175 Tahanan Lapas Kelas IIB Empat Lawang Dapat Remisi Idul Fitri 2026, 2 Langsung Bebas
Remisi Khusus Idul Fitri 2026 untuk 175 Warga Binaan Lapas Kelas IIB Empat Lawang
Sebanyak 175 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Empat Lawang menerima remisi khusus dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2 orang langsung dinyatakan bebas setelah mendapatkan remisi. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap perilaku baik dan kesungguhan para tahanan dalam menjalani program pembinaan selama masa pidana mereka.
Remisi yang diberikan dibagi menjadi dua jenis, yaitu remisi khusus I dan remisi khusus II. Untuk remisi khusus I, sebanyak 173 orang mendapatkan pengurangan masa tahanan. Sementara itu, 2 orang lainnya mendapatkan remisi khusus II yang mengakibatkan mereka langsung bebas.
Jenis-jenis Remisi yang Diberikan
Pemberian remisi khusus I terdiri dari beberapa kategori berdasarkan lama penghapusan masa tahanan:
- 56 orang tahanan mendapat penghapusan masa tahanan selama 15 hari
- 90 orang tahanan mendapat penghapusan masa tahanan selama 1 bulan
- 23 orang tahanan mendapat penghapusan masa tahanan selama 1 bulan 15 hari
- 4 orang tahanan mendapat penghapusan masa tahanan selama 2 bulan
Sementara itu, remisi khusus II diberikan kepada 2 orang tahanan yang secara langsung dinyatakan bebas. Mereka adalah Davi Raflian Fasha dan Jusem Widodo.
Tujuan dan Harapan Pemberian Remisi
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Empat Lawang, Afriansyah Toni, menyampaikan bahwa pemberian remisi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para warga binaan lainnya untuk terus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik. Selain itu, remisi juga bertujuan untuk membantu mengurangi permasalahan kelebihan kapasitas di lembaga pemasyarakatan atau rumah tahanan.
“Pemberian remisi ini merupakan bentuk apresiasi terhadap warga binaan yang menunjukkan perilaku baik dan kesungguhan dalam mengikuti program pembinaan selama menjalani masa pidana,” ujarnya.
Dengan adanya pemberian remisi, diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih positif di dalam lapas. Para tahanan yang menerima remisi tidak hanya merasa dihargai, tetapi juga termotivasi untuk terus berperilaku baik dan mematuhi aturan yang berlaku.
Peran Remisi dalam Sistem Pemasyarakatan
Remisi menjadi salah satu mekanisme penting dalam sistem pemasyarakatan. Selain sebagai bentuk penghargaan, remisi juga berfungsi sebagai alat untuk mendorong perubahan perilaku para tahanan. Dengan memberikan kesempatan untuk mendapatkan pengurangan masa tahanan atau bahkan kebebasan, sistem ini memberikan harapan dan motivasi bagi para tahanan untuk menjalani hidup dengan lebih baik setelah keluar dari lapas.
Selain itu, remisi juga membantu mengurangi beban kerja lembaga pemasyarakatan. Dengan adanya pengurangan jumlah tahanan, kapasitas lapas dapat digunakan lebih efisien, sehingga mencegah overkapasitas yang sering terjadi di banyak tempat penahanan.
Komentar dari KPLP
Afriansyah Toni menekankan bahwa remisi bukan hanya sekadar pengurangan waktu hukuman, tetapi juga bagian dari proses rehabilitasi dan pembinaan. “Kami berharap remisi ini bisa menjadi awal dari perubahan positif bagi para tahanan,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa pihak lapas akan terus memantau perkembangan para tahanan yang menerima remisi. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa mereka benar-benar mampu menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas.
- Campus Update: March 22, 2026 - April 14, 2026
- Menjelang Lebaran, 5.865 Guru Ngaji Bondowoso Dapat Insentif Rp1,5 Juta - April 14, 2026
- Local youth gain skills from ULM basketball team - April 14, 2026




Leave a Reply