Cara Cek Jenis Kelamin Bayi dengan Baking Soda, Akurat?

Salah satu hal yang paling dinantikan oleh pasangan saat mengetahui bahwa istri sedang hamil adalah mengenai jenis kelamin bayi. Ya, Moms, Anda dan suami mungkin sangat penasaran untuk mengetahui apakah janin yang dikandung berjenis kelamin perempuan atau laki-laki.
Untuk mengetahui jenis kelamin bayi, biasanya dapat dilakukan melalui pemeriksaan USG. Jenis kelamin bayi biasanya akan mulai terlihat saat usia kehamilan memasuki trimester kedua atau ketika usia kehamilan melebihi 14 minggu. Nantinya, dokter akan mengidentifikasi jenis kelamin jika posisi bayi memungkinkan untuk menunjukkan alat kelaminnya. Hal ini tentu membuat para calon orang tua semakin antusias.
Nah, bagi yang ingin segera mengetahui jenis kelamin bayi, ada satu cara yang dipercaya bisa digunakan sebagai eksperimen di rumah. Metode ini hanya membutuhkan bahan-bahan sederhana seperti baking soda (soda kue), segelas air, dan urine pertama yang diambil di pagi hari.
Hasil dari penggabungan urine ibu hamil dengan baking soda dapat dilihat dari reaksinya, apakah berbuih atau tidak. Dikutip dari What To Expect, tes gender menggunakan soda kue dilakukan dengan cara yang sederhana:
- Tuang 1-2 sendok baking soda ke dalam gelas atau cangkir kecil
- Tuang sedikit urine ke dalam gelas tersebut
- Jika campuran tersebut berbuih, seperti minuman ringan yang dikocok, maka kemungkinan besar janin yang dikandung adalah anak laki-laki. Sebaliknya, jika baking soda dan urine tidak menunjukkan reaksi apa pun, maka kemungkinan besar janin yang dikandung adalah anak perempuan.
Beberapa ibu melaporkan bahwa hasil tes dengan baking soda akurat sesuai dengan hasil pemeriksaan USG. Namun, apakah metode ini benar-benar seakurat itu?
Tes Jenis Kelamin Bayi dengan Baking Soda, Akurat atau Tidak?

Sayangnya, belum ada bukti ilmiah yang mendukung keakuratan metode ini. Medical News Today melaporkan bahwa baking soda bereaksi dengan asam, sehingga menyebabkan beberapa di antaranya berbuih dan menimbulkan gelembung-gelembung kecil.
Teori di balik tes ini adalah bahwa keasaman atau pH urine orang hamil akan berubah untuk menunjukkan jenis kelamin janin. Namun, peneliti menegaskan bahwa tidak ada bukti yang mendukung teori ini.
Hal ini karena banyak variabel yang dapat memengaruhi kadar pH urine. Bahkan, Anda mungkin mendapatkan hasil yang berbeda jika tes dilakukan pada hari yang berbeda.
Selain itu, ada faktor lain yang dapat memengaruhi keasaman urine, misalnya pola makan, obat-obatan yang dikonsumsi, dan status hidrasi. Semua faktor ini dapat berubah selama kehamilan, tetapi jenis kelamin bayi tidak akan berubah.
Itu artinya, uji tes kelamin bayi dengan baking soda hanyalah sekitar 50 persen, atau berarti peluangnya sama besar.
Metode yang Tepat untuk Cari Tahu Jenis Kelamin Bayi

Bukan dengan baking soda, Anda disarankan untuk melakukan pemeriksaan ini jika ingin mencari tahu jenis kelamin si kecil:
- USG
Studi terbaru mengungkap bahwa dokter atau tenaga profesional mungkin sudah bisa menentukan jenis kelamin dengan pemeriksaan USG sebelum usia kehamilan 12 minggu (trimester satu). Namun, keakuratannya lebih tinggi saat kehamilan telah mencapai trimester kedua.
Namun, hasil USG mungkin akan sedikit sulit ketika janin berada di dalam posisi yang tidak menunjukkan alat kelaminnya. Bagaimana dengan akurasinya? Pemeriksaan USG memiliki keakuratan 87 persen bila dilakukan pada trimester pertama, dan 99 persen pada trimester kedua.
- Tes DNA
Tes prenatal non-invasif (NIPT) melibatkan tes darah untuk menyaring kondisi kesehatan terkait kromosom tertentu yang dapat memengaruhi janin. NIPT juga dapat mendeteksi jenis kelamin janin, lho!
Tes darah ini bekerja dengan mencari keberadaan kromosom Y. Dua kromosom X menunjukkan jenis kelamin perempuan, sedangkan keberadaan kromosom Y menunjukkan jenis kelamin laki-laki.
- Amniosentesis
Amniosentesis adalah tes diagnostik yang menganalisis susunan genetik bayi dan menyaring kelainan kromosom. Tes ini biasanya dilakukan antara minggu ke-16 dan ke-18 kehamilan.
Tes ini dilakukan dengan memasukkan jarum melalui perut ibu hamil ke dalam cairan ketuban yang mengelilingi bayi. Jarum akan mengambil sampel kecil cairan ketuban untuk dikirim ke laboratorium untuk dianalisis. Janin melepaskan sel-sel ke dalam cairan ketuban, yang memungkinkan dokter untuk mendeteksi masalah genetik.
Namun, tes ini biasanya dilakukan dengan kehamilan berisiko tinggi, dan tidak dirancang untuk hanya mengetahui jenis kelamin bayi. Meski memang, metode ini akurasinya bisa mencapai 100 persen.
- 100 Soal & Kunci Jawaban Bahasa Inggris Kelas 3 SD Semester 1 (Kurikulum Merdeka 2025) - December 16, 2025
- These researchers say they have serious questions about UFOs, aliens - December 16, 2025
- Ketentuan Tersembunyi dalam RUU Pendanaan Dem Mengundang Kemarahan atas ‘Perawatan Kesehatan Gratis’ Bagi Imigran: LAPORAN - December 16, 2025




Leave a Reply