RSUD dr Soedomo Trenggalek Siaga 24 Jam Saat Lebaran 2026, Ratusan Tenaga Medis Siap Melayani
Pelayanan Kesehatan di RSUD dr Soedomo Trenggalek Tetap Berjalan Selama Libur Lebaran
RSUD dr Soedomo Trenggalek memastikan bahwa pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal selama libur Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Rumah sakit yang terletak di Jalan dr Soetomo, Kelurahan Tamanan, Kecamatan/Kabupaten Trenggalek tersebut menjaga kesiapan layanan utama sepanjang 24 jam, terutama Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan rawat inap.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD dr Soedomo Trenggalek, dr Saeroni, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan sumber daya manusia, sarana, serta prasarana untuk mengantisipasi kebutuhan layanan kesehatan masyarakat selama momen Lebaran.
“Untuk RSUD dr Soedomo selama Lebaran kami sudah menyiapkan berbagai hal, terutama kesiapan SDM mulai dari dokter spesialis, dokter umum, perawat hingga tenaga administrasi,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa sebanyak 420 tenaga kesehatan bertugas secara aktif setiap harinya. Sementara total tenaga kesehatan dan administrasi yang disiagakan mencapai 816 orang. Meski demikian, layanan poliklinik menjadi satu-satunya layanan yang ditutup sementara selama masa libur Lebaran.
Saeroni menegaskan bahwa seluruh layanan darurat tetap beroperasi normal, termasuk tindakan medis yang membutuhkan penanganan cepat seperti bedah umum hingga operasi sesar.
“Tindakan medis darurat tetap kami layani seperti biasa, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir apabila membutuhkan pelayanan kesehatan,” tegasnya.
Selain kesiapan tenaga medis, RSUD dr Soedomo juga memastikan ketersediaan logistik obat-obatan dalam kondisi aman dan mencukupi selama masa libur panjang.
“Untuk logistik obat-obatan sudah kami siapkan dengan baik, sehingga insyaallah tidak ada kekosongan selama libur Lebaran,” tambahnya.
Pihak rumah sakit juga mengimbau masyarakat agar memanfaatkan fasilitas kesehatan tingkat pertama, seperti puskesmas, untuk penanganan kasus non-darurat seperti flu ringan atau keluhan kesehatan ringan lainnya. Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi penumpukan pasien di IGD.
“Kasus non-darurat sebaiknya ditangani di fasilitas kesehatan tingkat pertama, seperti puskesmas,” imbaunya.
Mengantisipasi potensi peningkatan kecelakaan lalu lintas selama arus mudik dan balik Lebaran, RSUD dr Soedomo turut menyiapkan langkah mitigasi melalui koordinasi lintas sektor.
“Kami sudah menyiapkan layanan mulai dari IGD hingga ruang rawat inap. Kami juga berkoordinasi dengan Jasa Raharja, kepolisian, dan Dinas Kesehatan untuk penanganan kecelakaan lalu lintas,” tutupnya.
Layanan Khusus yang Tetap Buka Selama Libur Lebaran
Berikut adalah beberapa layanan kesehatan yang tetap beroperasi selama libur Lebaran:
Instalasi Gawat Darurat (IGD)
Layanan IGD tetap buka 24 jam untuk menangani keadaan darurat, seperti cedera akibat kecelakaan lalu lintas atau kondisi kritis lainnya.Rawat Inap
Pasien yang membutuhkan perawatan intensif tetap diterima dan ditangani oleh tim medis yang siaga.Tindakan Medis Darurat
Operasi seperti bedah umum dan operasi sesar tetap dilakukan tanpa gangguan, sesuai prosedur standar.
Pengelolaan Logistik Obat dan Alat Kesehatan
RSUD dr Soedomo juga melakukan persiapan ekstra terkait ketersediaan obat dan alat kesehatan. Beberapa langkah yang dilakukan antara lain:
- Memastikan stok obat cukup untuk kebutuhan bulan Lebaran.
- Melakukan pemeriksaan rutin terhadap alat kesehatan untuk memastikan fungsi optimal.
- Menyediakan tim khusus untuk pengelolaan logistik selama masa libur.
Peran Masyarakat dalam Mengurangi Beban Rumah Sakit
RSUD dr Soedomo menyarankan masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas untuk mengatasi masalah kesehatan ringan. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi beban IGD dan memastikan layanan darurat tetap tersedia bagi pasien yang benar-benar membutuhkan.
Kolaborasi dengan Pihak Terkait
Rumah sakit juga bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan respons cepat terhadap kecelakaan lalu lintas. Kerja sama ini melibatkan:
Jasa Raharja
Untuk bantuan dalam penanganan korban kecelakaan lalu lintas.Kepolisian
Untuk koordinasi dalam pengamanan dan evakuasi korban kecelakaan.Dinas Kesehatan
Untuk memastikan ketersediaan sumber daya kesehatan di wilayah setempat.
- Campus Update: March 22, 2026 - April 14, 2026
- Menjelang Lebaran, 5.865 Guru Ngaji Bondowoso Dapat Insentif Rp1,5 Juta - April 14, 2026
- Local youth gain skills from ULM basketball team - April 14, 2026




Leave a Reply