Skip to content
Iklan

Bahaya Radiasi Ponsel


Cellphone Use Linked to Selfish Behavior in UM...

Cellphone Use Linked to Selfish Behavior in UMD Study (Photo credit: University of Maryland Press Releases)

Pada tahun 2005, Ann Louise Gittleman didiagnosis mengidap tumor jinak parotis, salah satu kelenjar ludah yang terletak tepat di bawah daun telinga. Tumor jinak parotis merupakan salah satu tumor yang sangat jarang yang paling sering disebabkan oleh radiasi ionisasi dari x-ray. Hal ini disebabkan karena dia telah kecanduan ponselnya, dan terus-menerus, selama bertahun-tahun.
Pada tahun 2008, para peneliti di Journal of the American Epidemiology menemukan bahwa orang yang terus mendekatkan ponsel mereka di satu sisi kepalanya selama beberapa jam sehari, 50 persen kemungkinan dapat menyebabkan perkembangan tumor parotis.
Sayangnya, seperti kebanyakan orang Amerika berada dalam asumsi yang salah bahwa ponsel dan elektronik rumah tangga lainnya aman bagi mereka. Sekarang, dia tahu lebih baik. Bahkan hal ini lebih penting untuk menyadari bahaya bagi anak-anak.
Paul J. Rosch, MD, profesor klinis kedokteran dan psikiatri di New York Medical College dan. Anggota dari emeritus The Bioelectromagnetics Society mengatakan, “Anak-anak lebih mudah terkena dampaknya karena otak mereka masih dalam perkembangan dan tengkorak mereka lebih tipis”.
Panggilan telepon selama dua menit dapat mengubah fungsi otak pada anak selama satu jam, hal itu pula yang menjadikan alasan mengapa negara-negara lain melarang atau mencegah penggunaan ponsel di bawah usia 18.
Bahkan, inovasi elektronik dan digital yang telah membuat kehidupan menjadi lebih modern, lebih nyaman dan efisien, juga mengekspos orang untuk ribuan frekuensi elektromagnetik buatan dan panjang gelombang yang belum pernah di alami manusia. Ada cara sederhana untuk mengurangi frekuensi yang menyebabkan ‘elektro-polusi’ terutama di dalam ruangan, di mana orang Amerika yang paling menghabiskan waktu di dalam kamar tidur, ruang keluarga, dan kantor, yaitu :
1. Matikan Wi-Fi dan Mengeluarkan Nirkabel Charger Ponsel di Tempat Tidur
Nirkabel charger ponsel memancarkan daya frekuensi radio, bahkan ketika tidak digunakan. Sinyal digital berdenyut lebih merusak daripada sinyal analog, dan mereka seharusnya tidak berada di dekat kepala tempat tidur.

2. Dinding Tidak Menjadi Penghalang Medan Magnet.
Bagian belakang lemari es menghasilkan medan elektromagnetik besar yang melewati dinding. Jadi, Jika ruang keluarga berbagi dinding dengan kulkas maka sofa tidak boleh diletakkan di dekat dinding tersebut.

3. Jangan Tidur di Dekat Laptop
Laptop memang seringkali berada ditempat tidur bersama kita, bahkan kita tidak sadar hal itu akan menimbulkan elektro-polusi yang berbahaya bagi kesehatan. Terutama wanita hamil, sebaiknya menjaga jarak dari barang yang satu ini. Bahkan sebelum lahir, seorang anak akan terkena ‘elektro-polusi’ di dalam rahim.

4. Konsumen Harus Lebih Sadar.
San Fransisko menjadi salah satu kota yang menyetujui sebuah peraturan yang mewajibkan para pengecer menginformasikan kepada para konsumen tentang tingkat radiasi ponsel pada titik penjualan. Langkah – langkah serupa harus diterapkan disetiap outlet ritel yang menjual ponsel diseluruh negara (termasuk barang-barang elektronik lainnya).

Semua orang beresiko ketika mendekati polusi yang dinamakan’elektro-polusi’ tersebut, yang merupakan jenis polutan baru. Elektro-polusi memiliki potensi menjadi lebih mematikan bagi orang-orang sekarang, generasi masa depan dan planet kita.

Sumber : http://totalhealthmagazine.com/

 

Iklan

4 Comments »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: