Posted on Leave a comment

Zat Gizi dalam Rumput Laut

​Rumput laut sebagai bahan makanan sudah tida asing lagi bagi kita. Kita dapat menemukannya sebagai snack. Tahukah kalian zat gizi apa saja yang terkandung pada rumput laut?

Komposisi zat gizi pada rumput laut antara lain karbohidray (gula atau vegetable gum), protein, sedikit lemak serta abu yang sebagian besar terdiri dari natrium dan kalium serta 80-90% air. Disamping komponen zat gizi utama tersebut, rumput laut dikenal sebagai makanan sehat karena mengandung vitamin A, vitamin B1, riboflavin,  niasin,   kalsium, zat besi, kalium, dan yodium. Bahkan kandungan kalsium yang ada di dalam rumput laut lebih banyak daripada kandungan kalsium di dalam daging sapi, brokoli, dan susu.

Kandungan yodium yang ada di dalam tiroid dapat menjaga kesehatan tiroid Anda dan fungsi fisiologis tubuh lainnya. Tanpa adanya yodium, tubuh tidak dapat mensintesis hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid.
Rumput laut bukanlah rumput sebenarnya, karena mereka tidak termasuk famili Gramineae (rumput-rumputan). Biota laut itu sebetulnya adalah nama umum kelompok ganggang (algae laut bentik) yang tumbuh di laut dangkal. Nama rumput laut diambil dari istilah Inggris seaweeds. Tidak semua rumput laut bernilai ekonomis penting. Rumput laut untuk pangan dan industri hanya dari rumput laut kelompok ganggang merah(Rhodophyceae). Jenisnya terdiri dari macam-macam spesies rumput laut genus Eucheuma, Gracilaria dan Gelidium.sumber

Manfaat lainnya adalah rumput laut cocok dikonsumsi bagi Anda yang sering terpapar racun dan polusi dari dalam tubuh. Hal ini karena di dalam rumput laut terdapat kandungan klorofil yang membantu tubuh untuk melakukan detox secara alami.

Ada begitu banyak manfaat yang ada di dalam rumput laut untuk kesehatan Anda. Jadi jangan ragu untuk mengonsumsi rumput laut atau makanan yang mengandung rumput laut.

Posted on 1 Comment

Jangan Konsumsi Vitamin Berlebihan, Kenapa?

​Segala sesuatu yang berlebihan tidaklah baik, apapun itu. Bahkan untuk vitamin yang notabene diperlukan oleh tubuh. Salah satu contohnya adalah vitamin C. Pada dasarnya vitamin C bisa kita temui pada makanan yang kita konsumsi. Ada begitu banyak buah yang kaya akan vitamin C. Faktanya, banyak produk minuman vitamin C mengandung hampir 100 kali lipat kebutuhan vitamin C harian (75-90 mg/hari). Jika kita mengonsumsi seluruhnya, apakah kita akan memperoleh asupan vitamin C berlipat-lipat?

Jika seorang pasien kekurangan vitamin atau mineral, solusi berbasis asupan makanan dapat direkomendasikan terlebih dahulu, karena asupan makanan dapat menyediakan banyak senyawa bioaktif dan serat makanan yang tidak diperoleh dari suplemen. Jika pasien tidak kekurangan vitamin atau mineral, tidak ada data yang memadai yang menunjukkan manfaat mengonsumsi suplemen lebih dari asupan suplemen vitamin dan mineral yang direkomendasikan per harinya.
Vitamin C, vitamin B12, tiamin, niasin, riboflavin, triptofan, asam pantotenat, biotin, dan asam folat adalah vitamin dan nutrien yang larut air. Meskipun tubuh menyesuaikan dengan mengabsorpsi hanya yang dibutuhkan dan mengekskresikan kelebihannya dalam urin, laju ekskresi menurun dengan cepat.
Meskipun tidak disimpan dalam tubuh, nutrien larut-air tidak dapat dianggap aman. Faktanya, terlalu banyak vitamin B6 dapat menyebabkan gangguan saraf, terlalu banyak vitamin C dapat menyebabkan batu ginjal, dan terlalu banyak asam folat dapat mengaburkan defisiensi vitamin B12.
Sebaliknya dengan nutrien larut-air, vitamin-vitamin larut lemak seperti A, D, E, dan K dapat disimpan pada jaringan tubuh dan terakumulasi hingga kadar yang membahayakan seiring waktu, berpotensi menyebabkan hipervitaminosis atau kelebihan jumlah vitamin dalam tubuh. Terlalu banyak vitamin A dapat menyebabkan cacat janin, terlalu banyak vitamin E dapat meningkatkan pendarahan, dan terlalu banyak vitamin K dapat mengurangi atau membalikkan efek pengencer darah seperti warfarin dan mencegah penggumpalan darah normal.sumber

Dengan konsumsi vitamin yang berlebihan, kerja ginjal menjadi lebih berat karena harus menyaring sisa metabolisme dalam darah. Bisa kita bayangkan bila kita mengkonsumsi vitamin di luar dosis yang dianjurkan. Selain dari vitamin itu sendiri, zat kimia aditif vitamin juga menambah sisa metabolisme. Oleh karena itu, konsultasikan terlebih dahulu ya sebelum mengkonsumsi multivitamin kepada dokter atau apoteker.

Posted on Leave a comment

SERBA SERBI VITAMIN

Beberapa vitamin memiliki nama kimianya sendiri. Mau tahu? Yuk lihat satu persatu!

Vitamin adalah sekelompok senyawa organik berbobot molekul kecil yang memiliki fungsi vital dalam metabolisme setiap organisme, yang tidak dapat dihasilkan oleh tubuh.

  1. Vitamin A memiliki nama kimia retinol atau axerophthol yang larut dalam lemak
  2. Vitamin B1 memiliki nama kimia thiamin yang larut dalam air. Vitamin B adalah 8 vitamin yang larut dalam air dan memainkan peran penting dalam metabolisme sel. Dalam sejarahnya, vitamin pernah diduga hanya mempunyai satu tipe, yaitu vitamin B (seperti orang mengenal vitamin C atau vitamin D). Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa komposisi kimia di dalamnya membedakan vitamin ini satu sama lain dan terlihat dalam contohnya dalam beberapa makanan.
  3. Vitamin B2 memiliki nama kimia riboflavin yang larut dalam air.
  4. Vitamin B6 memiliki nama kimia pyridoxine yang larut dalam air.
  5. Vitamin H memiliki nama kimia biotin yang larut dalam air.
  6. Vitamin B12 memiliki nama kimia cyanocobalamin yang larut dalam air.
  7. Vitamin C memiliki nama kimia asam askorbat yang larut dalam air. Vitamin C diperlukan untuk menjaga struktur kolagen, yaitu sejenis protein yang menghubungkan semua jaringan serabut, kulit, urat, tulang rawan, dan jaringan lain di tubuh manusia. Struktur kolagen yang baik dapat menyembuhkan patah tulang, memar, pendarahan kecil, dan luka ringan
  8. Vitamin D memiliki nama kimia ergocarciferol atau cholecalciferol yang larut dalam lemak. Molekul aktif dari vitamin D, yaitu kalsitriol, merupakan pemeran utama dalam metabolisme absorpsi kalsium ke dalam tulang, fungsi otot, sekaligus sebagai immunomodulator yang berpengaruh terhadap sistem kekebalan untuk melawan beberapa penyakit, termasuk diabetes dan kanker.  Sumber utama vitamin D adalah kulit yang terpapar radiasi ultraviolet.
  9. Vitamin E memiliki nama kimia tocoperol yang larut dalam lemak. Karena tidak larut dalam air, vitamin E dalam tubuh hanya dapat dicerna dengan bantuan empedu hati, sebagai pengelmulsi minyak saat melalui duodenum. Vitamin E stabil pada pemanasan namun akan rusak bila pemanasan terlalu tinggi.  Vitamin E bersifat basa jika tidak ada oksigen dan tidak terpengaruh oleh asam pada suhu 100o  Bila terkena oksigen di udara, akan teroksidasi secara perlahan-lahan. Sedangkan bila terkena cahaya warnanya akan menjadi gelap secara bertahap.

           Vitamin E mudah didapat dari bagian bahan makanan yang berminyak atau sayuran.            Vitamin E banyak terdapat pada buah-buahan, susu, mentega, telur, sayur-sayuran,            terutama kecambah. Contoh sayuran yang paling banyak mengandung vitamin E                   adalah minyak biji gandum, minyak kedelai, minyak jagung, alfalfa, selada, kacang-             kacangan,asparagus, pisang, strawberry, biji bunga matahari, buncis, ubi       jalar dan sayuran berwarna hijau. Vitamin E lebih banyak terdapat pada makanan segar yang belum diolah.

 

  1. Vitamin K memiliki nama kimia phyllquinone yang larut dalam lemak. Secara kimia vitamin ini adalah turunan 2-metil-1,4-naftokuinona.Vitamin K bersifat tahan panas, tetapi akan segera rusak apabila terpapar senyawa asam, basa, dan cahaya matahari.

Pada manusia, vitamin K didapat dari nutrisi asupan makanan dan mikroflora              pada saluran pencernaan. Di dalam hati, vitamin K dibutuhkan untuk          mengaktivasi protrombin dengan reaksi karboksilasi gugus Glu pada residu protein prekursornya. Asam glutamat yang mengalami reaksi karboksilasi akan berubah menjadi asam karboksiglutamat gamma.