Skip to content
Iklan

Apa sih validasi metode itu?


https://encrypted-tbn3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRyiMFC91C2NkLO4va31MAjA8HWSI_7gWWjHJ50NhbZGsfnnAqd

sumber

Bila melakukan kegiatan di laboratorium, analisis salah satu bahan misalnya. Tentunya kita melakukan dengan mengikuti metode yang ada. Tahukah kalian bahwa sebelumnya metoda tersebut harus divalidasi dahulu?

Metode-metode analisis secara rutin dikembangkan , divalidasi, dikaji secara bersama-sama dan diaplikasikan.

Apa sih pengertian validasi?
Validasi  merupakan suatu tindakan penilaian terhadap parameter tertentu berdasarkan percobaan laboratorium untuk membuktikan bahwa parameter tersebut memenuhi persyaratan untuk penggunaannya.
Validasi biasanya diperuntukkan untuk metode analisa yang baru dibuat dan  dikembangkan.

Manfaatnya?
Manfaat validasi metode analisis yaitu evaluasi kinerja suatu metode analisis, menjamin akurasi dan presisi dari hasil prosedur analisis dan mengurangi resiko penyimpangan.

Apa saja tahapan-tahapan validasi?
Dalam melakukan validasi metode, parameter yang harus diuji meliputi: presisi, akurasi, batas deteksi (LoD), batas kuantitasi (LoQ), selektivitas, linieritas, ketahanan (robustness), sensivitas silang (cross-sensitivity),
Mari kita bahas masing-masing parameter.

https://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTarq2_R7O3kiIRewGdIMvVjDEFnpiFmU3HA1cx5KU3kN4q0AR0

Presisi dan Akurasi
1. Presisi
Merupakan kemampuan suatu metode analisis untuk menunjukkan kedekatan dari suatu seri pengukuran yang diperoleh dari sampel yang homogen.Terdapat 3 kategori pengujian presisi, yaitu :
a. Keterulangan (repeatability)
Repitabilitas menyatakan keterulangan yang dilakukan pada laboratorium yang sama pada rentang waktu yang singkat dan dilakukan oleh analis yang sama dengan menggunakan pereaksi yang sama. Tujuan parameter ini adalah melihat konsistensi analis, kesulitan metode, kesesuaian metode dan contoh uji.  Repitabilitas dinilai dengan menggunakan minimum 9 penentuan dalam rentang penggunaan metode analisis tersebut (misalnya 3 konsentrasi/3 replikasi).

b. Presisi Antara (Intermediate Precision)
Presisi antara menyatakan presisi yang dilakukan pada laboratorium yang sama pada hari yang berbeda oleh analis yang berbeda dan sumber pereaksi yang berbeda. Tujuan parameter ini adalah untuk memastikan pada laboratorium yang sama metode akan menyediakan hasil yang tidak berbeda nyata.

c. Reprodusibilitas, dengan menggunakan beberapa laboratorium untuk validasi metode analisis, agar diketahui pengaruh lingkungan yang berbeda terhadap kinerja metode analisis.

2. Akurasi
Akurasi merupakan ukuran yang menunjukkan kedekatan hasil analisis terhadap nilai yang sebenarnya. Akurasi ditetapkan melalui uji rekoveri. Uji rekoveri dilakukan dengan men-spike  (menambahkan) analat target pada konsentrasi tertentu ke dalam sampel.
Akurasi dinilai dengan menggunakan sedikitnya 9 penentuan dengan sedikitnya 3 tingkat konsentrasi dalam rentang pengujian metode analisis tersebut (misalnya 3 konsentrasi/3 replikasi untuk tiap prosedur analisis lengkap).
Ketepatan metode analisa dihitung dari besarnya rata-rata (mean, x) kadar yang diperoleh dari serangkaian pengukuran dibandingkan dengan kadar sebenarnya.

                                   Hasil analisis
Recovery =   ————————————-  x 100%
Nilai sebenarnya

Syarat recovery : 98 – 102 %

Untuk parameter lainnya tunggu artkel selanjutnya yah!

Iklan

1 Komentar »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: