Pengetahuan

ENERGI SURYA SEBAGAI ENERGI TERBARUKAN

Advertisements

Seperti yang kita ketahui bahwa krisis minyak bumi merupakan salah satu permasalahan yang dihadapi di Negara kita, Indonesia. Keterbatasan minyak bumi menuntut kita untuk mencari sumber energi lain yang dapat menggantikannya sebagai alternatif. Adanya peningkatan harga minyak bumi yang ekstrim, membuat tanggungan ekonomi semakin besar. Selain itu, minyak bumi juga dapat mencemari lingkungan. Maka dari itu, sumber energi seperti ini harus segera dikurangi bahkan dihentikan untuk diganti menjadi energi terbarukan yang ramah lingkungan.


Berbicara mengenai energi terbarukan, sebenernya apa sih energi terbarukan itu?
Jadi, energi terbarukan adalah sumber energi yang dapat dengan cepat dipulihkan kembali secara alami dan prosesnya berkelanjutan. Contoh sumber energi terbarukan adalah matahari, angin, panas bumi, biomassa, dan air.
Nah, kali ini saya hanya akan membahas salah satu contoh dari energi terbarukan, yakni energi matahari atau energi surya.


Energi Surya

Salah satu potensi adalah sel surya atau solar cell dari tenaga matahari sebagai pembangkit listrik. Solar cell adalah alat yang dapat mengubah energi cahaya matahari langsung menjadi energi listrik melalui efek fotovoltaik. Terkadang, istilah solar sel digunakan untuk alat yang menangkap energi dari cahaya matahari secara spesifik, sementara fotovoltaik sel digunakan ketika sumbernya tidak spesifik. Perakitan sel-sel surya digunakan untuk membuat panel surya, modul surya dan penguji fotovoltaik. Bidang teknologi dan riset mengenai aplikasi solar sel dalam memproduksi energi listrik untuk penggunaan praktis disebut Photovoltaics. Penggunaan sel surya yang telah banyak diaplikasikan adalah pada kalkulator dan pemanas air rumah tangga.

(Baca juga Ilmuwan Memahami Bagaimana Panel Surya Plastik Bekerja)


Solar sel diklasifikasikan ke dalam tiga generasi yang mengindikasikan urutan masing-masing menjadi penting. Generasi pertama adalah penggunaan bahan monokristalin silikon dengan penggunaan input energi dan biaya produksi yang masih sangat tinggi sehingga kurang efisien dalam menghasilkan energi untuk menggantikan energi dari bahan bakar fosil. Generasi kedua telah mengembangkan material yang lebih rendah input energi dan biaya produksinya dengan menggunakan teknologi Vapour deposition, electroplating dan ultrasonic Nozzles. Sementara generasi ketiga, telah mengembangkan material yang menghasilkan energi listrik yang lebih tinggi dengan biaya produksi dan perawatan yang sangat rendah serta efisiensi yang mencapai 30-60% konversi energi.

BACA JUGA  Ilmuwan Temukan Metode Baru Panen Energi Cahaya

Demikian artikel mengenai energi surya sebagai energi terbarukan. Semoga artikel ini dapat membantu teman-teman yang sedang mencari jawaban dan ingin menambah pengetahuan.
Terima Kasih, Semoga Bermanfaat.

dirumahaja #mahasiswaproduktif #fisika

2 comments

    1. Wa’alaikumsalam wr.wb.
      Ada sel fotovolaik generasi III.

      Jika melihat artikel di web dewan energi nasional RI (2016), energi surya gen.III ini masih dalam tahap uji coba. (https://den.go.id/index.php/dinamispage/index/564-rapat-den-tentang-energi-surya.html)
      Adapun artikel pendukung lainnya, bisa cek (https://ee.unud.ac.id/file_pendukung_data_riwayat/1446028751.pdf) dan (http://staffnew.uny.ac.id/upload/132011628/penelitian/20-Hari+Sutrisno_SEL+FOTOVOLAIK.pdf)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.