Peristiwa Korosi Pada Logam dan Cara Pencegahannya

KOROSI

Pernahkah sahabat bisakimia.com mengamati logam yang berkarat? Peristiwa perkaratan pada logam tersebut dikenal dengan istilah korosi. Untuk memahami lebih jauh tentang peristiwa korosi pada logam serta cara pencegahannya, silahkan teman-teman sahabat bisakimia.com menyimak penjelasan berikut.

Besi berkarat
Contoh peristiwa perkaratan pada besi

1. Pengertian Korosi

Korosi adalah kerusakan logam akibat reaksi redoks antara suatu logam dengan berbagai zat di lingkungannya yang menghasilkan senyawa-senyawa yang tidak dikehendaki atau peristiwa logam yang mengalami oksidasi.

Korosi merupakan salah satu proses kimia dalam kehidupan sehari-hari yang berhubungan dengan peristiwa elektrokimia dan merupakan suatu reaksi redoks spontan. Dalam bahasa sehari-hari, korosi disebut perkaratan. Contoh korosi yang paling lazim adalah perkaratan besi.

Pada peristiwa korosi, logam mengalami oksidasi, sedangkan oksigen (udara) mengalami reduksi. Karat logam umumnya adalah berupa oksida atau karbonat. Rumus kimia karat besi adalah Fe2O3.nH2O, suatu zat padat yang berwarna coklat-merah.

2. Pencegahan Korosi

a. Prinsip Utama:

Adapun prinsip utama dari pencegahan perkaratan adalah mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan logam berkarat.

b. Cara Pencegahan Korosi:

1. Diolesi dengan minyak pelumas (bersifat sementara)

2. Mencegah logam kontak langsung dengan zat-zat kimia yang korosif di lingkungan, seperti H2O(l), CO2(g), O2(g), asam-asam (misalnya HCl), NaCl, dan sebagainya. Caranya adalah melapisi logam dengan cat.

3. Melapisi logam dengan logam lain (Eo > Eo Fe atau Eo < Eo Fe), dengan cara penyepuhan (elektroplating).

Contohnya logam besi (Fe) disepuh dengan logam yang lebih reaktif daripada Fe, misalnya logam Cr, Zn, Al, dan Mg (letaknya dalam deret Volta adalah di sebelah kiri Fe).

Besi yang dilapisi dengan logam yang memiliki Eo > Eo Fe (misalnya Sn) hanya terlindungi selama lapisan tersebut utuh. Apabila tergores hingga kedua  permukaan logam kontak dengan udara, maka akan terjadi korosi. Karena Eo Fe lebih kecil maka besi menjadi anode, besi akan teroksidasi dan logam pelapisnya aman-aman saja. Contoh: Pelapisan Sn pada kaleng makanan.

4. Dengan membuat alloy (paduan logam), misalnya stainless steel yang merupakan campuran logam-logam Fe, Ni, Cr.

5. Perlindungan katodik (proteksi katodik).

Salah satu metode untuk mencegah korosi antara lain dengan menghubungkan logam (misalnya Fe) dengan logam yang lebih reaktif/mempunyai Eo lebih kecil dari Fe (letaknya lebih kiri dari logam tersebut dalam deret volta).

Jadi, Fe (besi) terlindungi karena dijadikan katode, sedangkan logam pelindungnya (anode) yang memiliki potensial elektrode yang lebih negatif dikorbankan/mengalami oksidasi menggantikan Fe. Metode pencegahan karat seperti ini disebut perlindungan katodik.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa logam yang paling sesuai untuk proteksi katodik adalah logam Mg. Contoh lain dari perlindungan katodik adalah pipa besi, tiang telepon, dan berbagai barang lain yang dilapisi dengan zink, atau disebut Galvanisasi.

Zink dapat melindungi besi dari korosi sekalipun lapisannya tidak utuh. Oleh karena potensial reduksi besi lebih positif daripada zink (posisinya dalam deret Volta lebih ke kanan), maka besi yang kontak dengan zink akan membentuk sel elektrokimia dengan besi sebagai katode. Dengan demikian besi terlindungi dan zink yang mengalami oksidasi. Badan mobil-mobil baru pada umumnya telah digalvanisasi, sehingga tahan karat.

*Semoga Bermanfaat*

 

Sumber image: https://id.wikipedia.org/wiki/Redoks

Sumber:

  1. https://id.wikipedia.org/wiki/Redoks
  2. Muchtaridi. 2017. Kimia SMA Kelas XII. Penerbit Yudhistira.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.