50.369 Siswa Sorong Nikmati Sekolah Gratis, Kadispen Minta Laporkan Pungutan Liar

Program Sekolah Gratis di Kota Sorong Berjalan Lancar

Program sekolah gratis di Kota Sorong, Papua Barat Daya, telah berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat. Dalam program ini, sebanyak 274 sekolah mulai dari Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA)/Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menjadi sasaran. Total siswa yang menerima manfaat dari program ini mencapai 50.369 orang.

Pembebasan Biaya Komite

Kepala Dinas Pendidikan (Dispend) Kota Sorong, Yuli Kirihio, menjelaskan bahwa program sekolah gratis bertujuan untuk menghapus seluruh pungutan komite di sekolah negeri. “Tidak ada uang komite, tidak ada pungutan seribu perak dalam bentuk apa pun,” ujarnya.

Sebelum program ini diberlakukan, orang tua siswa SMA/SMK harus menanggung biaya komite yang besar untuk seragam dan operasional sekolah. Kini, semua biaya tersebut ditanggung oleh pemerintah, sehingga orang tua tidak lagi dibebani biaya masuk sekolah.

Subsidi untuk Sekolah Swasta

Subsidi sekolah gratis diberikan kepada sekolah swasta kategori menengah ke bawah. Namun, mekanismenya berbeda dengan sekolah negeri karena sekolah swasta dikelola oleh Yayasan. “Kami beri subsidi, tapi tidak full seperti sekolah negeri,” katanya.

Sekolah swasta elit tidak mendapatkan subsidi sehingga tetap memberlakukan kebijakan pembiayaan mandiri. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi ketimpangan antara sekolah swasta dan negeri.

Seragam Gratis untuk Siswa Baru

Selain membebaskan pungutan, Pemkot Sorong juga menyediakan seragam gratis bagi siswa baru di seluruh jenjang pendidikan, mulai dari TK hingga SMK. “Jadi orang tua tidak lagi membeli seragam karena sudah ditanggung pemerintah,” kata Yuli.

Yuli menegaskan bahwa pembebasan pungutan komite berlaku untuk seluruh masa pendidikan, bukan hanya terbatas pada periode pendaftaran awal. “SPP, uang ujian, semua pungutan sudah tidak ada. Kalau masih ditemukan, segera laporkan ke dinas,” tegasnya.

Baca Juga  Dorong Penguatan Pendidikan Politik Huma Betang

Dana Langsung ke Rekening Sekolah

Dana yang dialokasikan untuk program ini langsung ditransfer ke rekening sekolah guna mendanai gaji guru honorer, perbaikan fasilitas, serta operasional pembelajaran. Dengan demikian, sekolah dapat fokus pada proses belajar-mengajar tanpa khawatir tentang anggaran.

Pengawasan Ketat

Untuk memastikan program tepat sasaran, Dispend Kota Sorong menerjunkan tim pengawas serta melibatkan Inspektorat dalam pengawasan lanjutan. “Kami awasi ketat. Kalau ada kejanggalan, saya langsung lapor ke wali kota,” ujar Yuli.

Ia berharap program sekolah gratis tidak hanya meringankan beban orang tua, tetapi juga berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran dan prestasi siswa. “Pemerintah sudah mengeluarkan anggaran besar. Harapan kami, kualitas pendidikan anak-anak juga ikut meningkat,” katanya.

Manfaat Jangka Panjang

Program ini diharapkan dapat membantu meningkatkan akses pendidikan bagi seluruh masyarakat, terutama bagi keluarga yang kurang mampu. Dengan adanya program sekolah gratis, diharapkan lebih banyak siswa yang dapat menyelesaikan pendidikannya hingga jenjang yang lebih tinggi.


unnamed 50.369 Siswa Sorong Nikmati Sekolah Gratis, Kadispen Minta Laporkan Pungutan Liar