Operasi Katarak Gratis, Perusahaan Jamu Bantu Ratusan Warga Bandung Melihat Kembali

Peran Swasta dalam Mengatasi Katarak di Indonesia

Gangguan penglihatan dan kebutaan memiliki dampak besar terhadap kualitas hidup masyarakat. Di Indonesia, katarak masih menjadi penyebab utama kebutaan dan gangguan penglihatan. Dengan semakin meningkatnya jumlah penderita katarak, diperlukan upaya yang lebih menyeluruh dan berkelanjutan untuk menangani masalah ini.

Tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan sektor kesehatan, penanganan katarak memerlukan sinergi lintas sektor. Partisipasi dari organisasi profesi, masyarakat, sektor swasta, serta lembaga nonpemerintah (NGO) sangat penting agar upaya pencegahan dan pengobatan dapat mencapai lebih banyak masyarakat.

Salah satu perusahaan yang aktif berperan dalam mengatasi katarak adalah PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul). Sejak tahun 2011, perusahaan ini telah berkomitmen untuk membantu masyarakat yang terkena katarak melalui berbagai program kemanusiaan.

Memasuki awal tahun 2026, Sido Muncul kembali bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) Pusat dan Rumah Sakit Maranatha Bandung untuk menggelar operasi katarak gratis bagi 200 pasien di wilayah Bandung dan sekitarnya. Acara ini dilaksanakan pada Senin (2/2/2026).

Direktur Sido Muncul Dr. (H.C.) Irwan Hidayat menjelaskan bahwa meskipun pemerintah memiliki program BPJS, peran swasta tetap krusial dalam mengisi celah dan menjangkau masyarakat yang belum tertangani. Ia menambahkan bahwa setiap tahun jumlah penderita katarak bertambah sekitar satu persen atau sekitar 280.000 orang baru.

“Katarak adalah penyakit degeneratif yang angkanya terus bertambah seiring penuaan populasi. Meskipun pekerjaan ini tidak akan pernah selesai, kami senang bisa berpartisipasi dan membantu sesama,” ujarnya.

Sejak tahun 2011, Sido Muncul telah melakukan operasi katarak sebanyak 57.000 mata. “Bukan pasang mata loh, tapi 57.000 mata,” tambah Irwan.

Baca Juga  Rempah Murah yang Efektif Obati Diabetes dan Kolesterol

Direktur Utama RS Maranatha, dr. Ferdinan Sutejo, MMR, menyatakan bahwa kegiatan bakti sosial hasil kolaborasi dengan sektor swasta, termasuk Sido Muncul, berperan penting dalam mencegah penumpukan kasus katarak di daerah. Dalam acara tersebut, rumah sakit menyiapkan dua ruang operasi dan melibatkan 10 dokter spesialis mata.

Dari sekitar 200 peserta yang disaring, sebanyak 116 pasien berhasil menjalani operasi katarak. Dukungan dari berbagai pihak seperti Sido Muncul, PERDAMI, dan mitra lainnya sangat penting dalam mempercepat pelayanan dan mempersingkat antrian operasi reguler di rumah sakit.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, dr. Yuli Irnawati Mustiarsari, MM, mengapresiasi dukungan dari berbagai pihak. Menurutnya, operasi katarak massal dapat mempercepat layanan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Dengan operasi seperti ini, masyarakat bisa lebih cepat mendapatkan layanan, sehingga masa produktif mereka dapat lebih panjang dengan kualitas penglihatan yang lebih baik,” kata Yuli.

AA1VxAWS Operasi Katarak Gratis, Perusahaan Jamu Bantu Ratusan Warga Bandung Melihat Kembali

Perwakilan Departemen Penanggulangan Buta Katarak Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (DPBK Perdami Pusat), dr. Rizal A. Fanany, SpM(K), menjelaskan bahwa katarak menjadi penyebab utama kebutaan di Indonesia. “Sekitar 81 persen kebutaan di Indonesia disebabkan oleh katarak. Dengan jumlah penduduk sekitar 280 juta jiwa, setiap tahunnya muncul sekitar 28 ribu kasus baru.”

Ia menambahkan bahwa hingga 2023 tingkat penanganan katarak di Indonesia baru mencapai sekitar 47 persen. Kondisi ini membuat katarak menjadi masalah nasional yang membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.

Bantuan untuk Masyarakat yang Membutuhkan

Iis Suhaeti (52), salah satu penerima manfaat operasi katarak gratis yang digelar Sido Muncul, mengaku terharu dan sangat bersyukur. Baginya, kehadiran program Sido Muncul ini adalah jawaban atas doa-doanya selama ini.

“Apalagi kalau pakai biaya sendiri pasti mahal. Menurut saya, Sido Muncul sangat peduli sekali pada masyarakat kecil,” kata Iis.

Baca Juga  Prospek Sektor Rumah Sakit Cerah di 2026, Ini Rekomendasi Sahamnya

Warga Margahayu, Kabupaten Bandung ini bercerita bahwa selama sepuluh tahun hidup dalam bayang-bayang penglihatan yang kabur. Keterbatasan ekonomi membuatnya menunda pengobatan selama bertahun-tahun yang berimbas pada produktivitasnya sebagai pedagang.

Berbagi pengalamannya sebagai penerima manfaat, Iis mengaku sempat khawatir tetapi ia bisa bernapas lega setelah menjalani operasi.

“Mulanya pasti deg-degan, namanya lihat gunting dan lampu operasi. Tapi, ternyata tidak terasa sakit. Alhamdulillah lancar,” pungkasnya.

unnamed Operasi Katarak Gratis, Perusahaan Jamu Bantu Ratusan Warga Bandung Melihat Kembali