Mendikdasmen Akui Uji Coba TKA SD-SMP Masih Bermasalah
Pemerintah terus berupaya memastikan kelancaran pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Namun, dalam beberapa tahap uji coba, masih ditemukan berbagai kendala yang menghambat prosesnya. Beberapa dari masalah tersebut meliputi pemadaman listrik serta akses sistem yang lambat di berbagai daerah, khususnya di wilayah terpencil seperti Nusa Tenggara Timur (NTT).
Menurut Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, semua hambatan yang muncul selama masa uji coba ini wajar adanya. Pasalnya, TKA masih dalam tahap pengujian atau try-out, yang bertujuan untuk mengevaluasi kesiapan sistem sebelum diterapkan secara penuh. “Ini masih masa try-out. Jadi kami sedang mengukur kemampuan sistemnya, termasuk berapa banyak murid yang bisa masuk dalam satu waktu,” jelas Mu’ti saat diwawancarai di kediamannya di Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten, pada Selasa, 17 Maret 2026.
Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah sistem yang menjadi lambat ketika diakses bersamaan oleh banyak peserta. Hal ini menjadi bahan evaluasi untuk menentukan skema pelaksanaan TKA ke depan, termasuk pembagian sesi atau shift peserta. “Jika loading terlalu banyak dan membuat sistem lambat, itu akan menjadi masalah. Oleh karena itu, kami sedang merekayasa agar akses tidak terganggu di setiap sekolah,” tambahnya.
Selain masalah teknis jaringan, pemadaman listrik juga sempat terjadi saat gladi bersih di NTT. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah telah menyiapkan mekanisme ujian susulan bagi peserta yang terdampak. “Jika listrik mati atau ada kendala lain, nanti bisa dibuat jam susulan. Bukan ujian ulang, tapi susulan,” jelas Mu’ti. Skema serupa juga berlaku bagi siswa yang tidak dapat hadir karena sakit atau alasan tertentu.
Untuk memperkuat infrastruktur pendukung, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk PLN dan Telkom, guna memastikan pasokan listrik dan jaringan internet tetap stabil. Bagi sekolah yang belum memiliki akses internet memadai, pemerintah menyediakan dukungan teknologi tambahan. “Yang belum punya jaringan juga kita bantu, misalnya dengan Starlink. Itu kita fasilitasi untuk sekolah,” ungkap Mu’ti.
Ia menegaskan bahwa seluruh kendala yang muncul selama masa uji coba telah didata dan akan menjadi bahan evaluasi sebelum pelaksanaan TKA secara penuh. Dengan demikian, diharapkan sistem dapat berjalan lancar di seluruh Indonesia.
- How MAPS Breaks Down Barriers for Homeless Students - April 16, 2026
- Mendikdasmen Akui Uji Coba TKA SD-SMP Masih Bermasalah - April 16, 2026
- New Skatepark Opens in Metro Atlanta - April 15, 2026




Leave a Reply