Termokimia – Entalpi, Hukum Hess, Energi Ikatan, dan Kalorimetri
Pendahuluan
Termokimia adalah cabang ilmu kimia yang mempelajari perubahan energi, khususnya energi panas (kalor), yang menyertai reaksi kimia dan perubahan fisika. Setiap reaksi kimia selalu disertai dengan perubahan energi, baik penyerapan maupun pelepasan energi.
Pemahaman tentang termokimia sangat penting karena:
- Membantu memprediksi apakah reaksi akan melepas atau menyerap panas
- Menghitung energi yang dibutuhkan atau dihasilkan dalam reaksi
- Mendesain proses industri yang efisien dari segi energi
- Memahami proses metabolisme dalam tubuh makhluk hidup
- Mengembangkan sumber energi alternatif
Dalam bab ini, kita akan mempelajari konsep entalpi, persamaan termokimia, hukum Hess, energi ikatan, dan kalorimetri sebagai metode pengukuran kalor reaksi.
Sistem dan Lingkungan
Dalam termokimia, kita membedakan antara sistem dan lingkungan:
Sistem
Bagian yang menjadi pusat perhatian atau objek yang sedang dipelajari (zat-zat yang bereaksi).
Lingkungan
Segala sesuatu di luar sistem yang dapat berinteraksi dengan sistem.
Jenis Sistem
1. Sistem Terbuka
- Dapat bertukar materi dan energi dengan lingkungan
- Contoh: air mendidih dalam panci terbuka
2. Sistem Tertutup
- Dapat bertukar energi tetapi tidak dapat bertukar materi dengan lingkungan
- Contoh: air dalam termos
3. Sistem Terisolasi
- Tidak dapat bertukar materi maupun energi dengan lingkungan
- Contoh: reaksi dalam kalorimeter bom (ideal)
Energi dan Kalor
Energi
Energi adalah kemampuan untuk melakukan kerja atau menghasilkan panas.
Jenis Energi:
- Energi kinetik (energi gerak)
- Energi potensial (energi tersimpan)
- Energi kimia (tersimpan dalam ikatan kimia)
- Energi listrik
- Energi panas (kalor)
Kalor (Panas)
Kalor adalah energi yang berpindah dari benda bersuhu tinggi ke benda bersuhu rendah.
Satuan Kalor:
- Joule (J) – satuan SI
- Kalori (kal)
- Kilojoule (kJ) = 1000 J
- Kilokalori (kkal atau Kal) = 1000 kal
Konversi:
- 1 kal = 4,2 J = 4,184 J (lebih tepat)
- 1 kkal = 4,2 kJ = 4,184 kJ
Rumus Kalor:
q = m × c × ΔT
Keterangan:
- q = kalor (J atau kal)
- m = massa (gram)
- c = kalor jenis (J/g°C atau kal/g°C)
- ΔT = perubahan suhu (°C atau K)
Entalpi (H)
Pengertian Entalpi
Entalpi (H) adalah jumlah total energi dalam sistem pada tekanan tetap. Entalpi tidak dapat diukur secara langsung, yang dapat diukur adalah perubahan entalpi (ΔH).
Perubahan Entalpi (ΔH)
Perubahan entalpi adalah selisih antara entalpi produk dengan entalpi reaktan.
Rumus:
ΔH = H produk - H reaktan
Satuan: kJ/mol atau kJ
Jenis Reaksi Berdasarkan Perubahan Entalpi
1. Reaksi Eksoterm
Definisi: Reaksi yang melepaskan panas ke lingkungan.
Karakteristik:
- ΔH negatif (ΔH < 0)
- H produk < H reaktan
- Suhu lingkungan naik
- Sistem melepas energi
Diagram Entalpi:
Entalpi (H)
^
| Reaktan (H tinggi)
| \
| \__ Produk (H rendah)
| ΔH < 0 (negatif)
+----------> Jalannya Reaksi
Contoh:
- Pembakaran: C + O2 → CO2, ΔH = -393,5 kJ
- Penetralan: HCl + NaOH → NaCl + H2O, ΔH = -57 kJ
- Pembentukan air: 2H2 + O2 → 2H2O, ΔH = -572 kJ
2. Reaksi Endoterm
Definisi: Reaksi yang menyerap panas dari lingkungan.
Karakteristik:
- ΔH positif (ΔH > 0)
- H produk > H reaktan
- Suhu lingkungan turun
- Sistem menyerap energi
Diagram Entalpi:
Entalpi (H)
^
| Produk (H tinggi)
| /
| ____/ ΔH > 0 (positif)
| Reaktan (H rendah)
+----------> Jalannya Reaksi
Contoh:
- Dekomposisi: CaCO3 → CaO + CO2, ΔH = +178 kJ
- Fotosintesis: 6CO2 + 6H2O → C6H12O6 + 6O2, ΔH = +2803 kJ
- Pelarutan: NH4Cl + air → NH4Cl(aq), ΔH = +14,8 kJ
Persamaan Termokimia
Persamaan termokimia adalah persamaan reaksi yang menyertakan perubahan entalpi.
Penulisan Persamaan Termokimia
Cara 1: ΔH ditulis setelah persamaan
2H2(g) + O2(g) → 2H2O(l) ΔH = -572 kJ
Cara 2: ΔH ditulis sebagai bagian persamaan
2H2(g) + O2(g) → 2H2O(l) + 572 kJ
Cara 3: Notasi standar
H2(g) + 1/2 O2(g) → H2O(l) ΔH° = -286 kJ/mol
Ketentuan Penulisan
- Wujud zat harus ditulis:
- (g) = gas
- (l) = liquid (cair)
- (s) = solid (padat)
- (aq) = aqueous (larutan)
- Koefisien menunjukkan jumlah mol
- Nilai ΔH sesuai dengan koefisien:
- Jika koefisien dikalikan n, maka ΔH juga dikalikan n
- Jika reaksi dibalik, tanda ΔH berubah
Contoh:
Reaksi: H2(g) + 1/2 O2(g) → H2O(l) ΔH = -286 kJ
Jika dikalikan 2:
2H2(g) + O2(g) → 2H2O(l) ΔH = -572 kJ
Jika dibalik:
H2O(l) → H2(g) + 1/2 O2(g) ΔH = +286 kJ
Jenis-Jenis Perubahan Entalpi
1. Entalpi Pembentukan Standar (ΔHf°)
Definisi: Perubahan entalpi pada pembentukan 1 mol senyawa dari unsur-unsurnya dalam keadaan standar.
Keadaan Standar:
- Tekanan: 1 atm
- Suhu: 25°C (298 K)
- Konsentrasi: 1 M (untuk larutan)
Notasi: ΔHf° (f = formation)
Aturan:
- ΔHf° unsur bebas dalam bentuk paling stabil = 0
- ΔHf° senyawa dapat positif atau negatif
Contoh:
C(s) + O2(g) → CO2(g) ΔHf° = -393,5 kJ/mol
H2(g) + 1/2 O2(g) → H2O(l) ΔHf° = -286 kJ/mol
1/2 N2(g) + 3/2 H2(g) → NH3(g) ΔHf° = -46 kJ/mol
Tabel Entalpi Pembentukan Standar (contoh):
| Senyawa | ΔHf° (kJ/mol) |
|---|---|
| H2O(l) | -286 |
| H2O(g) | -242 |
| CO2(g) | -393,5 |
| NH3(g) | -46 |
| CH4(g) | -75 |
| C2H5OH(l) | -278 |
| HCl(g) | -92 |
| NaCl(s) | -411 |
2. Entalpi Penguraian (ΔHd)
Definisi: Perubahan entalpi pada penguraian 1 mol senyawa menjadi unsur-unsurnya.
Notasi: ΔHd (d = decomposition)
Hubungan dengan ΔHf°:
ΔHd = - ΔHf°
Contoh:
CO2(g) → C(s) + O2(g) ΔHd = +393,5 kJ/mol
(kebalikan dari pembentukan)
3. Entalpi Pembakaran (ΔHc)
Definisi: Perubahan entalpi pada pembakaran sempurna 1 mol zat dengan oksigen.
Notasi: ΔHc (c = combustion)
Karakteristik:
- Selalu eksoterm (ΔHc < 0)
- Menghasilkan CO2 dan H2O
Contoh:
CH4(g) + 2O2(g) → CO2(g) + 2H2O(l) ΔHc° = -890 kJ/mol
C2H5OH(l) + 3O2(g) → 2CO2(g) + 3H2O(l) ΔHc° = -1368 kJ/mol
C(s) + O2(g) → CO2(g) ΔHc° = -393,5 kJ/mol
4. Entalpi Netralisasi (ΔHn)
Definisi: Perubahan entalpi pada reaksi penetralan 1 mol asam oleh basa atau sebaliknya, membentuk 1 mol air.
Notasi: ΔHn (n = neutralization)
Karakteristik:
- Selalu eksoterm (ΔHn < 0)
- Untuk asam kuat + basa kuat: ΔHn ≈ -57 kJ/mol
Contoh:
HCl(aq) + NaOH(aq) → NaCl(aq) + H2O(l) ΔHn° = -57 kJ/mol
H2SO4(aq) + 2NaOH(aq) → Na2SO4(aq) + 2H2O(l) ΔHn° = -114 kJ (untuk 2 mol air)
Ion bersih:
H+(aq) + OH-(aq) → H2O(l) ΔH° = -57 kJ/mol
5. Entalpi Pelarutan (ΔHsol)
Definisi: Perubahan entalpi pada pelarutan 1 mol zat dalam pelarut yang sangat banyak (hingga pengenceran tak terhingga).
Notasi: ΔHsol (sol = solution)
Dapat eksoterm atau endoterm:
- Eksoterm: NaOH, H2SO4 (larutan menjadi panas)
- Endoterm: NH4Cl, KNO3, urea (larutan menjadi dingin)
Contoh:
NaCl(s) → Na+(aq) + Cl-(aq) ΔHsol = +4 kJ/mol (endoterm)
NaOH(s) → Na+(aq) + OH-(aq) ΔHsol = -44 kJ/mol (eksoterm)
NH4Cl(s) → NH4+(aq) + Cl-(aq) ΔHsol = +15 kJ/mol (endoterm)
6. Entalpi Penguapan (ΔHvap)
Definisi: Perubahan entalpi pada penguapan 1 mol zat cair menjadi gas pada titik didihnya.
Notasi: ΔHvap (vap = vaporization)
Karakteristik:
- Selalu endoterm (ΔHvap > 0)
- Memerlukan energi untuk memutuskan gaya antarmolekul
Contoh:
H2O(l) → H2O(g) ΔHvap = +44 kJ/mol (pada 100°C, 1 atm)
C2H5OH(l) → C2H5OH(g) ΔHvap = +42 kJ/mol
7. Entalpi Peleburan (ΔHfus)
Definisi: Perubahan entalpi pada peleburan (mencairnya) 1 mol zat padat menjadi cair pada titik leburnya.
Notasi: ΔHfus (fus = fusion)
Karakteristik:
- Selalu endoterm (ΔHfus > 0)
Contoh:
H2O(s) → H2O(l) ΔHfus = +6 kJ/mol (pada 0°C, 1 atm)
8. Entalpi Sublimasi (ΔHsub)
Definisi: Perubahan entalpi pada perubahan 1 mol zat padat langsung menjadi gas.
Notasi: ΔHsub (sub = sublimation)
Hubungan:
ΔHsub = ΔHfus + ΔHvap
Contoh:
I2(s) → I2(g) ΔHsub = +62 kJ/mol
CO2(s) → CO2(g) ΔHsub = +25 kJ/mol (es kering)
Hukum Hess
Bunyi Hukum Hess
“Perubahan entalpi suatu reaksi tidak bergantung pada jalannya reaksi, tetapi hanya bergantung pada keadaan awal dan keadaan akhir.”
Atau:
“Jika suatu reaksi berlangsung melalui beberapa tahap, maka perubahan entalpi total sama dengan jumlah perubahan entalpi setiap tahap.”
Konsep Hukum Hess
Hukum Hess didasarkan pada prinsip bahwa entalpi adalah fungsi keadaan, artinya nilai entalpi hanya bergantung pada keadaan sistem, bukan pada cara sistem mencapai keadaan tersebut.
Diagram Hukum Hess:
Reaktan (A)
/ \
/ \
ΔH1 ΔH (langsung)
/ \
/ \
B (antara) \
\ \
\ \
ΔH2 \
\ \
\ \
Produk (C) /
ΔH = ΔH1 + ΔH2
Aplikasi Hukum Hess
Hukum Hess digunakan untuk menghitung ΔH reaksi yang sulit diukur secara langsung.
Metode 1: Penjumlahan Reaksi
Langkah-langkah:
- Tulis reaksi yang diketahui beserta ΔH-nya
- Manipulasi reaksi agar bila dijumlahkan menghasilkan reaksi yang ditanyakan
- Jumlahkan ΔH sesuai manipulasi
Aturan Manipulasi:
- Jika reaksi dibalik, tanda ΔH berubah
- Jika reaksi dikalikan n, ΔH juga dikalikan n
- Jika reaksi dibagi n, ΔH juga dibagi n
Contoh: Tentukan ΔH untuk reaksi: C(s) + 1/2 O2(g) → CO(g)
Diketahui:
- C(s) + O2(g) → CO2(g), ΔH1 = -393,5 kJ
- CO(g) + 1/2 O2(g) → CO2(g), ΔH2 = -283 kJ
Penyelesaian: Reaksi yang ditanyakan = Reaksi 1 – Reaksi 2
Reaksi 1: C(s) + O2(g) → CO2(g), ΔH1 = -393,5 kJ Reaksi 2 dibalik: CO2(g) → CO(g) + 1/2 O2(g), -ΔH2 = +283 kJ
Jumlahkan: C(s) + O2(g) + CO2(g) → CO2(g) + CO(g) + 1/2 O2(g)
Coret yang sama di kedua ruas: C(s) + 1/2 O2(g) → CO(g)
ΔH = ΔH1 – ΔH2 = -393,5 – (-283) = -110,5 kJ
Metode 2: Diagram Siklus
Menggunakan diagram untuk memvisualisasikan jalur reaksi.
Contoh Diagram:
C(s) + O2(g)
/ \
ΔH1 / \ ΔH
/ \
CO2(g) CO(g) + 1/2 O2(g)
\ /
ΔH2 \ /
\ /
CO2(g)
ΔH = ΔH1 - ΔH2
Metode 3: Menggunakan Entalpi Pembentukan
Rumus:
ΔH reaksi = Σ ΔHf° produk - Σ ΔHf° reaktan
Contoh: Hitung ΔH° untuk reaksi: CH4(g) + 2O2(g) → CO2(g) + 2H2O(l)
Diketahui ΔHf° (kJ/mol):
- CH4(g) = -75
- O2(g) = 0 (unsur bebas)
- CO2(g) = -393,5
- H2O(l) = -286
Penyelesaian: ΔH° = [ΔHf° CO2 + 2 × ΔHf° H2O] – [ΔHf° CH4 + 2 × ΔHf° O2] ΔH° = [-393,5 + 2(-286)] – [-75 + 2(0)] ΔH° = [-393,5 – 572] – [-75] ΔH° = -965,5 + 75 ΔH° = -890,5 kJ
Metode 4: Menggunakan Entalpi Pembakaran
Rumus:
ΔH reaksi = Σ ΔHc° reaktan - Σ ΔHc° produk
Catatan: Urutan terbalik dari entalpi pembentukan!
Energi Ikatan
Pengertian Energi Ikatan
Energi ikatan adalah energi yang diperlukan untuk memutuskan 1 mol ikatan dalam molekul gas menjadi atom-atom gas.
Contoh:
H2(g) → 2H(g) ΔH = +436 kJ/mol
Energi ikatan H-H = 436 kJ/mol
Karakteristik Energi Ikatan
- Selalu positif (endoterm)
- Memutuskan ikatan memerlukan energi
- Membentuk ikatan melepaskan energi
- Nilai rata-rata
- Energi ikatan C-H dalam CH4 berbeda dengan dalam C2H6
- Nilai dalam tabel adalah rata-rata
- Satuan: kJ/mol
Tabel Energi Ikatan (contoh)
| Ikatan | Energi (kJ/mol) |
|---|---|
| H-H | 436 |
| O-H | 463 |
| C-H | 413 |
| C-C | 348 |
| C=C | 612 |
| C≡C | 837 |
| C-O | 358 |
| C=O | 799 |
| O=O | 495 |
| N≡N | 945 |
| Cl-Cl | 242 |
Menghitung ΔH Menggunakan Energi Ikatan
Rumus:
ΔH = Σ Energi ikatan yang diputus - Σ Energi ikatan yang dibentuk
ΔH = Σ Energi ikatan reaktan - Σ Energi ikatan produk
Konsep:
- Memutuskan ikatan: endoterm (positif)
- Membentuk ikatan: eksoterm (negatif)
Contoh: Hitung ΔH untuk reaksi: CH4(g) + 2O2(g) → CO2(g) + 2H2O(g)
Diketahui energi ikatan (kJ/mol):
- C-H = 413
- O=O = 495
- C=O = 799
- O-H = 463
Penyelesaian:
Langkah 1: Gambar struktur molekul
H O=C=O H-O-H
| H-O-H
H-C-H + O=O, O=O →
|
H
Langkah 2: Hitung ikatan yang diputus (reaktan)
- CH4: 4 ikatan C-H = 4 × 413 = 1652 kJ
- 2O2: 2 ikatan O=O = 2 × 495 = 990 kJ
- Total diputus = 1652 + 990 = 2642 kJ
Langkah 3: Hitung ikatan yang dibentuk (produk)
- CO2: 2 ikatan C=O = 2 × 799 = 1598 kJ
- 2H2O: 4 ikatan O-H = 4 × 463 = 1852 kJ
- Total dibentuk = 1598 + 1852 = 3450 kJ
Langkah 4: Hitung ΔH ΔH = Energi diputus – Energi dibentuk ΔH = 2642 – 3450 = -808 kJ
Kesimpulan: Reaksi eksoterm (ΔH negatif)
Kalorimetri
Pengertian Kalorimetri
Kalorimetri adalah metode pengukuran kalor reaksi secara eksperimental menggunakan alat yang disebut kalorimeter.
Prinsip Kalorimetri
Berdasarkan azas Black: “Kalor yang dilepas oleh sistem = Kalor yang diserap oleh lingkungan”
q lepas = q serap
Jenis Kalorimeter
1. Kalorimeter Sederhana (Coffee Cup Calorimeter)
Struktur:
- Wadah terisolasi (biasanya styrofoam)
- Tutup dengan termometer
- Pengaduk
Digunakan untuk:
- Reaksi dalam larutan
- Tekanan tetap (1 atm)
- Mengukur qp (kalor pada tekanan tetap) = ΔH
Rumus:
q reaksi = - q larutan
q reaksi = - (m × c × ΔT)
Keterangan:
- m = massa larutan (gram)
- c = kalor jenis larutan (≈ kalor jenis air = 4,2 J/g°C)
- ΔT = perubahan suhu (°C)
Contoh Soal: Sebanyak 100 mL HCl 1 M direaksikan dengan 100 mL NaOH 1 M dalam kalorimeter. Suhu awal 27°C dan suhu akhir 34°C. Hitung ΔH netralisasi! (massa jenis larutan = 1 g/mL, c = 4,2 J/g°C)
Penyelesaian:
- Massa larutan = 200 mL × 1 g/mL = 200 gram
- ΔT = 34 – 27 = 7°C
- q larutan = m × c × ΔT = 200 × 4,2 × 7 = 5880 J = 5,88 kJ
- q reaksi = -q larutan = -5,88 kJ
Mol HCl = mol NaOH = 0,1 mol (yang bereaksi) ΔH = q / mol = -5,88 / 0,1 = -58,8 kJ/mol
2. Kalorimeter Bom (Bomb Calorimeter)
Struktur:
- Bejana baja tahan tekanan (bom)
- Diisi oksigen bertekanan tinggi
- Direndam dalam air
- Termometer presisi
- Sistem pengaduk
- Pemantik listrik
Digunakan untuk:
- Reaksi pembakaran
- Volume tetap
- Mengukur qv (kalor pada volume tetap) = ΔU
Rumus:
q reaksi = - C × ΔT
Keterangan:
- C = kapasitas kalor kalorimeter (J/°C atau kJ/°C)
- ΔT = perubahan suhu (°C)
Atau:
q reaksi = - (m air × c air × ΔT + C bom × ΔT)
Contoh Soal: Pembakaran 1 gram glukosa dalam kalorimeter bom menaikkan suhu dari 25°C menjadi 28,5°C. Jika kapasitas kalor kalorimeter 10 kJ/°C, hitung kalor pembakaran glukosa per mol! (Mr glukosa = 180)
Penyelesaian:
- ΔT = 28,5 – 25 = 3,5°C
- q = C × ΔT = 10 × 3,5 = 35 kJ
- q reaksi = -35 kJ (untuk 1 gram)
Mol glukosa = 1 / 180 mol ΔHc per mol = -35 / (1/180) = -35 × 180 = -6300 kJ/mol
Perhitungan Kalorimetri
Untuk reaksi eksoterm:
- Suhu naik (ΔT positif)
- q larutan positif (menyerap panas)
- q reaksi negatif (melepas panas)
- ΔH negatif
Untuk reaksi endoterm:
- Suhu turun (ΔT negatif)
- q larutan negatif (melepas panas)
- q reaksi positif (menyerap panas)
- ΔH positif
Aplikasi Termokimia
1. Bahan Bakar
Nilai Kalor Bakar: Energi yang dihasilkan per satuan massa atau volume bahan bakar.
Contoh:
- Bensin: ≈ 45 MJ/kg
- Gas alam (CH4): ≈ 55 MJ/kg
- Hidrogen: ≈ 142 MJ/kg (paling tinggi)
- Batubara: ≈ 30 MJ/kg
- Kayu: ≈ 15 MJ/kg
Pemilihan Bahan Bakar:
- Nilai kalor bakar tinggi
- Mudah terbakar
- Aman dalam penyimpanan
- Murah dan tersedia
- Ramah lingkungan
2. Makanan dan Metabolisme
Nilai Kalori Makanan:
- Karbohidrat: 4 kkal/g
- Protein: 4 kkal/g
- Lemak: 9 kkal/g
Metabolisme: Reaksi kimia dalam tubuh untuk menghasilkan energi (ATP).
Respirasi Seluler:
C6H12O6 + 6O2 → 6CO2 + 6H2O ΔH = -2803 kJ/mol
Energi ini digunakan untuk:
- Aktivitas fisik
- Pertumbuhan
- Menjaga suhu tubuh
- Proses metabolisme
3. Industri
Proses Haber-Bosch (Pembuatan Amonia):
N2(g) + 3H2(g) ⇌ 2NH3(g) ΔH = -92 kJ
- Reaksi eksoterm, perlu pendinginan
- Suhu dan tekanan diatur untuk efisiensi maksimal
Proses Pembuatan Besi:
Fe2O3(s) + 3CO(g) → 2Fe(l) + 3CO2(g) ΔH = -25 kJ
- Reaksi eksoterm membantu menjaga suhu tinggi dalam tanur
4. Lingkungan
Efek Rumah Kaca:
- Pembakaran bahan bakar fosil melepas CO2
- CO2 menahan panas di atmosfer
- Menyebabkan pemanasan global
Energi Terbarukan:
- Solar cell: mengubah energi cahaya menjadi listrik
- Biogas: memanfaatkan ΔH fermentasi
- Geothermal: memanfaatkan panas bumi
5. Teknologi Cold Pack dan Hot Pack
Cold Pack (Kompres Dingin):
- Menggunakan reaksi endoterm
- NH4NO3(s) + H2O → NH4NO3(aq), ΔH > 0
- Menyerap panas dari area cedera
- Mengurangi pembengkakan
Hot Pack (Kompres Panas):
- Menggunakan reaksi eksoterm
- CaCl2(s) + H2O → CaCl2(aq), ΔH < 0
- Melepas panas
- Meredakan nyeri otot
Hubungan ΔH dengan ΔU
Untuk reaksi gas, ada hubungan antara perubahan entalpi (ΔH) dengan perubahan energi dalam (ΔU).
Rumus:
ΔH = ΔU + Δn × R × T
Keterangan:
- ΔH = perubahan entalpi (J atau kJ)
- ΔU = perubahan energi dalam (J atau kJ)
- Δn = perubahan mol gas (mol produk – mol reaktan)
- R = tetapan gas = 8,314 J/mol·K
- T = suhu (Kelvin)
Untuk tekanan tetap:
ΔH = qp (kalor pada tekanan tetap)
Untuk volume tetap:
ΔU = qv (kalor pada volume tetap)
Contoh: Untuk reaksi: H2(g) + 1/2 O2(g) → H2O(l)
- Δn = 0 – (1 + 0,5) = -1,5 mol
- Pada 25°C (298 K):
- ΔH – ΔU = Δn × R × T = -1,5 × 8,314 × 298 = -3716 J ≈ -3,7 kJ
Jika ΔU = -282,3 kJ, maka: ΔH = -282,3 – 3,7 = -286 kJ
Kestabilan Senyawa
Senyawa dengan ΔHf° negatif lebih stabil (eksoterm saat pembentukan).
Contoh:
- H2O: ΔHf° = -286 kJ/mol (sangat stabil)
- CO2: ΔHf° = -393,5 kJ/mol (sangat stabil)
- NO: ΔHf° = +90 kJ/mol (kurang stabil, mudah terurai)
Kestabilan dan Reaktivitas:
- Senyawa stabil: ΔHf° sangat negatif, sukar terurai
- Senyawa tidak stabil: ΔHf° positif, mudah terurai
Energi Aktivasi
Meskipun tidak termasuk dalam perhitungan ΔH, energi aktivasi (Ea) penting dalam termokimia.
Definisi: Energi minimum yang diperlukan agar reaksi dapat berlangsung.
Diagram Energi dengan Energi Aktivasi:
Energi
^
| [Keadaan Transisi]
| /\
| / \
| / \
| Ea1 / \ Ea2
| / \
| Reaktan Produk
| (ΔH < 0)
+---------------> Jalannya Reaksi
Karakteristik:
- Ea selalu positif
- Ea reaktan ke produk (Ea1) = energi aktivasi
- Ea produk ke reaktan (Ea2) = energi aktivasi reaksi balik
- ΔH = Ea1 – Ea2
Pengaruh Katalis:
- Katalis menurunkan Ea
- Tidak mengubah ΔH
- Mempercepat reaksi
Rangkuman
Konsep Dasar
- Termokimia: ilmu yang mempelajari perubahan energi dalam reaksi
- Sistem dan lingkungan
- Kalor: q = m × c × ΔT
Entalpi (H)
- Entalpi adalah total energi sistem
- ΔH = H produk – H reaktan
- Eksoterm: ΔH < 0 (melepas panas)
- Endoterm: ΔH > 0 (menyerap panas)
Jenis Perubahan Entalpi
- ΔHf°: pembentukan (dari unsur)
- ΔHd: penguraian
- ΔHc: pembakaran
- ΔHn: netralisasi
- ΔHsol: pelarutan
- ΔHvap: penguapan
- ΔHfus: peleburan
Hukum Hess
- ΔH tidak bergantung pada jalur reaksi
- ΔH total = jumlah ΔH setiap tahap
- ΔH = Σ ΔHf° produk – Σ ΔHf° reaktan
- ΔH = Σ ΔHc° reaktan – Σ ΔHc° produk
Energi Ikatan
- Energi untuk memutus 1 mol ikatan
- ΔH = Σ E.I. reaktan – Σ E.I. produk
- Memutus ikatan: endoterm (+)
- Membentuk ikatan: eksoterm (-)
Kalorimetri
- Kalorimeter sederhana: q = m × c × ΔT
- Kalorimeter bom: q = C × ΔT
- q reaksi = -q lingkungan
Penutup
Termokimia adalah cabang kimia yang sangat penting dalam memahami aspek energi dari reaksi kimia. Dengan mempelajari termokimia, kita dapat:
- Memprediksi apakah reaksi akan melepas atau menyerap panas
- Menghitung jumlah energi yang terlibat dalam reaksi
- Merancang proses industri yang efisien
- Memahami sumber energi dan penggunaannya
- Menjelaskan fenomena alam yang melibatkan perubahan energi
Penguasaan konsep termokimia sangat penting untuk:
- Pengembangan bahan bakar alternatif
- Desain proses industri kimia
- Pemahaman metabolisme dalam tubuh
- Pengembangan teknologi hemat energi
- Penanganan masalah lingkungan
Konsep-konsep yang telah dipelajari seperti entalpi, Hukum Hess, energi ikatan, dan kalorimetri akan menjadi dasar untuk mempelajari topik-topik lanjutan seperti:
- Kinetika kimia
- Kesetimbangan kimia
- Termodinamika
- Elektrokimia
Tips Sukses Mempelajari Termokimia
- Pahami perbedaan eksoterm dan endoterm
- Eksoterm: sistem melepas panas, ΔH < 0
- Endoterm: sistem menyerap panas, ΔH > 0
- Kuasai berbagai jenis ΔH
- Hafal definisi masing-masing
- Pahami perbedaan karakteristiknya
- Latihan mengenali dari persamaan reaksi
- Latihan menggunakan Hukum Hess
- Manipulasi persamaan reaksi
- Ingat aturan: balik reaksi → ubah tanda ΔH
- Kalikan koefisien → kalikan ΔH
- Pahami konsep energi ikatan
- Memutus ikatan butuh energi (+)
- Membentuk ikatan lepas energi (-)
- Gambar struktur untuk menghitung ikatan
- Kuasai perhitungan kalorimetri
- Pahami q = m × c × ΔT
- Ingat: q reaksi = -q lingkungan
- Perhatikan satuan (J, kJ, kal, kkal)
- Buat catatan rumus penting
- ΔH dari ΔHf°
- ΔH dari energi ikatan
- Rumus kalorimetri
- Konversi satuan
- Latihan soal beragam
- Perhitungan ΔH berbagai cara
- Aplikasi Hukum Hess
- Perhitungan kalorimetri
- Soal konsep dan pemahaman
- Hubungkan dengan kehidupan nyata
- Mengapa memasak perlu panas?
- Mengapa es batu menyerap panas?
- Bagaimana tubuh menghasilkan energi?
- Perhatikan tanda dan satuan
- Tanda ΔH (positif/negatif)
- Konsistensi satuan (J atau kJ)
- Konversi jika diperlukan
- Gunakan diagram energi
- Visualisasi eksoterm/endoterm
- Memahami Hukum Hess
- Menjelaskan energi aktivasi
Contoh Penerapan dalam Kehidupan
1. Memasak:
- Memasak adalah reaksi endoterm
- Makanan menyerap panas untuk berubah
- Kompor melepas panas (pembakaran = eksoterm)
2. Pendingin Ruangan:
- Cairan pendingin menguap (endoterm) di dalam ruangan
- Menyerap panas ruangan
- Mengembun (eksoterm) di luar ruangan
3. Olahraga:
- Tubuh membakar glukosa (respirasi = eksoterm)
- Menghasilkan energi untuk aktivitas
- Tubuh menjadi panas
4. Es Krim:
- Es + garam menurunkan titik beku
- Campuran menyerap panas (endoterm)
- Campuran es krim membeku
5. Fotosintesis:
- Tumbuhan menyerap energi cahaya
- Proses endoterm
- Menghasilkan glukosa dan oksigen
Kesalahan Umum dan Cara Menghindarinya
1. Salah Tanda ΔH:
- Eksoterm SELALU negatif
- Endoterm SELALU positif
- Periksa kembali tanda setelah perhitungan
2. Lupa Mengubah Satuan:
- Konsisten gunakan J atau kJ
- Perhatikan konversi: 1 kJ = 1000 J
- Perhatikan kalori: 1 kal = 4,184 J
3. Salah Menerapkan Hukum Hess:
- Jika reaksi dibalik, UBAH TANDA ΔH
- Jika koefisien dikalikan n, ΔH juga dikalikan n
- Jumlahkan ΔH dengan benar
4. Salah Hitung Energi Ikatan:
- Hitung SEMUA ikatan dalam molekul
- Jangan lupa ikatan rangkap (dihitung 2 atau 3)
- Rumus: ΔH = Σ E.I. diputus – Σ E.I. dibentuk
5. Salah Interpretasi Kalorimetri:
- q reaksi = -q lingkungan (berlawanan tanda)
- Jika suhu naik → reaksi eksoterm → ΔH negatif
- Jika suhu turun → reaksi endoterm → ΔH positif
Latihan Konsep
Soal 1: Mengapa es batu dapat mendinginkan minuman?
Jawaban: Es batu mencair (H2O(s) → H2O(l)) adalah proses endoterm (ΔHfus = +6 kJ/mol). Untuk mencair, es menyerap panas dari minuman di sekitarnya, sehingga minuman menjadi dingin.
Soal 2: Mengapa pembakaran selalu eksoterm?
Jawaban: Dalam pembakaran, ikatan dalam reaktan (bahan bakar dan O2) diputus dan ikatan baru dalam produk (CO2 dan H2O) dibentuk. Energi yang dilepas saat pembentukan ikatan dalam produk lebih besar daripada energi yang diperlukan untuk memutus ikatan reaktan, sehingga neto melepas energi (eksoterm).
Soal 3: Apa perbedaan antara kalor dan suhu?
Jawaban:
- Kalor (q): Energi yang berpindah karena perbedaan suhu. Satuan: Joule atau kalori.
- Suhu (T): Ukuran derajat panas suatu benda. Satuan: °C atau K.
- Kalor adalah energi, suhu adalah ukuran. Kalor bergantung pada massa, suhu tidak.
Kesimpulan
Termokimia memberikan pemahaman mendalam tentang aspek energi dalam reaksi kimia. Dengan memahami konsep entalpi, Hukum Hess, energi ikatan, dan kalorimetri, kita dapat:
- Memprediksi energi yang terlibat dalam reaksi
- Menghitung perubahan entalpi dengan berbagai metode
- Mengukur kalor reaksi melalui eksperimen
- Menerapkan pengetahuan untuk aplikasi praktis
- Memahami proses alamiah dan buatan yang melibatkan energi
Penguasaan termokimia adalah fondasi penting untuk mempelajari kimia lebih lanjut dan memahami fenomena energi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan banyak berlatih dan memahami konsep, bukan hanya menghafal rumus, termokimia akan menjadi topik yang menarik dan bermanfaat.
- Termokimia – Entalpi, Hukum Hess, Energi Ikatan, dan Kalorimetri - January 30, 2026
- Status PTK Tidak Aktif di GTK 2026: Penyebab dan Cara Mengatasinya - January 30, 2026
- Stronger Coffee Without Extra Beans - January 30, 2026




Leave a Reply