Risiko dan Toksisitas Bahan-bahan Kimia

Kita sering melihat dan mendengar tentang bahaya yang berasal dari bahan-bahan kimia seperti residu pestisida pada bahan makanan, obat-obatan yang tidak jelas, dan sebagainya. Bagaimana kita meyakinkan orang-orang terhadap adanya fenomena seperti itu? Mari kita pelajari Risiko dan Toksisitas Bahan-bahan Kimia

Risiko Bahan Kimia

Hidup tidak terbebas dari risiko. Semua orang mempunyai risiko dalam kehidupan sehari-harinya, misalnya :

  • Kita memilih naik sepeda daripada naik kendaraan bermotor (mobil), sementara naik naik sepeda per kilometer-nya mempunyai risiko kecelakaan sepuluh kali lebih besar dari pada naik mobil,
  • Kita telah memutuskan untuk merokok sigaret, meskipun perilaku merokok dapat meningkatkan risiko terkena kanker sebesar 50%. Seringkali kita mempertimbangkan masak-masak sebelum mengerjakan sesuatu, namun kadang-kadang kadang kita mengerjakan sesuatu setiap hari tanpa memikirkan akibatnya di kemudian hari.

Risiko dan Toksisitas Bahan-bahan Kimia
Sekarang bagaimana dengan risiko dari bahan-bahan kimia? Cara menentukan risiko yang ditimbulkan oleh bahan kimia adalah menggunakan binatang percobaan (biasanya tikus putih) yang dipaparkan ke bahan kimia dengan dosis yang ditentukan (biasanya ratusan bahkan ribuan kali lebih tinggi daripada yang akan diberikan pada manusia) dan kemudian dipantau untuk melihat dampak yang akan terjadi. Jika data sudah tersedia, kemudian diinterpretasikan dengan berbagai asumsi. Jika ternyata bahan kimia mempunyai dampak yang buruk terhadap bunatang percobaan, berarti akan berdampak juga pada manusia.

Dosis yang di Perlukan

Berapa besar dosis yang diberikan pada binatang percobaan? Berapa dosis minimum yang bisa diberikan kepada manusia? Seorang ahli fisika dari Swiss (Paracelsus) pada abad XVI mengatakan bahwa ” dosis yang diberikan dapat menjadi racun”. Semua bahan, termasuk air dan garam dapur, adalah racun untuk beberapa organisme, dan perbedaan antara penyembuhan atau menyebabkan sakit tergantung dari berapa besar dosis yang diberikan.

Metode standar untuk mengevaluasi toksisitas bahan kimia secara akut untuk paparan toksisitas jangka panjang biasanya menggunakan nilai LD50, yaitu banyaknya bahan kimia per kilogram berat badan yang dapat menyebabkan kematian 50% binatang percobaan. Nilai LD50 dari berbagai bahan kimia yaitu contohnya :

  • Aflatoksin B1 sebesar 4 x 10^-4 g/kg
  • Aspirin sebesar 1.7 g/kg
  • Kloroform sebesar 3.2 g/kg
  • Etil alkohol sebesar 10.6 g/kg
  • Formaldehida sebesar 2.4 g/kg
  • Natrium sianida sebesar 1.5 x 10^-2 g/kg
  • Natrium siklamat sebesar 17 g/kg

Bagaimana kita mengenali suatu Risiko dan Toksisitas Bahan-bahan Kimia sangat ditentukan oleh kebiasaan dan pengetahuan kita. Contohnya, kloroform dapat terdeteksi pada konsentrasi sampai 0.000 000 01% pada air PAM,  (baca juga mengenai kualitas air) di mana kloroform mempunyai toksisitas akut lebih rendah daripada aspirin. Banyak makanan mengandung bahan tambahan yang ternyata lebih bersifat toksik daripada bahan aditif sintetik untuk makanan, bahan lebih toksik daripada residu pestisida. Namun demikian, banyak orang mengabaikan bahaya bahan tambahan ini disebabkan karena makanan tersebut sudah sangat dikenal. Contohnya adalah mentega dari kacang, mengandung aflaktosin dalam jumlah yang kecil, yang mempunyai potensi terhadap kanker lebih besar daripada natrium siklamat, suatu bahan pemanis buatan yang dilarang karena mengandung “risiko”.

One thought on “Risiko dan Toksisitas Bahan-bahan Kimia

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.