Metode Gasifikasi Batu Bara

Halo sobat Bisa Kimia, masih ingat artikel sebelum nya yaitu proses pembuatan hidrogen? kali ini Bisa Kimia membuat artikel lanjutan yaitu bagian ke-3 yaitu mengenai metode Gasifikasi batu bara. Yuk langsung saja di baca .

 

Hasil gambar untuk gasifikasi batubara pembuatan hidrogen

Metode Gasifikasi Batu Bara

Gasifikasi batu bara merupakan metode pembuatan gas hidrogen tertua. Biaya produksinya hampir dua kali lipat dibandingkan dengan metode steam reforming gas alam. Selain itu, cara ini pula menghasilkan emisi gas buang yang lebih signifikan. Karena selain CO2 juga dihasilkan senyawa sulfur dan karbon monoksida.

Melalui cara ini, batu bara pertama-tama dipanaskan pada suhu tinggi dalam sebuah reaktor untuk mengubahnya menjadi fasa gas. Selanjutnya, batu bara direaksikan dengan steam dan oksigen, yang kemudian menghasilkan gas hidrogen, karbon monoksida dan karbon dioksida.

Secara umum, teknologi pemanfaatan batu bara terbagi menjadi pembakaran  (combustion), pirolisis (pyrolysis), pencairan (liquefaction), dan gasifikasi (gasification).

Pembakaran merupakan pemanfaatan batubara secara langsung untuk memperoleh energi panas, menghasilkan produk sampingan berupa gas buang (flue gas) dan abu. PLTU merupakan salah satu contoh pemanfaatan batu bara secara langsung, dimana batu bara dibakar di boiler untuk menghasilkan panas yang akan digunakan untuk mengubah air menjadi uap air (steam), yang selanjutnya digunakan untuk menggerakkan turbin uap dan memutar generator untuk menghasilkan energi listrik.

Sedangkan pada pirolisis, batubara, dipanaskan dalam kondisi tanpa oksigen. Pada keadaan demikian, zat terbang (volatile matter) di dalam nya akan terusir keluar. Bila suhu pemanasan nya rendah, proses ini disebut pirolisis suhu rendah. Menghasilkan produk berupa bahan bakar padat non asap (coalite), Sedangkan pada pirolisis suhu tinggi, bila batu bara yang di proses adalah batu bara kokas, maka akan dihasilkan kokas yang keras  Selain padatan yang disebut char ataupun kokas, produk sampingan berupa gas dan material cair yang disebut tar juga akan dihasilkan pada pirolisis. Pada awalnya, gas dan tar ini tidak dimanfaatkan. Gas hasil pirolisis ini dimulai dimanfaatkan sejak tahun 1800an, yang digunakan untuk keperluan penerangan. Pemanfaatannya bahkan meluas hingga untuk bahan bakar (fuel gas), sehingga industri pirolisis yang bertujuan untuk menghasilkan gas dari batubara pun berkembang pesat. Pada industri ini, gas merupakan produk utama, sedangkan char atau kokas dan tar merupakan produk sampingan.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.