Pembatasan Ponsel di Sekolah Banten Tingkatkan Fokus Belajar
Kebijakan Pembatasan Penggunaan Handphone di Sekolah Dapat Meningkatkan Konsentrasi Belajar
Kebijakan pembatasan penggunaan handphone di lingkungan sekolah yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten mendapatkan respon positif dari berbagai pihak, termasuk para pendidik. Salah satu guru yang menyampaikan tanggapan positif adalah Abdul Manaf, seorang guru SMK NU Ciruas, Kabupaten Serang.
Menurut Abdul Manaf, kebijakan ini dinilai sangat tepat dan mumpuni bagi siswa maupun guru. Ia menjelaskan bahwa pembatasan penggunaan handphone dapat membantu meningkatkan konsentrasi dalam proses belajar mengajar di sekolah.
“Kalau tanggapan saya pribadi, kebijakan ini sangat bagus. Dengan adanya surat edaran tersebut, kami sebagai guru dan siswa menjadi lebih fokus dalam kegiatan belajar mengajar,” ujar Abdul Manaf, Selasa, (3/2/2026).
Ia juga menyebutkan bahwa sejak kebijakan tersebut mulai diberlakukan beberapa hari terakhir, kondisi di lingkungan sekolah menjadi lebih kondusif dibandingkan sebelumnya. Kedisiplinan siswa maupun guru juga dinilai mengalami peningkatan.
“Alhamdulillah, sejak kemarin diterapkan sudah cukup kondusif. Guru dan siswa sudah mulai tertib,” katanya.
Abdul Manaf menambahkan bahwa pihak sekolah telah melakukan sosialisasi terkait kebijakan pembatasan penggunaan handphone tersebut. Hal ini dilakukan agar seluruh warga sekolah memahami tujuan dan manfaat dari kebijakan yang diterapkan.
“Melihat kebiasaan sebelumnya, baik guru maupun siswa sering kurang konsentrasi jika handphone tetap digunakan di lingkungan sekolah. Karena itu, kebijakan ini sangat membantu,” jelasnya.
Sebagai bentuk keseriusan, pihak sekolah nantinya akan menerapkan sanksi sesuai aturan yang berlaku bagi guru maupun siswa yang tetap melanggar ketentuan tersebut. Selain itu, surat edaran dari Dindikbud Banten akan dituangkan secara resmi ke dalam tata tertib sekolah agar pelaksanaannya berjalan maksimal.
Dalam penerapannya, seluruh siswa dan guru diwajibkan mengumpulkan handphone setiap hari sebelum jam pelajaran dimulai. Ponsel tersebut baru dapat digunakan kembali setelah kegiatan belajar mengajar selesai.
“Kami berharap kebijakan ini bisa terus berjalan dengan baik demi terciptanya proses pendidikan yang lebih efektif,” pungkas Abdul Manaf.
Tantangan dan Solusi dalam Penerapan Kebijakan
Meskipun kebijakan ini mendapat dukungan, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi. Misalnya, bagaimana cara memastikan semua siswa dan guru patuh pada aturan? Bagaimana sistem pengawasan bisa diterapkan secara efektif?
Untuk mengatasi hal ini, pihak sekolah perlu memperkuat komunikasi dan edukasi kepada seluruh warga sekolah. Sosialisasi yang dilakukan tidak hanya sekali, tetapi secara berkala agar pesan yang disampaikan tetap segar dan dipahami.
Selain itu, pengawasan harus dilakukan secara konsisten. Misalnya, petugas atau tim pengawas bisa ditempatkan di area-area strategis seperti ruang kelas, koridor, atau tempat parkir. Dengan demikian, pelanggaran bisa segera diketahui dan diatasi.
Pihak sekolah juga perlu mempertimbangkan alternatif untuk mengurangi kecemasan siswa dan guru terhadap pembatasan penggunaan handphone. Misalnya, memberikan waktu khusus di mana handphone boleh digunakan, atau menyediakan fasilitas komunikasi alternatif seperti telepon umum atau aplikasi komunikasi internal sekolah.
Peran Orang Tua dalam Mendukung Kebijakan
Peran orang tua juga sangat penting dalam mendukung kebijakan ini. Orang tua perlu memahami alasan di balik kebijakan tersebut dan bersama-sama dengan sekolah memastikan anak-anak mereka mematuhi aturan yang berlaku.
Orang tua juga bisa memberikan dukungan emosional kepada anak-anak, terutama jika mereka merasa ketergantungan terhadap handphone. Dengan dukungan yang kuat dari rumah, siswa akan lebih mudah beradaptasi dengan perubahan ini.
Kesimpulan
Kebijakan pembatasan penggunaan handphone di sekolah merupakan langkah penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih fokus dan efektif. Meskipun ada tantangan, dengan persiapan yang matang dan kolaborasi antara sekolah, guru, siswa, dan orang tua, kebijakan ini bisa berhasil diterapkan dan memberikan dampak positif bagi proses pendidikan.
- Soal Tes Kompetensi Akademik (TKA) SMP Matematika 2026 - February 11, 2026
- Ular rakun kedua positif rabies di utara County Bexar dalam seminggu, kata pejabat kesehatan - February 11, 2026
- Pembatasan Ponsel di Sekolah Banten Tingkatkan Fokus Belajar - February 11, 2026




Leave a Reply