Posted on Leave a comment

BEBERAPA MACAM INDUSTRI KIMIA

BEBERAPA MACAM INDUSTRI KIMIA

Sangat banyak materi – materi dari industri kimia di sekitar kita. Materi – materi ini termasuk bahan kimia berupa Farmasetika (Obat – obatan), Petrokimia dan bahan kimia pembuat cat mobil. Industri kimia memisahkan material kimia menggunakan teknik evaporasi (penguapan) dan menggunakan reaksi – reaksi kimia. Proses – proses ini dijalankan di dalam pabrik kimia.

Continue reading BEBERAPA MACAM INDUSTRI KIMIA

Posted on Leave a comment

Film Wall E vs Penyakit NCD

​Kalian pernah menonton film animasi Wall E? Ini merupakan kisah dimana bumi sudah dianggap tidak layak untuk menjadi tempat tinggal manusia dan bumi berubah menjadi tumpukan sampah yang tidak dapat diaur ulang akibat kemajuan teknologi yang begitu pesat.

Selain lucu dan seru yang paling menarik adalah mengenai ‘physical inactivity’ atau kekurangan aktivitas fisik sehingga disitu digambarkan orang2 di masa depan itu gendut-gendut alias menderita obesitas semua.

Karena kemajuan teknologi semua menjadi serba otomatis dan tidak membutuhkan gerakan fisik yang banyak.

Hal ini mengingatkan akan suatu program atau gerakan dari WHO yaitu Move For Health. Intinya adalah menghimbau orang untuk lebih banyak menggerakkan tubuhnya, lebih memperbanyak kegiatan yang berhubungan dengan fisik. Tujuannya untuk lebih meningkatkan kesehatan dan mengurangi resiko menderita beberapa penyakit berkategori ‘non-communicable diseases’ atau NCD. Apa tuh ?

Maksudnya suatu penyakit yang bukan dikarenakan oleh infeksi baik virus maupun bakteri. Penyebab utamanya adalah lebih kepada faktor keturunan, lingkungan dan gaya hidup. Oleh sebab itu sering juga disebut dengan ‘diseases of affluence’ atau penyakit karena kemakmuran. Nah loh.

Yup. Perkembangan dunia saat ini menyebabkan orang mulai mengurangi kegiatan fisiknya. Karena kamajuan teknolgi, kesibukan dan lainnya.

Contoh penyakit yang masuk kategori ini adalah darah tinggi, diabetes, jantung, kanker, asma dan penyakit kejiwaan. 

Penanganan secara khusus tentu berbeda-beda tergantung dari penyakit yang mendasarinya tetapi penanganan secara umum yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan pola hidup sehat seperti:

‌Makan-makanan dengan gizi seimbang secara teratur

‌Minum banyak air putih minimal 8 gelas per hariIstirahat yang cukup dengan kualitas tidur yang baik minimal 6-8 jam/hari

‌Olahraga ringan secara teratur minimal 3 kali sehari

‌Hindari konsumsi makanan olahan, mengandung pengawet, penyedap rasa atau pemanis buatan

‌Batasi konsumsi kafein seperti kopi atau teh

‌Hindari merokok

‌Hindari minuman beralkohol

‌Kelola stress

Keep health yup!

Posted on Leave a comment

Pemisahan Logam dari Bijihnya (2)

Bahasan artikel sebelumnya tentang pemisahan logam dari bijihnya di link. Sekarang sampai pada tahap bagaimana proses pemisahan logam menggunakan mikroorganisme. Cara tersebut diantaranya bioleaching dan bioremoval. Yuk langsung ke penjelasannya.

1.Bioleaching​

Bioleaching adalah suatu proses pelarutan/pelepasan logam atau pengambilan ekstraksi logam dari sedimen limbah atau bijih logam menjadi bentuk yang larut denganmenggunakan bantuan mikroorganisme. Pada metode bioleaching tidak mempersoalkan tentang pelarut yang digunakan, jadi boleh menggunakan pelarut yang tidak selektif terhadap logam tertentu. Faktor penting yang dapat mempengaruhi kualitas dan kuantitas bioleaching logam dari limbah padat (sedimen) atau bijih logam adalah jenis limbah padat yang akan diolah, ukuran partikel bijih, persen padatan, laju pengadukan yang paling optimal, pemilihan jenis mikroorganisme, waktu ekstraksi, persen ekstraksi, serta pH medium dan temperatur. Jenis padatan logam yang dapat digunakan untuk aplikasi bioleaching dapat berupa bijih dengan kandungan logam yang rendah ataupun limbah padat yang mengandung logam,seperti emas, timbal, seng, nikel, tembaga, krom dan sebagainya. Pemilihan mikroorganisme yang akan digunakan harus memiliki selektifitas terhadap logam-logam tertentu. Mikroorganisme yang umumnya digunakan dalam proses bioleaching bisa dari golongan bakteri dan fungi. Golongan bakteri seperti Thiobacillus ferooxsidans, thiobasillusthiooxidans, Escherechia Coli dan sebagainya, sedang golongan fungi seperti Aspergillus niger, dan penicillium simplicissium. Mengembangbiakan mikroorganisme dilakukan dengan mengambil sampel mineral dengan kondisi yang belum dilakukan perlakuan apapun. Sampel masih dalam kondisi terkemas tepat sebelum dilakukan pengambilan. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya interaksi dengan mikroorganisme yang tidak diharapkan, dengan kata lain untuk menjagaorisinalitas sampel. Mikroorganisme dikembangbiakan didalam media dan nutrisi tertentu.
2.Bioremoval

Bioremoval didefinisikan sebagai terakumulasinya dan terkonsentrasinya zat pencemar dari suatu cairan oleh bahan biologi, selanjutnya melalui proses recovery bahan tersebut dapat dibuang dan ramah terhadap lingkungan. Proses tersebut meliputi pemilihan strain yang sesuai, metode kulturisasi dan kondisi fisik biomassa. Mikroorganisme dimasukkan, ditumbuhkan dan selanjutnya dikontakkan dengan air yang tercemar ion-ionlogam berat. Proses pengontakkan dilakukan dalam jangka waktu tertentu yang bertujuan agar biomassa terikat dengan ion logam. Semakin lama logam dikontakkan dengan permukaan sel,maka akan semakin banyak permukaan sel yang menjadi aktif dan melakukan penyerapanterhadap logam. Setelah jangka waktu tertentu kemampuan penyisihan logam oleh biomassamenjadi menurun sampai mendekati konstan. Pada kondisi konstan mengindikasikan tidak ada lagi permukaan sel yang dapat menjadi aktif untuk membentuk ikatan dengan logam. Kemudian Don logam yang telah terikat tersebar pada permukaan sel, pengikatan ini didasarkan pada kemampuan daya afinitas yang dimilikinya kemudian penyerapan logam pada dinding sel terjadi  
akibat adanya berbagai senyawa pembangun dinding sel seperti senyawa-senyawa polysaccharides dan protein serta ligan-ligan ionik seperti asam karboksil, amino dan posfat .Senyawa-senyawa ini yang dianggap sebagai komponen aktif dalam proses biosopsi dengan membentuk senyawa kompleks dengan logam. Setelah terikat biomassa tersebut dipisahkan dari cairan. Biomassa yang terikat dengan ion logam diregenerasi untuk digunakan kembali atau kemudian dibuang kelingkungan. Kemudian pembuangan limbah merupakan aspek yang terpenting dari suatu proses bioremoval, pertama logam yang berikatan dapat di elute dan biomassa dapat digunakan kembali untuk beberapa siklus proses dan kedua biomassa yang berikatan denganlogam berat dapat direduksi dengan menggunakan sistem pengeringan.
sumber: http://www.academia.edu/

Posted on Leave a comment

Memahami Bilangan Reynold dalam Mekanika Fluida

​Tahukah kalian apa itu fluida? 

Fluida adalah suatu zat yang dapat mengalami perubahan-perubahan bentuk secara continue (terus-menerus) bila terkena tekanan/gaya geser walaupun relatif kecil atau bisa juga dikatakan suatu zat yang mengalir, kata fluida mencakup zat cair, gas, air, dan udara karena zat-zat ini dapat mengalir.

Sebaliknya batu dan benda2 keras (seluruh zat-zat padat tidak dapat dikategorikan sebagai fluida karena zat-zat tersebut tidak bisa mengalir secara continue).

Fluida adalah gugusan yang tersusun atas molekul2 dengan jarak pisah yang cukup besar gas dan jarak pisah yang cukup kecil untuk zat cair. Molekul2 tersebut tidak dapat terikat pada suatu sisi, melainkan zat-zat tersebut saling bergerak bebas terhadap satu dengan yang lainnya.

Fluida merupakan salah zat-zat yang bisa mengalir yang mempunyai partikel kecil sampi kasat mata dan mereka dengan mudah untuk bergerak serta berubah-ubah bentuk tanpa pemisahan massa.

Ketahanan fluida terhadap perubahan bentuk sangat kecil sehingga fluida dapat dengan mudah mengikuti bentuk ruang. 

Fluida di bagi menjadi2 bagian di antaranya adalah

  • Fluidan statis (fluida yang diam)
  • Fluida dinamis (fluida yang bergerak)

Apa saja contoh fluida?Berikut ini adalah contoh-contoh fluida diantaranya adalah : minyak pelumas, susu, air, udara, dan gas.

Semua zat-zat diatas atau zat cair itu dapat dikategorikan ke dalam fluida karena sifat-sifatnya fluida yang bisa mengalir dari  tempat yang satu ketempat yang lain.

Jenis aliran fluida terbagi dalam 2 bagian. Apa saja itu?

Ada aliran laminar dan aliran turbulen. Aliran laminar didefinisikan sebagai aliran fluida yang bergerak dalam lapisan-lapisan atau lamina-lamina dengan satu lapisan meluncur secara lancar pada lapisan yang bersebelahan dengan saling bertukar momentum secara molekuler saja. Kecenderungan ke arah ketidakstabilan dan turbulensi diredam habis oleh gaya-gaya geser viskos yang memberikan tahanan terhadap gerakan relatif lapisan-lapisan fluida yang bersebelahan.

Dalam aliran turbulen, partikel-partikel fluida bergerak dalam lintasan-lintasan yang sangat tidak teratur, dengan mengakibatkan pertukaran momentum dari satu bagian fluida ke bagian fluida yang lain. Aliran turbulen dapat berskala kecil yang terdiri dari sejumlah besar pusaran-pusaran kecil yang cepat yang mengubah energi mekanik menjadi ketidakmampubalikan melalui kerja viskos, atau dapat berskala besar seperti pusaran-pusaran besar yang berada di sungai atau hempasan udara. Pusaran-pusaran besar membangkitkan pusaran-pusaran yang kecil yang pada gilirannya menciptakan turbulensi berskala kecil. Aliran turbulen berskala kecil mempunyai fluktuasi-fluktuasi kecil kecepatan yang terjadi dengan frekuensi yang tinggi. Pada umumnya, intensitas turbulensi meningkat dengan meningkatnya Bilangan Reynolds. Aliran akan mengalami proses transisi dari aliran laminar ke aliran turbulen sebelum aliran tersebut turbulen. Pada aliran internal, aliran transisi dari aliran laminar ke aliran turbulen.

Untuk mengetahui jenis aliran fluida dilakukan dengan apa yang disebut dengan bilangan Reynolds (Re).

Dalam mekanika fluida, bilangan Reynolds adalah rasio antara gaya inersia (vsρ) terhadap gaya viskos (μ/L) yang mengkuantifikasikan hubungan kedua gaya tersebut dengan suatu kondisi aliran tertentu. Bilangan ini digunakan untuk mengidentikasikan jenis aliran yang berbeda, misalnya laminar , turbulen atau transisi. Namanya diambil dari Osborne Reynolds (1842–1912) yang mengusulkannya pada tahun 1883.
Re = (ρ v D)/μ

V = Kecepatan aliran (m/dt)

D = Diameter pipa (m)

ρ = massa jenis (kg/m3)

μ = viskositas dinamik (N.s/m3)

Besarnya bilangan Reynold yang terjadi pada suatu aliran dalam pipa dapat menunjukkan apakah profil aliran tersebut laminer atau turbulen. Biasanya angka Re<2000 merupakan batas aliran laminer dan angka lebih besar dari Re >4000 dikatakan aliran turbulen. Sedangkan Rd diantara keduanya dinyatakan sebagai aliran transisi. Karakteristik lain yang mempengaruhi pengukuran laju aliran adalah temperatur dan tekanan fluida tersebut, khususnya bila fluida tersebut adalah fluida gas. Hal ini disebabkan karena massa jenis (ρ) fluida gas sangat dipengaruhi oleh kedua besaran yang disebutkan diatas. Jenis aliran fluida didalam pipa tergantung pada beberapa faktor, yaitu:

a.Kecepatan fluida (v) didefinisikan besarnya kecepatan aliran yang mengalir persatuan luas:

v = QA [m/detik]

b.Kecepatan (Q) didefinisikan suatu kecepatan aliran fluida yang memberikan banyaknya volume   fluida dalam pipa:

Q = A x v [m3/detik].

Posted on Leave a comment

Bagaimana Proses Pengolahan Gula Rafinasi?(2)

​Tahapan pengolahan gula rafinasi yang selajutnya setelah proses afinasi yaitu penghilangan lapisan molasses yang melapisi kristal gula, maka dilanjutkan dengan beberapa proses lagi. Tahap selanjutnya adalah tahap klarifikasi (clarifier).

Pengoperasian unit ini bertujuan untuk membuang semaksimal mungkin pengotor non sugar yang ada dalam leburan (melt liquor). Ada dua pilihan teknologi yaitu fosflotasi dan karbonatasi, keduanya banyak dipakai, fosflotasi pada umumnya digunakan di pabrik rafinasi di negara Amerika Latin dan beberapa di Asia sedangkan selebihnya menggunakan teknologi karbonatasi, termasuk pabrik rafinasi di Indonesia. 

a. Teknologi Fosflatasi

Pada proses ini digunakan asam fosfat dan kalsium hidroksida yang akan membentuk gumpalan (primer) kalsium fosfat, reaksi ini berlangsung di reaktor. Penambahan flokulan (anion) sebelum tangki aerator dilakukan untuk membantu pembentukan gumpalan sekunder yang terbentuk dari gumpalan-gumpalan primer yang terikat oleh rantai molekul flokulan. Pembentukan gumpalan sekunder dapat menyerap berbagai pengotor : zat warna, zat anorganik, partikel yang melayang dan lain-lain. Untuk memisahkan gumpalan tersebut oleh karena dalam media liquor yang kental (brix: 65-70) maka gumpalan tidak diendapkan melainkan diambangkan. Proses pengambangan berlangsung dengan bantuan partikel udara yang dibangkitkan dalam aerator, proses pengambangan terjadi pada clarifier. Pada clarifier ini juga pemisahan gumpalan yang mengambang (scum) terjadi, yaitu dengan sekrap yang berputar pada permukaan clarifier dan menyingkirkan scum ke kanal yang dipasang pada sekeliling clarifier.

b. Teknologi Karbonatasi

Pada proses karbonatasi leburan dibubuhi kapur {Ca(OH)2} kemudian dialiri gas CO2 dalam bejana karbonatasi, sehingga terbentuk endapan kalsium karbonat yang akan menyerap pengotor termasuk zat warna. Sumber gas CO2 berasal dari gas cerobong ketel yang sudah dimurnikan melalui scrubber. Proses karbonatasi dilakukan dua tahap, pertama dilakukan pembubuhan kapur sebanyak 0,5% brix bersamaan dengan pengaliran CO2 ekivalen dengan jumlah kapur yang ditambahkan. Kedua pada karbonator akhir menyempurnakan reaksi dengan aliran CO2 sampai pH turun di sekitar 8,3. Selanjutnya liquor ditapis pada penapis bertekanan (leaf filter)menghasilkan filter liquor dan mud.

Proses karbonatasi adalah salah satu metode pemurnian yang dapat memisahkan kotoran berupa koloida yang terdapat pada leburan gula. Proses tersebut juga dapat menyerap atau menghilangkan warna yang mempunyai berat molekul yang tinggi yang berasal dari raw sugar. Dengan pencampuran susu kapur dan gas karbondioksida yang ditambahkan pada raw liquor sehingga terbentuk gumpalan yang mengikat sebagian bukan gula.Suhu turut berperan penting dalam proses karbonatasi. Hal ini dikarenakan suhu dapat menyebabkan terbentuknya warna dan mempengaruhi proses filtrasi pada carbonated liquor. Semakin tinggi suhu maka penghilangan warna akan semakin rendah. Hal ini disebabkan karena selama penghilangan warna tersebut, terjadi pula pembentukan warna.

Proses selajutnya di next artikel ya..:)

Posted on Leave a comment

Bahan Kimia yang Mudah Meledak.

​Bahan kimia apa yang mudah meledak? 

trinitrit toluene (TNT)? Ammonium Nitrat?

Ammonuum nitrat biasanya digunakan pertambangan sebagai peledak tanah. Pada sisitem tambang terbuka pembongkaran tanah penutup overburden dilakukan dengan menggunakan metode pemboran (drilling) dan peledakan (blasting). Peledakan pada kegiatan penambangan merupakan salah satu cara yang efektif untuk pemberaian batuan yang secara fisik bersifat keras dan peledakan dilakukan agar proses pemberaian batuan penutup terjadi secara singkat dan waktu yang digunakan pun cukup cepat. Dalam suatu kegiatan peledakan (blasting), fragmentasi dan pelemparan batuan (flyrock) adalah merupakan dua akibat mendasar dari kegiatan peledakan yang harus diperhatikan. Salah satu penilaian terhadap keberhasilan suatu operasi peledakan pada areal tambang adalah tercapainya suatu tingkat fragmentasi batuan sesuai dengan yang direncanakan. Pada perusahaan tambang fragmentasi batuan hasil peledakan yang dibutuhkan harus sesuai dengan kapasitas alat muat dan alat angkut yang akan digunakan setelah proses peledakan tersebut.

Eits, kembali ke pembicaraan awal tentang bahan yang sangat reaktif.

Hmmmm..kurang tepat sepertinya kedua bahan tersebut.

Kalian tahu tentang Azidoazide azide,  yang memiliki rumus kimia C2N14?

C2N14 sendiri dibuat oleh ilmuwan Jerman dibantu oleh militer Amerika di tahun 2010. Sayangnya, penemuan zat ini segera disebut kesalahan karena sensitivitasnya di luar perkiraan ilmuwan.

Menurut ilmuwan, C2N14 adalah bahan kimia paling mudah meledak yang pernah diciptakan oleh manusia. Rahasia dari mudahnya zat ini meledak adalah atom nitrogen di C2N14 bisa bergerak dengan cukup bebas. Hal ini menyebabkan atom nitrogen terus mencoba saling bersatu dan menghasilkan energi besar alias ledakan.

Bagaimana biasanya Azidoazide azide meledak?

C2N14 bisa meledak hanya dengan menggerakkannya, menyentuhnya, menyinarinya, bahkan meletakkannya di sebuah wadah tanpa diapa-apakan pun dapat membuatnya meledak! Bahkan, ilmuwan mencoba meletakkan C2N14 di dalam ruangan gelap untuk menghindari terjadinya ledakan. Namun, usaha itu berakhir sia-sia karena hal itu tidak mencegah C2N14 berubah jadi bom.

Posted on 2 Comments

Kevlar, Bahan Pembuat Rompi Anti Peluru

​Bila kalian sering menonton film peperangan, tentu tidak asing dengan baju anti peluru yang dipakai oleh pasukan keamanan?

Apa sih bahan pembuat rompi anti peluru ini? Bahan untuk rompi anti-peluru diantaranya logam (baja atau titanium), keramik atau jenis polimer yang dapat memberikan perlindungan ekstra terhadap bagian-bagian vital pemakainya.

Rompi ini melindungi pemakainya dengan cara menahan laju peluru. Peluru dihentikan sebelum berpenetrasi ke dalam tubuh. Ketika rompi menahan penetrasi peluru, dorongan dari peluru direduksi dengan menyebarkan momentumnya ke seluruh tubuh. Pemakai tetap akan merasakan energi kinetik dari peluru, hal ini dapat menyebabkan luka memar, bengkak atau luka dalam yang cukup serius.

Salah satu polimer yang dikembangkan sebagai bahan rompi anti-peluru modern adalah kevlar. Kevlar dikenal juga sebagai twaron dan poli-parafenilen tereftalamida, yaitu suatu serat sintetik yang kekuatannya lima kali kekuatan tembaga, dengan berat yang sama. Kevlar sangat tahan terhadap panas dan terdekomposisi di atas 400 oC tanpa meleleh. Kevlar ditemukan oleh perusahaan DuPont pada awal 1960-an, hasil kerja dari Stephanie Kwolek. Kevlar merupakan merk dagang yang terdaftar oleh E.I. de Pont de Nemours and Company.

Bagaiman pruduksinya?

Kevlar disintesis dari monomer 1, 4-fenildiamin (para-fenilendiamin) dan tereftaloil klorida. Hasilnya adalah polimer aromatik amida (aramida) dengan cincin benzena dan gugus amida yang berselang-seling. Dengan langkah produksi ini, diperoleh lembaran polimer yang tergabung secara acak. Untuk membuat kevlar, bahan-bahan dilarutkan dan diaduk, menghasilkan rantai polimer yang berorientasi membentuk serat.

Kevlar berharga mahal karena sulitnya pemakaian asam sulfat pekat dalam produksinya. Kondisi yang ekstrim ini dibutuhkan untuk menjaga ketaklarutan polimer yang tinggi dalam larutan selama sintesis dan pengadukan.

Bahan anti-peluru lain yang dikembangkan setelah kevlar diantaranya DSM’s Dyneema, Akzo’s Twaron, Toyobo’s Zylon (yang kontroversial, studi terbaru melaporkan, bahan ini terdegradasi dengan cepat sehingga pemakainya tidak terlindungi seperti yang diharapkan), atau Honeywell’s GoldFlex – semuanya merupakan merk dagang. Bahan-bahan yang baru ini lebih ringan, tipis, dan lebih tahan dibanding kevlar, namun harganya lebih mahal.

Posted on Leave a comment

Bagaimana Proses Pengolahan Gula Rafinasi?

​Gula merupakan kebutuhan yang tidak kalah penting dengan bahan pokok lain. Tahukah kalian berdasarkan proses pembuatannya ada 3 jenis 

gula yaitu :

1.Raw Sugar (Gula Kristal Mentah/GKM)

2.Refined Sugar (Gula Kristal Rafinasi/GKR)

3.Plantation White Sugar (Gula Kristal Putih/GKP).

Apa sih gula rafinasi itu?

Gula kristal rafinasi merupakan gula sukrosa yang diproduksi melalui tahapan pengolahan gula kristal mentah meliputi: afinasi –pelarutan kembali (remelting) – klarifikasi – dekolorisasi – kristalisasi–fugalisasi – pengeringan – pengemasan. Gula kristal rafinasi digunakan sebagai bahan baku industri makanan dan minuman. Gula rafinasi merupakan gula yang diproduksi dari bahan baku raw sugar melalui proses rafinasi untuk memenuhi kebutuhan industri

makanan dan minuman serta kebutuhan dibidang farmasi. Kata rafinasi diambil dari kata refinery artinya menyuling, menyaring, membersihkan. 

Jadi bisa dikatakan bahwa gula rafinasi adalah gula yang mempunyai kualitas kemurnian yang tinggi.Bagaimana tahapan pengolahannya ?

Pengolahan kristal gula mentah (raw sugar) menjadi gula rafinasi cukup rumit. Pengolahan meliputi berbagai macam tahapan, dimana masing-masing dapat mencakup beberapa unit operasional pemisahan. Efisiensi operasional dari tiap tahapan pengolahan sangat dipengaruhi oleh keberhasilan tahapan sebelumnya. Adapun tahapan pemurnian gula kristal mentah (raw sugar) mejadi gula kristal rafinasi meliputi tahap afinasi, klarifikasi, filtrasi, dekolorisasi, evaporasi dan kristalisasi, sentrifugasi, pengeringan dan[pendinginan. 

1.Afinasi

Menurut Baikow (1978), tahap permulaan pengolahan raw sugar adalah proses afinasi yaitu penghilangan lapisan molasses yang melapisi kristal gula. Raw sugar dicampurkan dengan syrup bersuhu 70°C dengan kemurnian sedikit lebih tinggi sehingga tidak melarutkan kristal. Pencucian raw sugar dengan kelebihan penggunaan syrup dapat menurunkan efisiensi dari afinasi. Hal ini dikarenakan volume magma yang diputar bertambah sedangkan kapasitas mesin tetap.

Tujuan afinasi adalah mencuci kristal raw sugar agar lapisan molases yang melapisi kristal berkurang sehingga warnanya semakin cerah atau nilai ICUMSA lebih kecil. Pencucian dilakukan dalam mesin sentrifugal yaitu setelah raw sugar dicampur dengan sirup menjadi magma. Penurunan intensitas warna yang dicapai pada stasiun ini berkisar 30-50 %. Gula kristal mentah yang telah dicuci dilebur dengan mencampur dengan air atau sweet water menghasilkan leburan (liquor) dengan brix sekitar 65. 

Bagaimana tahapan selanjutnya? Nantikan artikel berikutnya ya.