“Rumus Kimia” Manusia dan Makhluk Luar Angkasa


Sugar molecules in the gas surrounding a young...
 (Photo credit: European Southern Observatory)

Tubuh manusia pada dasarnya juga terdiri dari senyawa-senyawa kimia yang berpadu dan membentuk tubuh manusia serta yang terkandung di dalamnya. Sehingga dalam kata lain, tubuh manusia pun sebenarnya bisa dirumuskan. Namun ada beberapa faktor yang membuatnya bisa menjadi berbeda-beda seperti yang paling mendasar adalah dari faktor jenis kelamin. Tubuh laki-laki memiliki kandungan air yang lebih banyak dibanding tubuh perempuan, yang memiliki lipid lebih banyak. Jika dipersentase, jumlah oksigen di dalam tubuh manusia mencapai kira-kira dua pertiga dari bagian tubuh, karbon 20 persen, hidrogen 10 persen dan nitrogen sebanyak 3 persen. Sementara sisanya terdiri dari unsur-unsur pencemar yang jumlahnya tergolong sangat sedikit.

Kemudian jika diuraikan sampai ke tingkat atom, tubuh manusia dapat ditelusuri sampai kepada sebuah rumus empirik H15750 N310 O6500 C2250 Ca­63 P48 K15 S15 Na10 Cl6 Mg3 Fe1. Jumlah relatif dari atom-atom dalam rumus ini berbeda dari komposisi menurut berat karena atom-atom memiliki massa berbeda-beda. Sementara ada juga rumus standar lain yang bisa dipergunakan untuk mengekspresikan rumus kimia dari tubuh manusia yang terdiri dari bermacam-macam gugus molekuler dan atomik yakni 7×10­25H2O+9×1024C6H12O6+2×1024CH3(CH2)14+….. Namun sebenarnya sepanjang apapun rumus kimia ini memenuhi halaman-halaman buku, kita tidak akan akan mungkin menemukan semua gugus yang ada. Metabolisme yang didefinisikan sebagai pertukaran kimia dan energi dalam makhluk yang hidup mengandung arti bahwa rumus kimia semacam ini akan berubah secara terus menerus.

Sementara untuk komposisi rumus kimia untuk makhluk-makhluk luar angkasa akan bergantung pada dua faktor utama. Pertama adalah unsur yang membentuk rerangka makromolekul-makromolekulnya. Semua bentuk kehidupan yang telah ditemukan sejauh ini memiliki basis unsur karbon, yang dapat membentuk rantai-rantai panjang yang dapat mengikat unsur-unsur lain. Building block lain yang paling mungkin untuk makromolekul-makromolekul adalah silikon, fosfor, atau nitrogen. Kedua, pelarut untuk reaksi-reaksi biokimia yang menggerakkan tubuh. Alternatif yang paling mungkin untuk air barangkali adalah ammonia (NH3) karena bahan ini dapat melarutkan sebagian besar molekul organik. Senyawa ini juga berada dalam wujud cair kendati berada jauh di bawah titik beku air dan banyak tersedia di ruang angkasa. Maka bentuk kehidupan luar angkasa barangkali memiliki basis silika dan ammonia.

Sumber:

O’Hare, M. (2006). Why Don’t Penguin’s Feet Freeze? UFUK. Page: 39-40    

Tentang iklan-iklan ini

3 thoughts on ““Rumus Kimia” Manusia dan Makhluk Luar Angkasa”

    1. terimakasih ya kunjungan rutinnya.
      iya mungkin ad kesamaan tema dan topik. karena artikel tersebutpun memang bersumber dari buku. jd wajar kalo ada kesamaan.
      yang pasti, semua artikel sebelum di publish. selalu ditinjau, diliat kesamaannya apakah murni copy paste atau tidak. :)

      mungkin penulis ingin menambahkan? :)

      Suka

  1. memang mengambil dari buku Mick O’Hare. saya sudah menyertakan sumbernya di atas. tidak sepenuhnya saya salin karena sudah diparafrase diambil bagian yang penting saja. bahkan sudah saya sertakan halaman bukunya di sumber, jika mungkin anda memiliki bukunya. kebetulan saya punya bukunya, makanya saya coba share di sini, dan dengan menyertakan sumber. terimakasih :)

    Suka

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s