Posted on Leave a comment

Mengenal Bilirubin pada Bayi (3)

​Berikut kami sajikan beberapa fakta tentang ASI, lanjutan dari artikel sebelumnya

1.Fakta Gizi

ASI mengandung gizi komplit yang sangat diperlukan bayi yang baru lahir. Kolostrum salah satunya. Cairan yang ada pada ASI ini merupakan makanan pengandung gizi lengkap: protein, vitamin A, karbohidrat, dan lemak rendah. Cairan inilah yang benar-benar dibutuhkan seorang bayi ketika lahir. Selain itu, kolostrum juga mengandung zat kekebalan terutama lgA (immunoglobulin A) yang dapat melindungi bayi dari masalah pencernaan seperti diare. Satu lagi kelebihan kolostrum, yaitu mampu mengeluarkan kotoran bayi baru lahir yang biasanya berwarna hitam kehijauan. Kotoran seperti ini disebut mekonium.

Ada pula Whei dan Casein, dua zat yang berperan dalam proses penyerapan protein. Whei dan Casein mengandung rasio perbandingan yang sangat pas untuk bayi, yaitu 65:35 sehingga protein lebih mudah diserap.

Taurin yaitu asam amino. Taurin banyak dikandung di dalam ASI. Zat ini berfungsi sebagai neurotransmitter (penghubung antarsyaraf) sehingga membantu bayi dalam proses maturasi otak atau perkembangan otak.

AA (Arachidonic Acid) dan DHA (Decosahexanoic Acid), yaitu asam lemak tak jenuh yang berfungsi dalam pembentukan sel-sel otak yang optimal.

2.Fakta Psikologis

Kontak antara ibu dengan bayi dapat menjadi stimulus baik yang merangsang pertumbuhan bayi. Bayi yang sering menyusu lebih dapat terkontrol emosinya dan jarang menangis. Kedua hal ini karena ia yakin bahwa ibunya selalu ada kapan pun saat ia membutuhkan. 

Rasa percaya diri dan keyakinan yang tinggi dapat menyusui bayinya merupakan fakta psikologis bagi sang ibu. Ibu yang emosinya stabil akan mencurahkan cinta dan kasih sayang kepada bayi sehingga meningkatkan produksi hormon, terutama oksitosin yang dapat meningkatkan produksi ASI.

3.Fakta Kecerdasan Bayi

Kandungan gizi ASI terbukti mampu meningkatkan perkembangan sistem syaraf otak sehingga bayi menjadi cerdas. Ketika ibu menyusui, ucapan yang keluar dari mulut ibu dapat didengar oleh bayi dan merangsang syaraf-syaraf di otak untuk kemudian dicerna dan dipelajarinya.

4.Fakta Ekonomi

Ibu yang menyusui bayinya tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membeli susu formula atau susu pengganti ASI. Apalagi resiko lain yang bisa saja terjadi jika bayi tidak cocok dengan susu formula, misalnya sakit pencernaan, mencret, diare,dan sebagainya, harus mengeluarkan biaya untuk pengobatan. Orang tua juga tidak perlu repot membeli peralatan menyusu seperti botol susu, termos air panas, dan lain-lain.

5.Fakta Kesehatan

Menyusui tidak hanya menyehatkan bayi, tetapi juga menyehatkan ibu. Ibu yang menyusui bayi secara baik, kondisi kesehatannya jauh lebih baik dibandingkan ibu yang tidak menyusui. Ibu akan bangun dan tidur secara teratur karena bayi yang menyusu ASI memiliki pola tidur yang teratur.

6.Fakta Jarak Kelahiran
Meski tidak semua ibu mengalaminya, pemberian ASI secara eksklusif telah terbukti dapat menunda kehamilan sehingga jarak kelahiran bayi dan adiknya dapat terjaga. Ini sekaligus sebagai alat kontrasepsi alami dan dikenal sebagai MAL (Metode Amenorea Laktasi)

7.Fakta Neurologis

Tubuh manusia terdiri dari ribuan jaringan syaraf. Semakin baik koordinasi antar syaraf, semakin baik pula kehidupan seseorang. Begitu pula yang terjadi pada bayi yang mampu menyusu dengan baik. Koordinasi syaraf menelan, mengisap, dan bernafas pada bayi baru lahir dapat lebih sempurna sehingga pertumbuhannya lebih optimal.
8.Fakta Imun dan Kekebalan

ASI mengandung zat anti infeksi yang disebut kolostrum. Di dalamnya terdapat sekretori lgA yang dapat melumpuhkan bakteri E Colli dan berbagai virus pada pencernaan, laktoferin (sejenis protein) yang dapat mengikat zat besi pada pencernaan, lysosim enzim yang dapat melindungi bayi dari bahaya bakteri (E Colli dan Salmonella) dan virus, sel darah putih yang mengandung tiga macam antibodi: Brochus- Asociated Lympocite Tissue (BALT) antibodi pernafasan,Gut Asociated Lympocyte Tissue (GALT) antibodi saluran pernafasan, dan Mammary Asociated Lympocyte Tissue (MALT) antibodi jaringan payudara ibu.
Beberapa kandungan zat di atas berfungsi sebagai pembentuk kekebalan bayi terhadap benda asing selain dua hal berikut, ASI bersih dan tidak mungkin terkontaminasi.

Ayo para ibu dan calon ibu semangat mengASIhi!

Source: Haifa Ramadhan

Posted on Leave a comment

Mengenal Bilirubin Pada Bayi(2)

​Setelah membaca artikel sebelumnya tentang bilirubin pada bayi. Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana bila diketahui bayi kita memiliki nilai bilirubin yang tinggi? Pemeriksaan bilirubin dilakukan di laboratorium rumah sakit dengan darah bayi sebagai sampel.

Sebelum membahas penanganannya, terlebih dahulu kita lihat berbagai resiko yang mungkin terjadi akibat bilirubin yang tinggi. Apa saja ya?

  1. Kejang

Dampak ringan yang akan menimpa bayi yang mengalami penyakit kuning patologis adalah bayi akan mengalami kejang. Hal itu disebabkan oleh kadar bilirubin di dalam tubuh yang tinggi dan menyerang sistem kekebalan tubuh bayi tersebut. Reaksi yang akan ditimbulkan adalah step atau kejang pada tubuh bayi.

  1. Merusak Sel-Sel Otak

Bahaya bayi kuning adalah kadar bilirubin yang berlebihan bisa masuk ke dalam sel-sel otak bayi dan merusak sel-sel otak bayi. Sel otak merupakan sel yang sangat penting sebab sel otak tersebut membawahi sel-sel yang ada di dalamnya. Akibatnya adalah organ yang dibawahi otak akan menjadi terganggu.

  1. Meracuni Otak

Bahaya bayi kuning karena kadar bilirubin yang terlalu banyak di dalam tubuh bayi justru bisa meracuni otak bayi. Jika otak teracuni, sel otak tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Berbagai macam penyakit otak bisa muncul jika kadar bilirubin terus dibiarkan tinggi berada di dalam tubuh bayi.
Pemeran utama dari penyembuhan bilirubin adalah ASI itu sendiri. Oleh karena itu, memperbanyak ASI akan membantu memecah sel darah merah sehingga nilai bulirubin dapat menurun. Kemudian jemur pada matahari pagi sebelum jam 9 dengan tujuan bayi berkeringat sehingga menjadi haus. Jika bayi malas menyusu,bangunkan paksa,mereka butuh banyak ASI,karena bayi kuning berefek pada malas nyusu.Tidak hanya anak, ibu juga harus dalam keadaan nyaman dan terhindar dari stres. Sehingga dampak positif akan memperbanyak ASI.  Pastikan Ibu cukup istirahat agar tetap terjaga staminanya. Ibu perbanyak asupan cair, agar asi terus deras.

Usaha lainnya adalah menghindari bayi dari wangi-wangian terutama kapur barus. Pewangi juga nemicu kuning pada bayi.  

Wow sebegitu hebatnyakah manfaat ASI untuk bayi! Apa saja ya kandungan dalam ASI? Next artikel akan dibahas lagi ya.

Posted on Leave a comment

Pentingnya Perhatikan Asupan Gizi Anak

Sampai menginjak usia satu tahun, bayi pada umumnya masih harus mendapatkan ASI atau air susu ibu yang diperlukan sebagai sumber untuk memenuhi gizinya. Pemberian ASI tersebut disesuaikan dengan keinginan bayi atau biasa disebut sebagai on demand. Setengah dari kebutuhan bayi dapat dipenuhi dari mengonsumsi ASI tersebut, apalagi sebagian dari kebutuhan lain dapat terpenuhi dari makanan pendampiung ASI atau bisa disingkat sebagai MPASI. Pemberian ASI kepada bayi sesungguhnya tetap dapat dipertahankan sampai usia 2 tahun. Meskipun demikian, para ibu bisa mengurangi frekuensi pemberian ASI dengan bertahap. Usaha dalam menyapih bayi tersebut tentu perlu dilakukan secara bertahap serta harus dapat menghindari penghentian secara mendadak.

Setelah mencapai usia 12 bulan atau 1 tahun, pemberian ASI mulai dikurangi karena si kecil sudah mulai diperkenalkan dengan berbagai makanan keluarga. Makanan padat yang berupa MPASI tersebut juga mulai diberikan kepada si bayi dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan gizi anak selain gizi yang terdapat di dalam ASI. Pemberian ASI pun tentu ada tujuannya. Seperti menambah energi serta zat yang diperlukan oleh anak, membiasakan anak untuk mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang, membantu anak agar bisa beradaptasi terhadap makanan yang mengandung kadar energi yang cukup tinggi, mengembangkan kemampuan anak untuk menerima berbagai macam kanan dengan berbagai rasa maupun bentuk lalu dapat mengembangkan kemampuannya dalam mengunyah makanan serta menelan makanan yang padat. Continue reading Pentingnya Perhatikan Asupan Gizi Anak