Posted on Leave a comment

KIMIA ANALISIS

Kimia Analisis merupakan cabang ilmu Kimia yang mempelajari cara untuk mengetahui komposisi, struktur, dan fungsi kimiawinya dalam sebuah cuplikan contoh. Selain mempelajari cara untuk menentukan kadar suatu unsur dalam contoh dijelaskan juga mengenai tekhnik pengambilan dan persiapan sampel agar diperoleh data yang sesuai dan dapat dipertanggungjawabkan. Secara tradisional Analisis dibagi menjadi 2 bagian utama, yaitu :

Continue reading KIMIA ANALISIS

Posted on 1 Comment

TEORI DASAR SSA

https://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRSxFvuEM16HKlZTFWXH1NDYBo2PLERdR_dmzMNjguZ1N-WFGKp

AAS

Teknik analisis berdasarkan serapan atom diperkenalkan bersama-sama dengan analisis berdasarkan emisi atom (flame fotometri). Digunakan pertama kali oleh Guystav Kirchhoff dan Robert Bunsen pada tahun 1859 dan 1860 untuk melakukan identifikasi secara kualitatif terhadap atom Natrium. Berbeda dengan teknik emisi atom yang terus dikembangkan, analisis serapan atom seolah tertahan perkembangannya hingga kurun waktu satu abad. Spektroskopi serapan atom modern baru diperkenalkan pada tahun 1955 oleh A. Walsh dan C.T.J Alkemade. Instrumen komersial SSA dipasarkan di awal tahun 1960. Saat ini, Spektroskopi Serapan Atom (SSA) menjadi metode analisis paling penting untuk menentukan kadar logam

Continue reading TEORI DASAR SSA

Posted on Leave a comment

TEORI ANALISIS TANAH RUTIN

TEORI ANALISIS TANAH RUTIN

1. Persiapan Contoh

Persiapan contoh untuk analisis di laboratorium merupakan standar untuk mengerjakan analisis tanah, kesalahan kerja pada waktu persiapan contoh akan menyebabkan semua hasil analisis salah.
Contoh dari lapangan yang disertai dengan surat permintaan analisis yang berisi daftar contoh dan jenis analisis yang diperlukan, diterima oleh administrasi laboratorium. Dalam buku administrasi dicatat nomor permintaan analisis, jumlah dan nomor contoh. Untuk setiap contoh dibuat nomor laboratorium yang ditulis pula pada label karton. Administrasi laboratorium juga membuat laporan hasil analisis yang telah selesai dikerjakan. Surat permintaan dan daftar hasil analisis didokumentasikan.
Kemudian contoh dihancurkan diatas nampan, bobot minimum contoh untuk di analisis adalah 500 gram kering. Contoh yang memenuhi syarat diberi nomor kemudian dikering udarakan dalam oven berkipas angin (35-40 oC untuk tanah, dan 60 oC untuk tanaman) selama 24 jam atau 23-35 oC dan dengan kelembaban antara 20-40 % (biasanya dua hari untuk tanah berkadar humus rendah). Tanah yang sudah kering kemudian ditumbuk dalam lumping porselin atau dengan mesin penggiling, selanjutnya disaring agar didapatkan tanah halus dengan ukuran partikel 2 mm (untuk analisis rutin) dan 0,5 mm (untuk parameter logam berukuran mikro agar proses destruksi dan ekstraksi lebih cepat).

2. Kadar Air

TEORI ANALISIS TANAH RUTINPenetapan kadar air tanah digunakan sebagai dasar untuk menunjukkan kandungan air dalam tanah. Tanah yang lembab banyak mengandung air sehingga jumlah tanah yang dianalisis relatif lebih sedikit jika dibandingkan dengan tanah yang kurang lembab, sehingga mempengaruhi kandungan unsur hara yang sebenarnya.
Kadar air ditetapkan dengan cara mengeringkan contoh tanah dalam oven pada suhu 105 C selama 24 jam.

3. Kemasaman Tanah (pH)

menghitung keasaman tanahKemasaman tanah (pH) mempunyai peranan penting dalam kehidupan, antara lain menentukan mudah tidaknya unsur hara yang diserap tanaman, menunjukkan kemungkinan adanya unsur-unsur beracun, dan mempengaruhi perkembangan mikroorganisme. Pada umumnya, unsur hara mudah diserap akar tanaman pada pH tanah sekitar netral karena pada pH tersebut kebanyakan unsur hara mudah larut dalam air. Pada tanah asam, unsur fosfor tidak dapat diserap oleh tanaman karena diikat oleh Fe dan Al, sedangkan pada tanah alkalis unsur fosfor juga tidak dapat diserap tanaman karena diikat oleh Ca dan Mg (Hardjowigrno, 1987).
Terdapat beberapa jenis keasaman tanah yaitu:

a.Keasaman aktif, mengukur pH dari konsentrasi H+ dalam larutan tanah. Ditetapkan dengan ekstrak air pada berbagai perbandingan tanah : air (1:1, 1:2,5, 1:5) lama pengocokan 30 menit. Kemudian diukur menggunakan pH meter dengan elektroda gelas kombinasi disebut pH H2O.

b.Keasaman cadangan / potensial, mengukur pH dan H+ yang berasal dari larutan, jerapan tanah, dan H+ dari hidrolisis Al3+ yang dikeluarkan dari jerapan. Biasanya dalam bentuk ekstrak KCl 1 M dan disebut pH KCl, dan biasanya pH KCl < pH H2O.

4 Poin selanjutnya silahkan lanjut ke halaman 2

Posted on 2 Comments

AMMONIUM NITRAT & CARA MEMBUATNYA

AMMONIUM NITRAT & CARA MEMBUATNYA

Memang sebelumnya telah dijelaskan bagaimana cara membuat nh4no3 atau ammonium nitrat di artikel lainnya , namun kali ini akan di jelaskan lebih lanjut yg berhubungan juga dengan sifat dan penjelasan yang lebih lengkapnya. Ammonium Nitrat ialah sebuah senyawa anorganik yang termasuk dalam golongan garam amoniak. Garam – garam amoniak tersebut dapat terbentuk bila amoniak direaksikan dengan asam. Umumnya garam ammonium berbentuk padatan putih dan sangat mudah larut dalam air. Bila dipanaskan pada temperatur diatas 2000C, garam ammonium akan mengurai dan menguap. Sedangkan bila direaksikan dengan basa dalam bentuk larutan akan dibebaskan amoniak.

Continue reading AMMONIUM NITRAT & CARA MEMBUATNYA

Posted on 7 Comments

KAKTUS SEBAGAI PENJERNIH AIR RAMAH LINGKUNGAN

kaktus sebagai penjernih air

Sudah dikatakan pada artikel sebelumnya Kelebihan dosis dalam menggunakan koagulan kimia terutama yang berbahan dasar aluminium, dapat menambah residual kation dalam air. Hal ini dapat merugikan kesehatan apabila air tersebut dikonsumsi terus-menerus. Penelitian Balaet tahun 2013 menyatakan bahwa 65% darah pasien Alzheimer mengandung Al lebih besar 1-5% dari kadar normal Al dalam darah. Oleh karena itu, perlu dipertimbangkan penggunaan koagulan alami yang ramah lingkungan sebagai contoh dapat digunakan Kaktus Sebagai bahan baku koagulan. Continue reading KAKTUS SEBAGAI PENJERNIH AIR RAMAH LINGKUNGAN

Posted on 3 Comments

PENJERNIHAN AIR

penjernihan air dengan PAC

Kejernihan air merupakan karakteristik pertama yang diperhatikan oleh manusia. Kekeruhan disebabkan oleh adanya zat tersuspensi yang menimbulkan penyebaran dan penyerapan sinar cahaya. Nilai kekeruhan tinggi dapat menyebabkan masalah pada rasa dan bau serta menunjukkan adanya organisme penyebab penyakit (Spellman, 2003). Continue reading PENJERNIHAN AIR

Posted on 2 Comments

1 Buah Kaleng Minuman Bekas dapat Menjernihkan 300.000 liter Air Keruh

sampah kalengSampah kaleng minuman bekas sangatlah banyak karena setiap harinya banyak manusia yang mengkonsumsi minuman kaleng. Kaleng minuman bekas adalah sampah anorganik yang tidak bisa didegradasi oleh bakteri,dan tidak bisa diurai secara alami,dalam jumlah banyak sampah ini dapat mengganggu kelestariaan lingkungan. Kandungan Aluminium dalam kaleng minuman ini adalah berkisar antara 1.4%- 16% tergantung kualitas kaleng minuman tersebut.

Untuk mengurangi pencemaran lingkungan akibat dari limbah kaleng minuman bekas, kita dapat mengolah kaleng minuman bekas ini menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat. Dalam Kesempatan kali ini akan dijelaskan cara memanfaatkan kaleng minuman bekas menjadi koagulan atau lebih spesifiknya adalaha alum dengan rumus kimia Al2(SO4)3 .18 H2O, yang dapat digunakan sebagai penjernih air. Alumunium sulfat merupakan suatu senyawa alumunium penting dalam dalam pengolahan air limbah (sebagai bahan penggumpal) dan dalam pemurnian air minum, ( John Dainlith,1994) Continue reading 1 Buah Kaleng Minuman Bekas dapat Menjernihkan 300.000 liter Air Keruh