Posted on Leave a comment

Desulfitobacteria, Tidak Hanya Mengolah Limbah tetapi juga Membangkitkan Energi Listrik

​Pernah dengar bakteri limbah dapat dijadikan sumber pembangkit listrik skala kecil?

Para ilmuwan telah lama mempelajari bakteri yang dapat membersihkan limbah beracun. Salah satunya bakteri yang menjadikan limbah sebagai makanannya. Jenis bakteri tertentu ternyata tidak hanya memakan limbah, tapi juga menghasilkan listrik. Saat ini telah ditemukan bakteri yang makan racun 24 jam selama seminggu sekaligus menghasilkan listrik. 
“Bakteri tersebut mampu menghasilkan listrik secara terus-menerus dan pada tingkat tertentu dapat digunakan untuk menjalankan peralatan listrik berdaya rendah,” kata Charles Milliken dari Universitas Kedokteran Carolina Selatan. Penelitian ini dilakukan bersama koleganya Harold May. 

“Selama bakteri dipasok bahan bakar (limbah), dapat dihasilkan listrik selama 24 jam sehari,” lanjutnya. Penemuan ini disampaikan Selasa (7/6) dalam Sidang Umum American Society of Microbiology. 
Penelitian baru terhadap Desulfitobacteria berhasil mengungkap kemampuannya untuk menghancurkan dan mengatasi polutan yang paling bermasalah antara lain PCB (Polychlorinated biphenyl) dan beberapa larutan kimia. 

Bakteri dari genus Desulfitobacterium mampu menghasilkan listrik secara berkesinambungan dalam tingkat yang dapat digunakan untuk mentenagai alat elektronik kecil. Sejauh bakterinya diberi makan bahan bakar, mereka mampu menghasilkan listrik 24 jam sehari,” kata Charles Miliken, yang melakukan penelitiannya bersama rekannya Harold May.
Tapi apa yang mengagetkan May bukanlah kalau bakteri tersebut dapat menghasilkan listrik; hal ini sudah diketahui sejak tahun 1912. Namun Desulfitobacterium berbeda dari bakteri penghasil listrik sebelumnya. Hingga penemuan May, ahli mikrobiologi menduga kalau hanya bakteri gram negatif, dengan dua selaput sel (dalam dan luar), dapat membuat tegangan, atau beda potensial listrik, di antara kedua selaputnya (protein yang tertempel di selaput luar karenanya mampu menghasilkan arus listrik yang dibangkitkan oleh beda potensial ini). Desulfitobacterium adalah bakteri gram positif, dengan hanya satu selaput sel yang bisa atau tidak bisa tertempel protein. Jadi sang bakteri pasti membuat listriknya dengan cara berbeda; mekanisme ini tetap jadi misteri yang masih dipelajari May. sumber

Bakteri tersebut dapat mengubah berbagai jenis limbah dalam jumlah besar sebagai sumber listrik. Menurutnya, teknologi ini dapat digunakan untuk membantu reklamasi pengairan yang tercemar dengan membersihkan limbah sekaligus menghasilkan listrik.

Bakteri menjalankan fungsi yang berguna saat berada pada kondisi spora, tahap perkembangan yang tahan terhadap panas ekstrim, radiasi, dan minimnya air. 

Posted on Leave a comment

Bisakah Urin Menjadi Listrik ?

urine.jpg

Sebuah cara baru dengan sel bahan bakar yang dapat mengubah urin menjadi listrik bisa merevolusi cara kita untuk menghasilkan bioenergi, khususnya di negara-negara berkembang. Penelitian yang diterbitkan di Elektrochimica Acta, menjelaskan desain bari dari sel bahan bakar mikroba yang lebih kecil, lebih murah dan lebih kuat daripada yang bersifat tradisional. Continue reading Bisakah Urin Menjadi Listrik ?

Posted on Leave a comment

Kini, Ada Teknologi Baru untuk Mengurangi Emisi Karbondioksida

150303183327-large

Saat ini teknologi baru mulai dipatenkan oleh seorang peneliti di New Mexico State University, temuannya bisa menciptakan revolusi di mana ia bisa menangkap karbon dioksida dan memiliki dampak yang signifukan pada pengurangan polusi di seluruh dunia. Mengingat bumi mulai tercemar oleh paparan berbagai polutan, manusia memang harus bertindak untuk memulihkannya. Continue reading Kini, Ada Teknologi Baru untuk Mengurangi Emisi Karbondioksida