Posted on Leave a comment

Pemisahan Logam dari Bijihnya (2)

Bahasan artikel sebelumnya tentang pemisahan logam dari bijihnya di link. Sekarang sampai pada tahap bagaimana proses pemisahan logam menggunakan mikroorganisme. Cara tersebut diantaranya bioleaching dan bioremoval. Yuk langsung ke penjelasannya.

1.Bioleaching​

Bioleaching adalah suatu proses pelarutan/pelepasan logam atau pengambilan ekstraksi logam dari sedimen limbah atau bijih logam menjadi bentuk yang larut denganmenggunakan bantuan mikroorganisme. Pada metode bioleaching tidak mempersoalkan tentang pelarut yang digunakan, jadi boleh menggunakan pelarut yang tidak selektif terhadap logam tertentu. Faktor penting yang dapat mempengaruhi kualitas dan kuantitas bioleaching logam dari limbah padat (sedimen) atau bijih logam adalah jenis limbah padat yang akan diolah, ukuran partikel bijih, persen padatan, laju pengadukan yang paling optimal, pemilihan jenis mikroorganisme, waktu ekstraksi, persen ekstraksi, serta pH medium dan temperatur. Jenis padatan logam yang dapat digunakan untuk aplikasi bioleaching dapat berupa bijih dengan kandungan logam yang rendah ataupun limbah padat yang mengandung logam,seperti emas, timbal, seng, nikel, tembaga, krom dan sebagainya. Pemilihan mikroorganisme yang akan digunakan harus memiliki selektifitas terhadap logam-logam tertentu. Mikroorganisme yang umumnya digunakan dalam proses bioleaching bisa dari golongan bakteri dan fungi. Golongan bakteri seperti Thiobacillus ferooxsidans, thiobasillusthiooxidans, Escherechia Coli dan sebagainya, sedang golongan fungi seperti Aspergillus niger, dan penicillium simplicissium. Mengembangbiakan mikroorganisme dilakukan dengan mengambil sampel mineral dengan kondisi yang belum dilakukan perlakuan apapun. Sampel masih dalam kondisi terkemas tepat sebelum dilakukan pengambilan. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya interaksi dengan mikroorganisme yang tidak diharapkan, dengan kata lain untuk menjagaorisinalitas sampel. Mikroorganisme dikembangbiakan didalam media dan nutrisi tertentu.
2.Bioremoval

Bioremoval didefinisikan sebagai terakumulasinya dan terkonsentrasinya zat pencemar dari suatu cairan oleh bahan biologi, selanjutnya melalui proses recovery bahan tersebut dapat dibuang dan ramah terhadap lingkungan. Proses tersebut meliputi pemilihan strain yang sesuai, metode kulturisasi dan kondisi fisik biomassa. Mikroorganisme dimasukkan, ditumbuhkan dan selanjutnya dikontakkan dengan air yang tercemar ion-ionlogam berat. Proses pengontakkan dilakukan dalam jangka waktu tertentu yang bertujuan agar biomassa terikat dengan ion logam. Semakin lama logam dikontakkan dengan permukaan sel,maka akan semakin banyak permukaan sel yang menjadi aktif dan melakukan penyerapanterhadap logam. Setelah jangka waktu tertentu kemampuan penyisihan logam oleh biomassamenjadi menurun sampai mendekati konstan. Pada kondisi konstan mengindikasikan tidak ada lagi permukaan sel yang dapat menjadi aktif untuk membentuk ikatan dengan logam. Kemudian Don logam yang telah terikat tersebar pada permukaan sel, pengikatan ini didasarkan pada kemampuan daya afinitas yang dimilikinya kemudian penyerapan logam pada dinding sel terjadi  
akibat adanya berbagai senyawa pembangun dinding sel seperti senyawa-senyawa polysaccharides dan protein serta ligan-ligan ionik seperti asam karboksil, amino dan posfat .Senyawa-senyawa ini yang dianggap sebagai komponen aktif dalam proses biosopsi dengan membentuk senyawa kompleks dengan logam. Setelah terikat biomassa tersebut dipisahkan dari cairan. Biomassa yang terikat dengan ion logam diregenerasi untuk digunakan kembali atau kemudian dibuang kelingkungan. Kemudian pembuangan limbah merupakan aspek yang terpenting dari suatu proses bioremoval, pertama logam yang berikatan dapat di elute dan biomassa dapat digunakan kembali untuk beberapa siklus proses dan kedua biomassa yang berikatan denganlogam berat dapat direduksi dengan menggunakan sistem pengeringan.
sumber: http://www.academia.edu/

Posted on 2 Comments

Pemisahan Logam dari Bijihnya

​Pernahkah kalian melihat proses pemisahan logam dari bijih logam? Bijih logam sendiri adalah kumpulan mineral yang mengandung satu atau lebih logam yang dapat diolah secara menguntungkan.

Ada banyak cara untuk memisahkan logam dari bijihnya. Cara-cara tersebut dipelajari dalam metalurgi. Apa itu metalurgi?

Metalurgi adalah pengetahuan yang mengkaji tentang cara-cara pengolahan logam dari bijihnya hingga memperoleh logam yang siap untuk digunakan. Pengolahan logam dilakukan melalui beberapa proses, yaitu proses pengolahan mineral, proses ekstraksi logam,dan proses metalurgi fisika. Dalam proses pengolahan mineral, tahap uji yang paling kecil dilakukan adalah tes metalurgi. Tes metalurgi dilakukan untuk mengetahui komposisi kimia bijih, mempelajari mineralogi bijih (seperti komposisi mineral), densitas mineral, penetuankadar air (moisture), distribusi ukuran, dan derajat liberasi (rasio antara berat mineral yang bebas dibandingkan dengan berat mineral keseluruhan). Tahap lanjutan dari tes metalurgi adalah pengujian skala laboratorium. 
Proses metalurgi fisika dibagi menjadi 3 prinsip pengerjaan

1) Perlakuan awal,dengan cara melakukan pemekatan bijih (concentration of ore) agar bijih yang diinginkanterpisah dari materi pengotor.

 2) Proses reduksi, yaitu mereduksi senyawa logam yang ada pada bijih agar berubah menjadi logam bebas. 

3) Pemurnian (refining), yaitu melakukan pengolahan logam kotor melalui proses kimia agar diperoleh tingkat kemurnian tinggi.

Tetapi materi yang akan kita bahas pada artikel saat ini adalah penggunaan bakteri untuk memisahkan logam dari bijihnya atau biasa disebut bioteknologi mikroirganisme. 

Bioteknologi mikroorganisme adalah aspek bioteknologi industri yang berhubungan dengan proses yang melibatkan mikroorganisme. 

Pemanfaatan mikroorganisme untuk memisahkan logam dengan bijih logam kini diterapkan di pertambangan logam. Banyak jenis bakteri, khamir, dan gangang yang dapatdigunakan untuk mengoksidasi mineral sulfida.

Bagaimana caranya?

di next artikel yah.