Posted on 3 Comments

Aturan Aufbau pada Konfigurasi Elektron

​Tentu kalian telah mengetahui apa itu konfigurasi elektron. Konfigurasi elektron menggambarkan penataan elektron-elektron dalam suatu atom. Sebagai contoh, walaupun sama-sama subkulit 1s tetapi tingkat energi dari subkulit 1s untuk atom natrium tidak sama dengan tingkat energi 1s untuk atom magnesium. Meskipun demikian terdapat suatu aturan yang bersifat umum untuk memperkirakan penataan elektron dalam suatu atom. Pada penulisan konfigurasi elektron perlu dipertimbangkan tiga aturan (asas), yaitu prinsip Aufbau, asas Larangan Pauli, dan kaidah Hund.

Aturan yang akan dibahas saat ini adalah Aturan Aufbau
Aufbau berarti membangun. Menurut prinsip Aufbau ini elektron di dalam suatu atom akan berada dalam kondisi yang stabil bila mempunyai energi yang rendah, sedangkan elektron-elektron akan berada pada orbital-orbital yang bergabung membentuk subkulit. Jadi, elektron mempunyai kecenderungan akan menempati subkulit yang tingkat energinya rendah.
Secara kasar besarnya tingkat energi dari suatu subkulit dapat diketahui dari nilai bilangan kuantum utama (n) dan bilangan kuantum azimut (l) dari orbital tersebut. 
Secara umum, orbital yang mempunyai harga n+l lebih besar akan mempunyai tingkat energi yang lebih tinggi, dan sebaliknya bila n+l kecil tingkat energinya juga kecil. Untuk harga n+l yang sama, maka orbital dengan harga n lebih besar akan mempunyai tingkat energi yang besar. 
Langkah-langkah penulisan konfigurasi elektron:
Menentukan jumlah elektron dari atom tersebut. Jumlah elektron dari atom unsur sama dengan nomor atom unsur tersebut.Menuliskan jenis subkulit yang dibutuhkan secara urut berdasarkan diagram curah hujan pada gambar 2 yaitu :  1s- 2s- 2p- 3s- 3p- 4s- 3d- 4p- 5s- 4d- 5p- 6s- 4f- 5d- 6p- 7s- 5f- 6p- 7p- 8sMengisikan elektron pada masing-masing subkulit dengan memperhatikan jumlah elektron maksimumnya, maka sisa elektron dimasukan pada subkulit berikutnya.

Cara lain untuk mengetahui urutan tingkat energi adalah dengan menggunakan deret pancaran cahaya seperti pada gambar utama artikel ini dengan mengikuti arah panah.

Posted on 1 Comment

Struktur Atom dan Sistem Periodik Unsur

Atom merupakan materi paling kecil dari suatu benda yang tidak dapat dibagi maupun dipisah dengankonfigurasi elektron reaksi apapun. Partikel penyusunnya adalah proton, elektron dan neutron.Proton dan neutron berada di dalam inti atom sedangkan elektron berada di dalam ruang seputar inti. Proton memiliki muatan positif, sedangkan elektron bermuatan negatif di mana neutron memiliki muatan netral atau tidak bermuatan. Setelah mengetahui apa itu atom maka kini kita juga harus mengetahui apa itu sistem periodik unsur. Sistem periodik unsur merupakan upaya pengelompokan unsur-unsur berdasarkan kemiripan sifatnya. Keperiodikan sifat unsur-unsur meliputi  perubahan secara periodik jari-jari atom, afinitas elektron, energi ionisasi dan keelektronegatifan unsur-unsur tersebut.

Hubungan antara sistem periodik dan sifat atom dari unsur-unsur tersebut ialah sistem periodik unsur mengacu pada pembahasan sifat-sifat atom dimana unsur yang sifatnya sama itu terletak pada golongan yang sama dalam sistem periodik unsur tersebut. Ikatan kimia tersebut juga adalah ikatan atom yang terikat satu sama lain dalam senyawanya disebabkan oleh adanya gaya. Ada 2 jenis ikatan kimia yang terjadi, yakni ikatan ion dan ikatan kovalen.

Ikatan ion memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

  1. Masing-masing unsur harus ada yang melepaskan dan menerima elektron agar elektron terluarnya serupa dengan elektron valensi unsur-unsur gas mulia sehingga mencapai kestabilan.
  2. Unsur golongan alkali dan alkali tanah cenderung melepaskan eletron terluarnya untuk mencapai kestabilan dengan membentuk ion positif. Continue reading Struktur Atom dan Sistem Periodik Unsur