgia Power bioteknologi dan Profesor Research Distinguished biokimia dan biologi molekuler di College Franklin Seni dan Ilmu Pengetahuan.  mengatakan bahwa pada dasarnya apa yang dilakukan adalah membuat mikroorganisme yang dapat menyerap karbondioksida pada tanaman dan mengubahnya menjadi sesuatu yang berguna. Continue reading Karbondioksida pun dapat Hasilkan Energi Baru