Posted on Leave a comment

Pengertian dan Klasifikasi Zat Aditif Makanan [LENGKAP]

Penggunaan zat aditif makanan memang seringkali menjadi perbincangan mengenai keamanan penggunaannya. Banyak orang berpikir bahwa penambahan zat ini hanya akan menjadi pemicu berbagai penyakit berbahaya bagi tubuh dibalik kelezatan dan penampilannya yang mengiurkan. Apakah kamu salah satunya?

Hmm, jangan salah sangka! Yuk, ketahui dulu apa itu zat aditif makanan dan macam-macamnya!

Apa itu zat aditif makanan?

            Zat aditif makanan adalah bahan yang ditambahkan dengan sengaja ke dalam makanan dalam jumlah kecil dengan tujuan untuk memperbaiki penampakan, cita rasa, tekstur, dan memperpanjang daya simpan. Selain itu, penambahan zat aditif makanan juga dapat meningkatkan nilai gizi, seperti protein, mineral dan vitamin.

Apa saja jenis-jenis zat aditif makanan? Continue reading Pengertian dan Klasifikasi Zat Aditif Makanan [LENGKAP]

Posted on Leave a comment

Kimia Kelas 11: Jangan Asal Minum! Inilah Alasan Minuman Bersoda Bisa Sebabkan Asidosis Metabolik

Hayo, siapa di sini penggemar minuman bersoda?

Rasa-rasanya tidak sedikit orang mengaku bahwa mereka menggandrungi minuman jenis ini. Apalagi setelah melakukan olahraga atau aktivitas yang melelahkan  seperti  jogging dan  bersepeda di pagi hari, minuman bersoda seringkali menjadi andalan untuk menyegarkan tubuh.

Bukannya menyehatkan karena iming-iming tubuh terasa bugar dengan cepat, lho, minum minuman bersoda dapat membahayakan kesehatan tubuh, terutama bagi kamu yang doyan banget hingga minum secara berlebihan.

Minuman bersoda sesungguhnya tergolong asam yang apabila masuk ke tubuh dalam batas yang tidak normal dapat mengakibatkan penurunan pH darah. Kondisi ini dinamakan asidosis metabolik. Simak penjelasan berikut!

  • Apa itu asidosis metabolik?

Dilansir dari alodokter.com, asidosis metabolik merupakan gangguan fisiologis yang dapat terjadi saat tubuh menghasilkan terlalu banyak asam, atau ketika ginjal hanya mampu membuang sedikit asam melalui urine. Sebaliknya, apabila terjadi akumulasi garam basa dalam darah, dapat muncul gejala alkalosis metabolik.

Asidosis metabolik dan alkalosis metabolik sesungguhnya merupakan beberapa contoh  gangguan keseimbangan asam basa, yaitu suatu kondisi dimana kadar asam dan basa dalam darah tidak seimbang.

  • Mengapa asidosis metabolik dapat terjadi?

Minuman bersoda mengandung gula dalam jumlah besar yang dapat menyebabkan obesitas, diabetes, hingga masalah pada ginjal. Perlu kamu ketahui juga bahwa minuman bersoda sendiri dibuat dengan memasukkan gas karbon dioksida (CO2) ke dalam minuman (H2O) melalui reaksi karbonisasi. Berikut merupakan persamaan reaksi karbonisasi

H2O(l) + CO2(g)    H2CO3(aq)

Nah, terbentuknya asam karbonat ini (H2CO3) menyebabkan minuman bersoda/minuman berkarbonasi memiliki sifat asam dengan pH berkisar antara 3,2-3,7. Apabila mengonsumsinya, tentu derajat keasaman darah akan meningkat.

Namun, apakah meminum minuman bersoda/ minuman berkarbonasi akan langsung menyebabkan asidosis metabolik? Belum tentu.

Di dalam darah, terdapat larutan penyangga karbonat, yang terdiri dari senyawa H2CO3 dan HCO3, yaitu larutan yang dapat mempertahankan keseimbangan asam-basa dalam cairan ekstraseluler atau dalam darah. Larutan penyangga ini berfungsi menstabilkan pH darah dalam kisaran 7,35-7,45.

Apabila darah menerima zat yang bersifat asam, ion H+ dari asam tersebut akan bereaksi dengan ion HCO3 menurut reaksi berikut.

H+(aq) + HCO3(aq)  H2CO3(aq)

Asam karbonat (H2CO3) akan segera terurai menjadi air dan karbon dioksida dan dikeluarkan melalui pernafasan sesuai reaksi,

H2CO3(aq)  H2O(l) + CO2(g)

Sebaliknya, apabila darah menerima zat yang bersifat basa, ion OH akan bereaksi dengan H2CO3.

OH(aq) + H2CO3 (aq)  HCO3(aq) + H2O(l)

Sehingga, larutan penyangga (buffer) karbonat (H2CO3/HCO3) dapat mempertahankan pH darah antara 7,35-7,45.

Lalu bagaimana asidosis metabolik dapat terjadi?

Seperti yang telah diketahui minuman bersoda dapat menyebabkan terbentuknya asam yang kemudian akan dinetralkan oleh larutan penyangga karbonat yang terdapat dalam darah. Namun, apa jadinya jika seseorang mengonsumsi minuman bersoda/ minuman berkarbonasi secara berlebihan?

Larutan penyangga akan bekerja semakin berat untuk menyeimbangkan pH dalam darah. Sehingga tubuh dapat mengalami asidosis dengan pH darah di bawah 7,35.

woman-in-gray-tank-top-showing-distress-3812745

Jangan anggap enteng, ya. Kondisi asidosis dapat menyebabkan rasa kelelahan yang luar biasa, rasa kantuk, sering mual, dan mengalami kebingungan.

Oleh karena itu, biasakan untuk mengonsumsi air putih dan beristirahat sejenak setelah melakukan aktivitas berat atau berolahraga. Apabila telah terbiasa mengonsumsi minuman bersoda/ minuman berkarbonasi segeralah kurangi secara perlahan demi kesehatan tubuh kamu.

Posted on Leave a comment

STRUKTUR DAN FUNGSI SEL PADA SISTEM REGULASI MANUSIA

SISTEM REGULASI MANUSIA

Halo teman-teman!! Apa kabar semuanya??? Semoga selalu sehat dan bahagia yaa,, 🙂

Di sini kita akan belajar tentang sistem saraf pada tubuh manusia dan juga sistem  Regulasi Manusia. Materi ini akan kita jumpai di bangku SMA kelas 11 ipa. Langsung bahas aja yokk!!

>>SISTEM SARAF<<

Sistem saraf adalah salah satu bagian dari sistem koordinasi yang mengatur aktivitas tubuh melalui rangsangan listrik secara cepat. Komponennya terdiri dari : sel saraf (neuron), sistem saraf pusat, dan sistem saraf tepi.

1. Struktur Neuron

Sel saraf atau neuron adalah satuan kerja utana sistem saraf untuk menghantarkan impuls listrik akibat adanya rangsang (impuls).

Sel saraf terdiri dari 3 bagian.

  • Badan sel, ialah bagian yang terbesar. Fungsinya untuk menerima rangsangan (impuls) dari dendrit dan meneruskannya ke akson (neurit).
  • Dendrit, ialah serabut saraf pendek dan biasanya bercabang-cabang. Fungsinya menerima rangsang dari ujung akson neuron lain dan dibawa menuju badan sel saraf.
  • Neurit, ialah serabut saraf panjang, biasanya tidak bercabang. Fungsinya meneruskan rangsang dari badan sel ke kelenjar dan serabut-serabut otot. Neurit ini dibungkusbselubung mielin. Selubung mielin dikelilingi oleh sel schwann. Neurit yang tidak berselubung mielin disebut nodus Ranvier.

Continue reading STRUKTUR DAN FUNGSI SEL PADA SISTEM REGULASI MANUSIA