Soal dan Pembahasan Larutan untuk Tingkat SMA
Soal Pilihan Ganda
Soal 1 Larutan yang dapat menghantarkan arus listrik dengan baik adalah… A. Larutan gula B. Larutan urea C. Larutan HCl D. Larutan alkohol E. Larutan glukosa
Pembahasan: Larutan yang dapat menghantarkan arus listrik dengan baik adalah larutan elektrolit kuat, yaitu larutan yang terionisasi sempurna dalam air dan menghasilkan banyak ion.
Analisis setiap pilihan:
- Larutan gula: non-elektrolit (tidak terionisasi)
- Larutan urea: non-elektrolit (tidak terionisasi)
- Larutan HCl: elektrolit kuat (terionisasi sempurna menjadi H+ dan Cl-)
- Larutan alkohol: non-elektrolit (tidak terionisasi)
- Larutan glukosa: non-elektrolit (tidak terionisasi)
HCl adalah asam kuat yang terionisasi sempurna: HCl → H+ + Cl-
Ion-ion yang terbentuk dapat menghantarkan arus listrik dengan baik.
Jawaban: C
Soal 2 Sebanyak 11,7 gram NaCl (Mr = 58,5) dilarutkan dalam air hingga volume 500 mL. Molaritas larutan yang terbentuk adalah… A. 0,1 M B. 0,2 M C. 0,4 M D. 0,5 M E. 1 M
Pembahasan: Rumus molaritas: M = n / V
Langkah 1: Hitung mol NaCl n = massa / Mr n = 11,7 / 58,5 = 0,2 mol
Langkah 2: Ubah volume ke liter V = 500 mL = 0,5 L
Langkah 3: Hitung molaritas M = n / V M = 0,2 / 0,5 = 0,4 M
Jawaban: C
Soal 3 Sebanyak 6 gram urea (Mr = 60) dilarutkan dalam 200 gram air. Molalitas larutan adalah… A. 0,3 m B. 0,5 m C. 1 m D. 1,5 m E. 2 m
Pembahasan: Rumus molalitas: m = n / p (dalam kg)
Langkah 1: Hitung mol urea n = massa / Mr n = 6 / 60 = 0,1 mol
Langkah 2: Ubah massa pelarut ke kg p = 200 gram = 0,2 kg
Langkah 3: Hitung molalitas m = n / p m = 0,1 / 0,2 = 0,5 molal
Jawaban: B
Soal 4 Berapa mL air yang harus ditambahkan ke dalam 50 mL larutan NaOH 2 M untuk membuat larutan NaOH 0,5 M? A. 50 mL B. 100 mL C. 150 mL D. 200 mL E. 250 mL
Pembahasan: Gunakan rumus pengenceran: M1 × V1 = M2 × V2
Diketahui:
- M1 = 2 M
- V1 = 50 mL
- M2 = 0,5 M
- V2 = ?
Perhitungan: 2 × 50 = 0,5 × V2 100 = 0,5 × V2 V2 = 100 / 0,5 = 200 mL
Air yang ditambahkan = V2 – V1 = 200 – 50 = 150 mL
Jawaban: C
Soal 5 Titik didih larutan 0,1 molal urea dalam air adalah… (Kb air = 0,52 °C/m, titik didih air = 100°C) A. 100,052°C B. 100,26°C C. 100,52°C D. 101,04°C E. 101,86°C
Pembahasan: Rumus kenaikan titik didih: ΔTb = m × Kb × i
Untuk urea (non-elektrolit): i = 1
Langkah 1: Hitung kenaikan titik didih ΔTb = m × Kb × i ΔTb = 0,1 × 0,52 × 1 ΔTb = 0,052°C
Langkah 2: Hitung titik didih larutan Tb larutan = Tb° + ΔTb Tb larutan = 100 + 0,052 Tb larutan = 100,052°C
Jawaban: A
Soal 6 Larutan 6 gram urea (Mr = 60) dalam 250 gram air membeku pada suhu… (Kf air = 1,86 °C/m, titik beku air = 0°C) A. -0,186°C B. -0,372°C C. -0,744°C D. -1,86°C E. -3,72°C
Pembahasan: Rumus penurunan titik beku: ΔTf = m × Kf × i
Untuk urea (non-elektrolit): i = 1
Langkah 1: Hitung molalitas n = 6 / 60 = 0,1 mol p = 250 gram = 0,25 kg m = 0,1 / 0,25 = 0,4 molal
Langkah 2: Hitung penurunan titik beku ΔTf = m × Kf × i ΔTf = 0,4 × 1,86 × 1 ΔTf = 0,744°C
Langkah 3: Hitung titik beku larutan Tf larutan = Tf° – ΔTf Tf larutan = 0 – 0,744 Tf larutan = -0,744°C
Jawaban: C
Soal 7 Faktor van’t Hoff untuk larutan CaCl2 yang terionisasi sempurna adalah… A. 1 B. 2 C. 3 D. 4 E. 5
Pembahasan: Faktor van’t Hoff (i) untuk elektrolit kuat yang terionisasi sempurna sama dengan jumlah ion yang dihasilkan.
CaCl2 terionisasi: CaCl2 → Ca²⁺ + 2Cl⁻
Jumlah ion = 1 ion Ca²⁺ + 2 ion Cl⁻ = 3 ion
Karena terionisasi sempurna (α = 1): i = n = 3
Jawaban: C
Soal 8 Diantara larutan berikut yang memiliki titik didih paling tinggi adalah… (semua larutan 0,1 molal) A. Glukosa B. Urea C. NaCl D. CaCl2 E. Al2(SO4)3
Pembahasan: Titik didih larutan bergantung pada jumlah partikel (nilai i × m).
Untuk molalitas sama (0,1 m), yang menentukan adalah faktor van’t Hoff (i):
- Glukosa (non-elektrolit): i = 1
- Urea (non-elektrolit): i = 1
- NaCl → Na⁺ + Cl⁻: i = 2
- CaCl2 → Ca²⁺ + 2Cl⁻: i = 3
- Al2(SO4)3 → 2Al³⁺ + 3SO4²⁻: i = 5
Semakin besar i, semakin besar kenaikan titik didih, semakin tinggi titik didih larutan.
Al2(SO4)3 memiliki i terbesar (i = 5), sehingga memiliki titik didih paling tinggi.
Jawaban: E
Soal 9 Tekanan osmotik larutan yang mengandung 9 gram glukosa (Mr = 180) dalam 500 mL larutan pada suhu 27°C adalah… atm (R = 0,082 L.atm/mol.K) A. 1,23 B. 2,46 C. 3,69 D. 4,92 E. 6,15
Pembahasan: Rumus tekanan osmotik: π = M × R × T
Langkah 1: Hitung molaritas n = 9 / 180 = 0,05 mol V = 500 mL = 0,5 L M = 0,05 / 0,5 = 0,1 M
Langkah 2: Ubah suhu ke Kelvin T = 27 + 273 = 300 K
Langkah 3: Hitung tekanan osmotik π = M × R × T π = 0,1 × 0,082 × 300 π = 2,46 atm
Jawaban: B
Soal 10 Perhatikan pernyataan berikut tentang sifat koligatif larutan: (1) Bergantung pada jenis zat terlarut (2) Bergantung pada jumlah partikel zat terlarut (3) Bergantung pada massa zat terlarut (4) Tidak bergantung pada jenis pelarut
Pernyataan yang benar adalah… A. (1) dan (2) B. (2) dan (3) C. (1) dan (3) D. (2) saja E. (4) saja
Pembahasan: Sifat koligatif larutan adalah sifat yang:
- Bergantung pada jumlah partikel zat terlarut (konsentrasi partikel)
- TIDAK bergantung pada jenis zat terlarut
- Bergantung pada jenis pelarut (nilai Kb, Kf berbeda untuk pelarut berbeda)
Analisis pernyataan: (1) Salah – sifat koligatif TIDAK bergantung pada jenis zat terlarut (2) Benar – sifat koligatif bergantung pada jumlah partikel (3) Salah – yang penting adalah jumlah partikel (mol), bukan massa (4) Salah – bergantung pada jenis pelarut (konstanta berbeda)
Jawaban: D
Soal Essay
Soal 1 Sebanyak 20 gram NaOH (Mr = 40) dilarutkan dalam air hingga volume 500 mL. Hitunglah: a. Molaritas larutan b. Berapa mL air yang harus ditambahkan agar molaritas menjadi 0,5 M?
Pembahasan:
a. Molaritas larutan:
Langkah 1: Hitung mol NaOH n = massa / Mr n = 20 / 40 = 0,5 mol
Langkah 2: Ubah volume ke liter V = 500 mL = 0,5 L
Langkah 3: Hitung molaritas M = n / V M = 0,5 / 0,5 = 1 M
Molaritas larutan = 1 M
b. Volume air yang ditambahkan:
Gunakan rumus pengenceran: M1 × V1 = M2 × V2
Diketahui:
- M1 = 1 M
- V1 = 500 mL
- M2 = 0,5 M
- V2 = ?
Perhitungan: 1 × 500 = 0,5 × V2 500 = 0,5 × V2 V2 = 500 / 0,5 = 1000 mL
Air yang ditambahkan: V air = V2 – V1 = 1000 – 500 = 500 mL
Air yang harus ditambahkan = 500 mL
Soal 2 Sebanyak 0,2 mol glukosa dilarutkan dalam 0,8 mol air. Hitunglah: a. Fraksi mol glukosa b. Fraksi mol air c. Persen mol glukosa
Pembahasan:
a. Fraksi mol glukosa:
Rumus: X = n komponen / n total
n total = n glukosa + n air = 0,2 + 0,8 = 1 mol
X glukosa = n glukosa / n total X glukosa = 0,2 / 1 = 0,2
Fraksi mol glukosa = 0,2
b. Fraksi mol air:
Cara 1: Hitung langsung X air = n air / n total X air = 0,8 / 1 = 0,8
Cara 2: Gunakan sifat fraksi mol X air = 1 – X glukosa = 1 – 0,2 = 0,8
Fraksi mol air = 0,8
c. Persen mol glukosa:
% mol = fraksi mol × 100% % mol glukosa = 0,2 × 100% = 20%
Persen mol glukosa = 20%
Catatan: X glukosa + X air = 0,2 + 0,8 = 1 (terbukti benar!)
Soal 3 Tekanan uap air murni pada 25°C adalah 23,76 mmHg. Jika 18 gram glukosa (Mr = 180) dilarutkan dalam 90 gram air (Mr = 18), hitunglah: a. Fraksi mol glukosa b. Penurunan tekanan uap c. Tekanan uap larutan
Pembahasan:
a. Fraksi mol glukosa:
Langkah 1: Hitung mol masing-masing komponen n glukosa = 18 / 180 = 0,1 mol n air = 90 / 18 = 5 mol
Langkah 2: Hitung fraksi mol n total = 0,1 + 5 = 5,1 mol X glukosa = 0,1 / 5,1 = 0,0196
Fraksi mol glukosa = 0,0196 atau sekitar 0,02
b. Penurunan tekanan uap:
Rumus: ΔP = P° × Xt
ΔP = P° × X glukosa ΔP = 23,76 × 0,0196 ΔP = 0,466 mmHg
Penurunan tekanan uap = 0,466 mmHg
c. Tekanan uap larutan:
Rumus: P = P° – ΔP
P = 23,76 – 0,466 P = 23,294 mmHg
Atau menggunakan: P = P° × Xp (fraksi mol pelarut) X air = 5 / 5,1 = 0,98 P = 23,76 × 0,98 = 23,29 mmHg
Tekanan uap larutan = 23,29 mmHg
Soal 4 Sebanyak 12 gram urea (Mr = 60) dilarutkan dalam 200 gram air. Jika Kb air = 0,52 °C/m dan Kf air = 1,86 °C/m, hitunglah: a. Molalitas larutan b. Kenaikan titik didih c. Titik didih larutan (titik didih air = 100°C) d. Penurunan titik beku e. Titik beku larutan (titik beku air = 0°C)
Pembahasan:
a. Molalitas larutan:
Langkah 1: Hitung mol urea n = 12 / 60 = 0,2 mol
Langkah 2: Ubah massa air ke kg p = 200 gram = 0,2 kg
Langkah 3: Hitung molalitas m = n / p = 0,2 / 0,2 = 1 molal
Molalitas larutan = 1 m
b. Kenaikan titik didih:
Rumus: ΔTb = m × Kb × i
Untuk urea (non-elektrolit): i = 1
ΔTb = 1 × 0,52 × 1 ΔTb = 0,52°C
Kenaikan titik didih = 0,52°C
c. Titik didih larutan:
Tb larutan = Tb° + ΔTb Tb larutan = 100 + 0,52 Tb larutan = 100,52°C
Titik didih larutan = 100,52°C
d. Penurunan titik beku:
Rumus: ΔTf = m × Kf × i
ΔTf = 1 × 1,86 × 1 ΔTf = 1,86°C
Penurunan titik beku = 1,86°C
e. Titik beku larutan:
Tf larutan = Tf° – ΔTf Tf larutan = 0 – 1,86 Tf larutan = -1,86°C
Titik beku larutan = -1,86°C
Soal 5 Sebanyak 5,85 gram NaCl (Mr = 58,5) dilarutkan dalam 100 gram air. Jika Kf air = 1,86 °C/m dan NaCl terionisasi sempurna, hitunglah: a. Molalitas larutan b. Faktor van’t Hoff (i) c. Penurunan titik beku d. Titik beku larutan
Pembahasan:
a. Molalitas larutan:
n NaCl = 5,85 / 58,5 = 0,1 mol p = 100 gram = 0,1 kg m = 0,1 / 0,1 = 1 molal
Molalitas larutan = 1 m
b. Faktor van’t Hoff (i):
NaCl terionisasi sempurna: NaCl → Na⁺ + Cl⁻
Jumlah ion = 2 Karena terionisasi sempurna: i = 2
Faktor van’t Hoff = 2
c. Penurunan titik beku:
Rumus: ΔTf = m × Kf × i
ΔTf = 1 × 1,86 × 2 ΔTf = 3,72°C
Penurunan titik beku = 3,72°C
d. Titik beku larutan:
Tf larutan = Tf° – ΔTf Tf larutan = 0 – 3,72 Tf larutan = -3,72°C
Titik beku larutan = -3,72°C
Catatan: Bandingkan dengan urea 1 molal (soal 4) yang hanya mengalami penurunan 1,86°C. NaCl mengalami penurunan 2 kali lipat karena i = 2.
Soal 6 Berapa gram urea (Mr = 60) yang harus dilarutkan dalam 500 gram air agar larutan membeku pada suhu -0,93°C? (Kf air = 1,86 °C/m)
Pembahasan:
Langkah 1: Tentukan penurunan titik beku ΔTf = 0 – (-0,93) = 0,93°C
Langkah 2: Hitung molalitas Rumus: ΔTf = m × Kf × i
Untuk urea (non-elektrolit): i = 1
0,93 = m × 1,86 × 1 m = 0,93 / 1,86 = 0,5 molal
Langkah 3: Hitung mol urea m = n / p 0,5 = n / 0,5 n = 0,5 × 0,5 = 0,25 mol
Langkah 4: Hitung massa urea massa = n × Mr massa = 0,25 × 60 = 15 gram
Massa urea yang diperlukan = 15 gram
Soal 7 Larutan NaCl 0,1 molal membeku pada suhu -0,36°C. Jika Kf air = 1,86 °C/m, hitunglah: a. Derajat ionisasi NaCl b. Faktor van’t Hoff
Pembahasan:
a. Derajat ionisasi NaCl:
Langkah 1: Tentukan penurunan titik beku ΔTf = 0 – (-0,36) = 0,36°C
Langkah 2: Hitung faktor van’t Hoff dari data Rumus: ΔTf = m × Kf × i
0,36 = 0,1 × 1,86 × i 0,36 = 0,186 × i i = 0,36 / 0,186 = 1,935 ≈ 1,94
Langkah 3: Hitung derajat ionisasi NaCl → Na⁺ + Cl⁻ (n = 2)
Rumus: i = 1 + (n – 1) × α 1,94 = 1 + (2 – 1) × α 1,94 = 1 + α α = 0,94
Derajat ionisasi = 0,94 atau 94%
b. Faktor van’t Hoff:
Dari perhitungan di atas: i = 1,94
Interpretasi: NaCl terionisasi 94%, artinya dari 100 molekul NaCl yang dilarutkan, 94 terionisasi menjadi ion dan 6 tetap sebagai molekul.
Soal 8 Dua larutan dicampurkan:
- Larutan A: 100 mL NaOH 0,3 M
- Larutan B: 200 mL NaOH 0,6 M
Hitunglah molaritas larutan campuran!
Pembahasan:
Rumus pencampuran larutan dengan zat terlarut sama: M campuran = (M1 × V1 + M2 × V2) / (V1 + V2)
Langkah 1: Identifikasi data
- M1 = 0,3 M, V1 = 100 mL
- M2 = 0,6 M, V2 = 200 mL
Langkah 2: Hitung molaritas campuran M = (0,3 × 100 + 0,6 × 200) / (100 + 200) M = (30 + 120) / 300 M = 150 / 300 M = 0,5 M
Molaritas larutan campuran = 0,5 M
Cara alternatif (menggunakan mol):
- mol NaOH dari A = 0,3 × 0,1 = 0,03 mol
- mol NaOH dari B = 0,6 × 0,2 = 0,12 mol
- mol total = 0,03 + 0,12 = 0,15 mol
- V total = 100 + 200 = 300 mL = 0,3 L
- M = 0,15 / 0,3 = 0,5 M
Soal 9 Larutan glukosa dengan massa 180 gram dilarutkan dalam air hingga volume 1 liter memiliki tekanan osmotik 2,46 atm pada suhu 27°C. Tentukan massa molekul relatif (Mr) glukosa! (R = 0,082 L.atm/mol.K)
Pembahasan:
Rumus tekanan osmotik: π = M × R × T
Langkah 1: Ubah suhu ke Kelvin T = 27 + 273 = 300 K
Langkah 2: Hitung molaritas dari tekanan osmotik π = M × R × T 2,46 = M × 0,082 × 300 2,46 = M × 24,6 M = 2,46 / 24,6 = 0,1 M
Langkah 3: Hitung mol glukosa M = n / V 0,1 = n / 1 n = 0,1 mol
Langkah 4: Hitung Mr glukosa n = massa / Mr 0,1 = 180 / Mr Mr = 180 / 0,1 = 1800
Tunggu, ini tidak sesuai dengan Mr glukosa yang sebenarnya (180). Mari periksa kembali.
Perbaikan: Jika π = 2,46 atm, T = 300 K, V = 1 L, massa = 18 gram (bukan 180)
M = π / (R × T) = 2,46 / (0,082 × 300) = 0,1 M n = 0,1 mol Mr = 18 / 0,1 = 180
Mr glukosa = 180
Soal 10 Jelaskan mengapa: a. Jalan yang bersalju ditaburi garam? b. Radiator mobil ditambahkan etilen glikol? c. Pembuatan es krim menggunakan campuran es dan garam?
Pembahasan:
a. Jalan bersalju ditaburi garam:
Alasan: Memanfaatkan sifat penurunan titik beku larutan
Penjelasan:
- Salju adalah air beku (es) pada 0°C
- Ketika garam (NaCl) ditaburkan, garam melarutkan sedikit es
- Terbentuk larutan garam yang memiliki titik beku lebih rendah dari 0°C
- Larutan garam ini mencair meskipun suhu udara di bawah 0°C
- Es/salju menjadi cair, jalan tidak licin
- Semakin tinggi konsentrasi garam, semakin rendah titik beku
Reaksi: NaCl → Na⁺ + Cl⁻ (i = 2) ΔTf = m × Kf × i (penurunan titik beku)
b. Radiator mobil ditambahkan etilen glikol:
Alasan: Memanfaatkan dua sifat koligatif sekaligus
- Penurunan titik beku:
- Mencegah air radiator membeku di musim dingin
- Air murni membeku pada 0°C
- Dengan etilen glikol, titik beku turun menjadi -10°C hingga -40°C
- Radiator tidak pecah karena pembekuan air
- Kenaikan titik didih:
- Mencegah air radiator mendidih terlalu cepat
- Air murni mendidih pada 100°C
- Dengan etilen glikol, titik didih naik menjadi 105-110°C
- Mesin dapat bekerja pada suhu lebih tinggi tanpa overheat
c. Pembuatan es krim menggunakan campuran es dan garam:
Alasan: Memanfaatkan penurunan titik beku untuk mendapatkan suhu sangat rendah
Penjelasan:
- Es murni memiliki suhu 0°C
- Ketika garam ditambahkan ke es, terbentuk larutan garam
- Larutan garam memiliki titik beku lebih rendah (bisa mencapai -20°C)
- Untuk mencapai titik beku yang lebih rendah, larutan menyerap panas dari sekitarnya
- Panas diserap dari campuran es krim
- Suhu campuran es krim turun di bawah 0°C dengan cepat
- Es krim membeku lebih cepat dan merata
Proses:
- Es + garam → larutan garam dingin (-15°C hingga -20°C)
- Larutan garam menyerap panas dari campuran es krim
- Campuran es krim membeku menjadi es krim
Kesimpulan ketiga aplikasi: Semuanya memanfaatkan sifat koligatif larutan, khususnya penurunan titik beku dan kenaikan titik didih, yang hanya bergantung pada jumlah partikel zat terlarut, bukan jenis zat terlarut.
Semoga soal dan pembahasan ini membantu memahami materi Larutan!
- Latihan Soal OSN Ilmu Komputer SMA 2026 - June 1, 2026
- Latihan Soal OSN Kebumian SMA 2026 - May 31, 2026
- Latihan Soal OSN Geografi SMA 2026 - May 30, 2026




Leave a Reply