Ikatan Kimia: Gaya yang Menyatukan Atom
Pengertian Ikatan Kimia
Ikatan kimia adalah gaya tarik-menarik antara atom, ion, atau molekul yang menyebabkan partikel-partikel tersebut bergabung membentuk senyawa kimia yang stabil. Ikatan kimia terjadi karena atom-atom cenderung mencapai konfigurasi elektron yang paling stabil, yaitu konfigurasi elektron gas mulia (aturan oktet atau duplet).
Hampir semua atom dalam keadaan bebas tidak stabil. Hanya gas mulia yang stabil dalam bentuk atom tunggal karena sudah memiliki konfigurasi elektron penuh (oktet atau duplet). Atom-atom unsur lain akan berikatan dengan atom lain untuk mencapai kestabilan yang sama dengan gas mulia.
Mengapa Atom Berikatan?
1. Kecenderungan Mencapai Kestabilan
Atom berikatan untuk mencapai konfigurasi elektron yang stabil seperti gas mulia terdekat. Konfigurasi ini memberikan energi minimum dan stabilitas maksimum.
Aturan Oktet: Atom cenderung memiliki 8 elektron pada kulit terluarnya (seperti Ne, Ar, Kr, Xe).
Aturan Duplet: Khusus untuk kulit pertama (K), atom cenderung memiliki 2 elektron (seperti He).
Contoh:
- Natrium (Na: 2,8,1) โ melepas 1 elektron โ Naโบ (2,8) seperti Ne
- Klorin (Cl: 2,8,7) โ menerima 1 elektron โ Clโป (2,8,8) seperti Ar
- Naโบ + Clโป โ NaCl (garam dapur)
2. Penurunan Energi Sistem
Pembentukan ikatan kimia melepaskan energi, sehingga senyawa yang terbentuk memiliki energi lebih rendah (lebih stabil) daripada atom-atom terpisah.
Prinsip Energi Minimum: Sistem cenderung berada dalam keadaan energi serendah mungkin untuk mencapai stabilitas maksimum.
3. Elektron Valensi
Elektron valensi (elektron pada kulit terluar) berperan penting dalam pembentukan ikatan kimia. Jumlah dan susunan elektron valensi menentukan:
- Jenis ikatan yang terbentuk
- Jumlah ikatan yang dapat dibentuk
- Sifat kimia unsur
Jenis-Jenis Ikatan Kimia
Berdasarkan cara atom mencapai kestabilan, ikatan kimia dibagi menjadi tiga jenis utama:
1. Ikatan Ion (Ikatan Elektrovalen)
Transfer elektron dari atom logam ke non-logam
2. Ikatan Kovalen
Pemakaian bersama pasangan elektron antar atom non-logam
3. Ikatan Logam
Elektron valensi terdelokalisasi di antara ion-ion logam
Ikatan Ion
Pengertian
Ikatan ion adalah ikatan yang terbentuk akibat perpindahan (transfer) elektron dari atom yang mudah melepas elektron (logam) ke atom yang mudah menerima elektron (non-logam), menghasilkan ion positif (kation) dan ion negatif (anion) yang saling tarik-menarik melalui gaya elektrostatik.
Proses Pembentukan Ikatan Ion
Tahap 1: Ionisasi Atom logam melepas elektron membentuk kation (ion positif)
Tahap 2: Afinitas Elektron Atom non-logam menerima elektron membentuk anion (ion negatif)
Tahap 3: Gaya Elektrostatik Kation dan anion saling tarik-menarik membentuk ikatan ion
Contoh Pembentukan Ikatan Ion
1. Natrium Klorida (NaCl)
Atom Natrium (Na, Z=11):
- Konfigurasi: 2, 8, 1
- Elektron valensi: 1
- Mudah melepas 1 elektron
Atom Klorin (Cl, Z=17):
- Konfigurasi: 2, 8, 7
- Elektron valensi: 7
- Mudah menerima 1 elektron
Reaksi:
Na โ Naโบ + eโป
Cl + eโป โ Clโป
Naโบ + Clโป โ NaCl
Hasil:
- Naโบ: konfigurasi 2, 8 (seperti Ne)
- Clโป: konfigurasi 2, 8, 8 (seperti Ar)
- Keduanya mencapai oktet (stabil)
2. Magnesium Oksida (MgO)
Magnesium (Mg, Z=12):
- Konfigurasi: 2, 8, 2
- Melepas 2 elektron โ Mgยฒโบ (2, 8)
Oksigen (O, Z=8):
- Konfigurasi: 2, 6
- Menerima 2 elektron โ Oยฒโป (2, 8)
Reaksi:
Mg โ Mgยฒโบ + 2eโป
O + 2eโป โ Oยฒโป
Mgยฒโบ + Oยฒโป โ MgO
3. Kalsium Fluorida (CaFโ)
Kalsium (Ca, Z=20):
- Konfigurasi: 2, 8, 8, 2
- Melepas 2 elektron โ Caยฒโบ
Fluorin (F, Z=9):
- Konfigurasi: 2, 7
- Menerima 1 elektron โ Fโป
Perbandingan: 1 atom Ca melepas 2 elektron 2 atom F masing-masing menerima 1 elektron
Reaksi:
Ca โ Caยฒโบ + 2eโป
2F + 2eโป โ 2Fโป
Caยฒโบ + 2Fโป โ CaFโ
Sifat Senyawa Ion
1. Struktur Kristal
- Tersusun dalam kisi kristal teratur
- Setiap ion dikelilingi oleh ion berlawanan muatan
- Contoh: NaCl membentuk kristal kubik
2. Titik Leleh dan Titik Didih Tinggi
- Ikatan ion sangat kuat
- Memerlukan energi besar untuk memutuskan
- NaCl: titik leleh 801ยฐC
- MgO: titik leleh 2852ยฐC (sangat tinggi)
3. Keras dan Rapuh
- Keras karena ikatan ion kuat
- Rapuh karena jika digeser, ion sejenis berdekatan dan saling tolak
4. Larut dalam Air
- Umumnya larut dalam pelarut polar seperti air
- Ion-ion terpisah dan dikelilingi molekul air (hidrasi)
- NaCl(s) + air โ Naโบ(aq) + Clโป(aq)
5. Konduktor Listrik dalam Lelehan atau Larutan
- Padat: tidak menghantarkan (ion terikat kuat)
- Lelehan/larutan: menghantarkan listrik (ion bebas bergerak)
- Contoh: NaCl cair dapat menghantarkan listrik
6. Tidak Menghantarkan Listrik dalam Bentuk Padat
- Ion tidak bebas bergerak dalam kristal
- Elektron tidak terdelokalisasi
Faktor yang Mempengaruhi Kekuatan Ikatan Ion
1. Muatan Ion Semakin besar muatan ion, semakin kuat ikatan ion
- NaโบClโป < MgยฒโบOยฒโป < AlยณโบNยณโป
2. Jari-jari Ion Semakin kecil jari-jari ion, semakin kuat ikatan ion
- LiF > NaCl > KBr > CsI
3. Energi Kisi Energi yang dilepaskan saat ion-ion gas membentuk 1 mol kristal ionik
- Energi kisi besar = ikatan ion kuat = titik leleh tinggi
Ikatan Kovalen
Pengertian
Ikatan kovalen adalah ikatan yang terbentuk akibat pemakaian bersama pasangan elektron oleh atom-atom yang berikatan. Ikatan kovalen umumnya terjadi antara atom-atom non-logam.
Proses Pembentukan Ikatan Kovalen
Atom-atom non-logam memiliki keelektronegatifan tinggi, sehingga sama-sama sulit melepas elektron. Untuk mencapai oktet, mereka berbagi elektron.
Pasangan Elektron Ikatan (PEI): Pasangan elektron yang dipakai bersama untuk membentuk ikatan
Pasangan Elektron Bebas (PEB): Pasangan elektron yang tidak terlibat dalam ikatan
Jenis-Jenis Ikatan Kovalen
1. Ikatan Kovalen Tunggal Pemakaian bersama 1 pasang elektron (2 elektron) Dilambangkan dengan satu garis: AโB
Contoh: Hโ (Hidrogen)
Hโข + โขH โ H:H atau HโH
- Setiap H menyumbang 1 elektron
- Terbentuk 1 PEI
- Masing-masing H mencapai duplet (2 elektron)
Contoh: Clโ (Klorin)
:Clโข + โขCl: โ :Cl:Cl: atau ClโCl
- Setiap Cl menyumbang 1 elektron
- Terbentuk 1 PEI
- Masing-masing Cl memiliki 3 PEB
- Masing-masing Cl mencapai oktet
Contoh: CHโ (Metana)
H
|
HโCโH
|
H
- C memiliki 4 elektron valensi
- Setiap H memiliki 1 elektron valensi
- Terbentuk 4 ikatan CโH
- C mencapai oktet, setiap H mencapai duplet
2. Ikatan Kovalen Rangkap Dua Pemakaian bersama 2 pasang elektron (4 elektron) Dilambangkan dengan dua garis: A=B
Contoh: Oโ (Oksigen)
:O:: + ::O: โ :O::O: atau O=O
- Setiap O menyumbang 2 elektron
- Terbentuk 1 ikatan rangkap (2 PEI)
- Masing-masing O memiliki 2 PEB
- Masing-masing O mencapai oktet
Contoh: COโ (Karbon Dioksida)
O=C=O
- C membentuk 2 ikatan rangkap dengan 2 atom O
- C mencapai oktet
- Setiap O mencapai oktet
3. Ikatan Kovalen Rangkap Tiga Pemakaian bersama 3 pasang elektron (6 elektron) Dilambangkan dengan tiga garis: AโกB
Contoh: Nโ (Nitrogen)
:N::: + :::N: โ :N:::N: atau NโกN
- Setiap N menyumbang 3 elektron
- Terbentuk 1 ikatan rangkap tiga (3 PEI)
- Masing-masing N memiliki 1 PEB
- Masing-masing N mencapai oktet
- Ikatan NโกN sangat kuat (energi ikatan 945 kJ/mol)
Contoh: CโHโ (Asetilena)
HโCโกCโH
- C berikatan rangkap tiga dengan C
- Setiap C berikatan tunggal dengan H
4. Ikatan Kovalen Koordinasi (Dativ)
Definisi: Ikatan kovalen di mana pasangan elektron yang dipakai bersama berasal dari satu atom saja.
Simbol: A โ B (anak panah menunjukkan arah pemberian elektron)
Syarat:
- Atom donor: memiliki pasangan elektron bebas (PEB)
- Atom akseptor: memiliki orbital kosong
Contoh: NHโโบ (Ion Amonium)
NHโ memiliki 1 PEB pada N Hโบ memiliki orbital kosong
H
|
HโNโH + Hโบ โ [HโNโH]โบ
| |
H H
N menyumbangkan PEB-nya ke Hโบ membentuk ikatan kovalen koordinasi
Contoh: HโOโบ (Ion Hidronium)
HโO + Hโบ โ HโOโบ
O pada HโO menyumbangkan PEB ke Hโบ
Contoh: CO (Karbon Monoksida)
:C:::O: atau CโกO:
- Ada 1 ikatan rangkap dua biasa
- Ada 1 ikatan kovalen koordinasi dari O ke C
- Total: ikatan rangkap tiga
Ikatan Kovalen Polar dan Nonpolar
1. Ikatan Kovalen Nonpolar
Definisi: Ikatan kovalen yang pasangan elektron ikatannya tertarik sama kuat oleh kedua atom yang berikatan.
Syarat:
- Terjadi pada molekul diatomik unsur (sama)
- Perbedaan keelektronegatifan = 0
Contoh:
- HโH (Hโ)
- ClโCl (Clโ)
- O=O (Oโ)
- NโกN (Nโ)
Sifat:
- Tidak memiliki kutub (dipol)
- Elektron terdistribusi merata
- Tidak larut dalam air
- Titik didih relatif rendah
2. Ikatan Kovalen Polar
Definisi: Ikatan kovalen yang pasangan elektron ikatannya tertarik lebih kuat oleh salah satu atom (atom lebih elektronegatif).
Syarat:
- Terjadi antara atom berbeda
- Perbedaan keelektronegatifan: 0,5 < ฮฯ < 1,7
Contoh:
HCl:
- Keelektronegatifan: H = 2,1, Cl = 3,0
- ฮฯ = 0,9 (kovalen polar)
- Elektron lebih tertarik ke Cl
- Cl bermuatan parsial negatif (ฮดโป)
- H bermuatan parsial positif (ฮดโบ)
- Notasi: H^ฮดโบโCl^ฮดโป
HโO:
- O lebih elektronegatif dari H
- Ikatan OโH polar
- O bermuatan ฮดโป
- H bermuatan ฮดโบ
Sifat:
- Memiliki kutub (dipol)
- Distribusi elektron tidak merata
- Larut dalam pelarut polar
- Titik didih lebih tinggi dari nonpolar
Perbedaan Keelektronegatifan dan Jenis Ikatan:
| ฮฯ | Jenis Ikatan | Contoh |
|---|---|---|
| 0 | Kovalen nonpolar | Hโ, Clโ, Oโ |
| 0,5 – 1,7 | Kovalen polar | HCl, HโO, NHโ |
| > 1,7 | Ion | NaCl, MgO |
Sifat Senyawa Kovalen
1. Titik Leleh dan Titik Didih Rendah
- Ikatan antar molekul (gaya van der Waals) lemah
- Mudah dipisahkan
- Contoh: CHโ titik didih -161ยฐC
Pengecualian:
- Senyawa dengan ikatan hidrogen: titik didih lebih tinggi
- Senyawa jaringan kovalen (SiOโ, intan): titik leleh sangat tinggi
2. Umumnya Tidak Larut dalam Air
- Senyawa kovalen nonpolar tidak larut dalam air
- Prinsip: “Like dissolves like” (sejenis melarutkan sejenis)
- Contoh: minyak tidak larut dalam air
Pengecualian:
- Senyawa kovalen polar dapat larut dalam air
- Contoh: alkohol, gula
3. Tidak Menghantarkan Listrik
- Tidak ada ion bebas
- Elektron terlokalisasi pada ikatan
- Baik dalam wujud padat, cair, maupun larutan
Pengecualian:
- Grafit (karbon) dapat menghantarkan listrik
4. Wujud Beragam pada Suhu Ruang
- Gas: CHโ, COโ, NHโ
- Cair: HโO, CโHโ OH, CHClโ
- Padat: gula (CโโHโโOโโ), naftalena (CโโHโ)
5. Lunak (jika padat)
- Ikatan antar molekul lemah
- Mudah dihancurkan
- Contoh: lilin, gula
Struktur Lewis
Struktur Lewis adalah diagram yang menunjukkan ikatan antar atom dalam molekul dan pasangan elektron bebas yang ada.
Langkah-langkah Menggambar Struktur Lewis:
1. Hitung total elektron valensi 2. Tentukan atom pusat (biasanya atom kurang elektronegatif, bukan H) 3. Pasangkan atom dengan ikatan tunggal (gunakan 2 elektron per ikatan) 4. Lengkapi oktet atom di luar (mulai dari atom terluar) 5. Letakkan sisa elektron pada atom pusat 6. Jika atom pusat belum oktet, buat ikatan rangkap
Contoh: HโO
- Total elektron valensi: 2(1) + 6 = 8 elektron
- Atom pusat: O
- Pasangkan O dengan 2 H: OโH dan OโH (gunakan 4 elektron)
- Sisa 4 elektron โ 2 PEB pada O
- Struktur:
HโOโH
: :
- O memiliki 2 PEI dan 2 PEB
- Setiap H memiliki 1 PEI
Contoh: COโ
- Total elektron valensi: 4 + 2(6) = 16 elektron
- Atom pusat: C
- Pasangkan C dengan 2 O
- Lengkapi oktet O dan C
- Struktur:
:O::C::O: atau O=C=O
- C memiliki 4 PEI (2 ikatan rangkap)
- Setiap O memiliki 2 PEI dan 2 PEB
Contoh: NHโ
- Total elektron valensi: 5 + 3(1) = 8 elektron
- Atom pusat: N
- Pasangkan N dengan 3 H (gunakan 6 elektron)
- Sisa 2 elektron โ 1 PEB pada N
- Struktur:
HโNโH
|
H
- N memiliki 3 PEI dan 1 PEB
Resonansi
Resonansi terjadi ketika struktur Lewis suatu molekul dapat digambarkan dengan lebih dari satu cara yang setara. Struktur sebenarnya adalah hibrida resonansi dari semua struktur resonansi.
Contoh: Oโ (Ozon)
Struktur resonansi:
O=OโO: ↔ :OโO=O
Struktur sebenarnya adalah rata-rata dari kedua struktur:
- Kedua ikatan OโO memiliki panjang sama
- Panjang ikatan antara ikatan tunggal dan rangkap
- Semua atom O setara
Contoh: COโยฒโป (Ion Karbonat)
Struktur resonansi:
O Oโป Oโป
โ | |
OโปโCโOโป ↔ O=CโOโป ↔ OโปโC=O
Struktur sebenarnya:
- Ketiga ikatan CโO memiliki panjang sama
- Muatan negatif tersebar merata pada 3 atom O
- Stabilitas molekul meningkat karena resonansi
Contoh: Benzena (CโHโ)
Struktur resonansi:
H H
| |
HโC=CโH ↔ HโCโC=H
| | | |
HโCโCโH HโC=CโH
| |
H H
Struktur sebenarnya:
- Cincin dengan ikatan antara tunggal dan rangkap
- Elektron ฯ terdelokalisasi
- Sangat stabil (aromatik)
Ikatan Logam
Pengertian
Ikatan logam adalah ikatan yang terbentuk akibat gaya tarik-menarik antara ion-ion logam positif dengan elektron-elektron valensi yang terdelokalisasi (bebas bergerak) di seluruh kisi kristal logam.
Model “Lautan Elektron”
Logam dapat dibayangkan sebagai:
- Ion positif tersusun teratur dalam kisi kristal
- Elektron valensi bergerak bebas seperti “lautan” mengelilingi ion-ion positif
- Elektron tidak terikat pada atom tertentu (terdelokalisasi)
Visualisasi:
[Mโบ] [Mโบ] [Mโบ] [Mโบ]
eโป eโป eโป eโป
[Mโบ] [Mโบ] [Mโบ] [Mโบ]
eโป eโป eโป eโป
[Mโบ] [Mโบ] [Mโบ] [Mโบ]
Mโบ = ion logam positif eโป = elektron bebas bergerak
Sifat Logam
1. Konduktor Listrik yang Baik
- Elektron bebas dapat bergerak membawa muatan listrik
- Konduktivitas tinggi: Ag > Cu > Au > Al
- Digunakan untuk kabel listrik
2. Konduktor Panas yang Baik
- Elektron bebas dapat mentransfer energi kinetik
- Logam cepat panas dan cepat dingin
- Digunakan untuk alat masak
3. Mengkilap (Luster)
- Elektron bebas dapat menyerap dan memancarkan cahaya
- Permukaan logam memantulkan cahaya
- Memberikan kilau khas logam
4. Dapat Ditempa (Malleable)
- Dapat dibentuk lembaran tanpa patah
- Lapisan ion dapat bergeser tanpa memutuskan ikatan
- Elektron bebas menjaga ikatan tetap kuat
- Contoh: aluminium foil
5. Dapat Direntangkan (Ductile)
- Dapat ditarik menjadi kawat
- Ion dapat bergeser sepanjang elektron bebas
- Contoh: kawat tembaga
6. Titik Leleh dan Titik Didih Bervariasi
- Tergantung kekuatan ikatan logam
- Logam transisi umumnya titik leleh tinggi (W: 3422ยฐC)
- Logam alkali titik leleh rendah (Na: 98ยฐC, Cs: 28ยฐC)
7. Keras dan Kuat (umumnya)
- Ikatan logam kuat
- Dapat menahan beban berat
- Digunakan untuk konstruksi
Pengecualian:
- Logam alkali (Na, K) lunak, dapat dipotong pisau
- Merkuri (Hg) cair pada suhu ruang
Faktor yang Mempengaruhi Kekuatan Ikatan Logam
1. Jumlah Elektron Valensi Semakin banyak elektron valensi, semakin kuat ikatan logam
- Golongan 1 (1 e valensi): ikatan lemah, lunak
- Golongan 2 (2 e valensi): ikatan lebih kuat
- Golongan 13 (3 e valensi): ikatan kuat, keras
2. Ukuran Ion Logam Semakin kecil ion logam, semakin kuat ikatan logam
- Elektron valensi lebih dekat dengan inti
- Gaya tarik lebih kuat
- Li (kecil) > Cs (besar)
3. Muatan Ion Semakin besar muatan ion positif, semakin kuat ikatan
- Mgยฒโบ > Naโบ
- Alยณโบ > Mgยฒโบ
Gaya Antarmolekul
Gaya antarmolekul adalah gaya tarik-menarik yang terjadi antara molekul-molekul. Gaya ini jauh lebih lemah daripada ikatan kimia (intramolekul).
1. Gaya van der Waals
a. Gaya London (Gaya Dispersi)
Definisi: Gaya tarik-menarik antara molekul akibat dipol sesaat (dipol induksi).
Penyebab:
- Elektron bergerak terus-menerus
- Sesekali terjadi distribusi elektron tidak merata
- Terbentuk dipol sesaat
- Dipol sesaat menginduksi dipol pada molekul tetangga
Karakteristik:
- Terjadi pada semua molekul (polar dan nonpolar)
- Paling lemah dari semua gaya antarmolekul
- Meningkat dengan bertambahnya massa molekul dan ukuran molekul
Contoh:
- He, Ne, Ar (gas mulia)
- CHโ, CโHโ (hidrokarbon)
- Semakin besar molekul, titik didih makin tinggi: CHโ (-161ยฐC) < CโHโ (-89ยฐC) < CโHโ (-42ยฐC) < CโHโโ (-0,5ยฐC)
b. Gaya Dipol-Dipol
Definisi: Gaya tarik-menarik antara ujung positif molekul polar dengan ujung negatif molekul polar lainnya.
Syarat:
- Molekul harus polar (memiliki dipol permanen)
- Perbedaan keelektronegatifan cukup besar
Karakteristik:
- Lebih kuat dari gaya London
- Molekul berorientasi: kutub (+) dengan kutub (-)
Contoh:
- HCl: H^ฮดโบโCl^ฮดโป … H^ฮดโบโCl^ฮดโป
- CHโCl, CHโClโ
- Titik didih lebih tinggi dari molekul nonpolar dengan massa sama
c. Ikatan Hidrogen
Definisi: Gaya tarik-menarik antara atom H yang terikat pada atom sangat elektronegatif (F, O, N) dengan pasangan elektron bebas pada atom F, O, atau N di molekul lain.
Syarat:
- Ada atom H terikat pada F, O, atau N
- Ada atom F, O, atau N dengan PEB pada molekul lain
Karakteristik:
- Paling kuat dari gaya antarmolekul
- Sangat mempengaruhi sifat fisik zat
- Menyebabkan titik didih tinggi abnormal
Notasi: AโH…B
- A = F, O, atau N (atom elektronegatif pertama)
- H = hidrogen
- … = ikatan hidrogen (putus-putus)
- B = F, O, atau N (atom elektronegatif kedua dengan PEB)
Contoh Penting:
1. Air (HโO)
HโO^ฮดโป...HโO
| |
H H
- Setiap molekul HโO dapat membentuk 4 ikatan hidrogen
- 2 ikatan melalui atom H
- 2 ikatan melalui PEB pada O
- Menyebabkan titik didih HโO tinggi (100ยฐC)
- Es mengapung di air karena struktur ikatan hidrogen dalam es membuatnya kurang padat
2. Amonia (NHโ)
HโN^ฮดโป...HโN
| |
H H
- Setiap NHโ dapat membentuk ikatan hidrogen
- Titik didih NHโ (-33ยฐC) lebih tinggi dari yang diperkirakan
3. Hidrogen Fluorida (HF)
HโF^ฮดโป...HโF
- Ikatan hidrogen paling kuat (F paling elektronegatif)
- Titik didih HF (19,5ยฐC) sangat tinggi untuk molekul kecil
4. DNA
- Ikatan hidrogen antara basa nitrogen (A-T dan G-C)
- Menjaga struktur double helix DNA
- Dapat diputus dan disambung kembali
5. Protein
- Ikatan hidrogen menstabilkan struktur sekunder (ฮฑ-helix, ฮฒ-sheet)
- Penting untuk fungsi biologis protein
Perbandingan Kekuatan Gaya Antarmolekul:
Ikatan Hidrogen > Dipol-Dipol > Gaya London
Contoh:
- HโO (ikatan hidrogen): titik didih 100ยฐC
- HโS (dipol-dipol): titik didih -60ยฐC
- CHโ (gaya London): titik didih -161ยฐC
Meskipun massa molekul HโS dan CHโ lebih besar dari HโO, titik didihnya lebih rendah karena tidak ada ikatan hidrogen.
Pengaruh Gaya Antarmolekul terhadap Sifat Fisik
1. Titik Didih dan Titik Leleh
- Gaya antarmolekul kuat โ titik didih/leleh tinggi
- Diperlukan energi besar untuk memisahkan molekul
2. Viskositas
- Gaya antarmolekul kuat โ viskositas tinggi
- Cairan lebih kental, mengalir lebih lambat
- Contoh: gliserol (banyak ikatan hidrogen) sangat kental
3. Tegangan Permukaan
- Gaya antarmolekul kuat โ tegangan permukaan tinggi
- Molekul di permukaan tertarik ke dalam
- Contoh: air memiliki tegangan permukaan tinggi (serangga dapat berjalan di atas air)
4. Kelarutan
- “Like dissolves like” (sejenis melarutkan sejenis)
- Polar larut dalam polar
- Nonpolar larut dalam nonpolar
- Contoh: garam (polar) larut dalam air (polar), minyak (nonpolar) tidak larut dalam air
Perbandingan Ikatan Kimia
| Aspek | Ikatan Ion | Ikatan Kovalen | Ikatan Logam |
|---|---|---|---|
| Terjadi antara | Logam dan non-logam | Non-logam dan non-logam | Atom logam |
| Mekanisme | Transfer elektron | Berbagi elektron | Delokalisasi elektron |
| Partikel terbentuk | Ion (kation dan anion) | Molekul | Kation logam + lautan elektron |
| Titik leleh/didih | Tinggi | Rendah-sedang | Bervariasi (umumnya tinggi) |
| Kekerasan | Keras tapi rapuh | Lunak-sedang | Keras (dapat ditempa) |
| Konduktivitas listrik padat | Tidak | Tidak | Ya |
| Konduktivitas listrik lelehan/larutan | Ya | Tidak | Ya |
| Kelarutan dalam air | Umumnya larut | Tergantung polaritas | Tidak larut |
| Contoh | NaCl, MgO, CaFโ | HโO, COโ, CHโ | Fe, Cu, Al, Au |
Energi Ikatan
Definisi
Energi ikatan adalah energi yang diperlukan untuk memutuskan 1 mol ikatan dalam molekul dalam fase gas pada suhu 25ยฐC.
Satuan: kJ/mol
Karakteristik
1. Energi Pemutusan (Endoterm) Memutuskan ikatan memerlukan energi (ฮH positif)
HโH โ 2H ฮH = +436 kJ/mol
2. Energi Pembentukan (Eksoterm) Membentuk ikatan melepaskan energi (ฮH negatif)
2H โ HโH ฮH = -436 kJ/mol
Faktor yang Mempengaruhi Energi Ikatan
1. Jenis Ikatan
- Ikatan rangkap tiga > rangkap dua > tunggal
- Contoh: CโกC (839 kJ/mol) > C=C (611 kJ/mol) > CโC (347 kJ/mol)
2. Ukuran Atom
- Atom kecil โ ikatan lebih kuat
- HโF (565 kJ/mol) > HโCl (431 kJ/mol) > HโBr (366 kJ/mol) > HโI (299 kJ/mol)
3. Polaritas Ikatan
- Ikatan polar umumnya lebih kuat
- Perbedaan keelektronegatifan meningkatkan kekuatan ikatan
Tabel Energi Ikatan (kJ/mol)
| Ikatan | Energi (kJ/mol) | Ikatan | Energi (kJ/mol) |
|---|---|---|---|
| HโH | 436 | CโH | 413 |
| ClโCl | 243 | CโC | 347 |
| O=O | 498 | C=C | 611 |
| NโกN | 945 | CโกC | 839 |
| HโF | 565 | CโO | 358 |
| HโCl | 431 | C=O | 745 |
| HโBr | 366 | CโกO | 1072 |
| HโI | 299 | OโH | 464 |
Perhitungan Perubahan Entalpi Reaksi
Rumus:
ฮH reaksi = ฮฃ Energi ikatan reaktan - ฮฃ Energi ikatan produk
ฮH reaksi = ฮฃ Energi pemutusan - ฮฃ Energi pembentukan
Contoh: Hitung ฮH reaksi: CHโ + 2Oโ โ COโ + 2HโO
Ikatan yang putus (reaktan):
- 4 ร CโH = 4 ร 413 = 1652 kJ
- 2 ร O=O = 2 ร 498 = 996 kJ
- Total = 2648 kJ
Ikatan yang terbentuk (produk):
- 2 ร C=O = 2 ร 745 = 1490 kJ
- 4 ร OโH = 4 ร 464 = 1856 kJ
- Total = 3346 kJ
ฮH reaksi = 2648 – 3346 = -698 kJ
Reaksi eksotermik (melepas energi), sesuai dengan pembakaran metana.
Panjang Ikatan
Definisi
Panjang ikatan adalah jarak antara inti dua atom yang berikatan dalam keadaan keseimbangan.
Satuan: pikometer (pm) atau Angstrom (ร )
- 1 ร = 100 pm = 10โปยนโฐ m
Faktor yang Mempengaruhi Panjang Ikatan
1. Jenis Ikatan Ikatan rangkap lebih pendek dari ikatan tunggal
- CโC: 154 pm
- C=C: 134 pm
- CโกC: 120 pm
Alasan: Lebih banyak elektron antara inti โ tarikan lebih kuat โ jarak lebih pendek
2. Ukuran Atom Atom besar โ ikatan lebih panjang
- HโF: 92 pm
- HโCl: 127 pm
- HโBr: 141 pm
- HโI: 161 pm
3. Hibridisasi
- spยณ: ikatan paling panjang
- spยฒ: ikatan lebih pendek
- sp: ikatan paling pendek
Hubungan Panjang Ikatan dengan Energi Ikatan
Panjang ikatan berbanding terbalik dengan energi ikatan:
- Ikatan pendek โ energi ikatan besar โ ikatan kuat
- Ikatan panjang โ energi ikatan kecil โ ikatan lemah
Contoh:
| Ikatan | Panjang (pm) | Energi (kJ/mol) |
|---|---|---|
| CโC | 154 | 347 |
| C=C | 134 | 611 |
| CโกC | 120 | 839 |
Kepolaran Molekul
Definisi
Molekul polar adalah molekul yang memiliki kutub positif dan kutub negatif akibat distribusi elektron yang tidak merata.
Molekul nonpolar adalah molekul yang tidak memiliki kutub karena distribusi elektron merata.
Faktor yang Menentukan Kepolaran Molekul
1. Kepolaran Ikatan
- Ikatan kovalen polar menghasilkan dipol
- Perbedaan keelektronegatifan menentukan kepolaran ikatan
2. Geometri Molekul
- Bentuk molekul menentukan apakah dipol saling meniadakan atau tidak
- Molekul simetris: dipol saling meniadakan โ nonpolar
- Molekul asimetris: dipol tidak saling meniadakan โ polar
Contoh Molekul Polar dan Nonpolar
Molekul Polar:
1. HโO (Air)
- Ikatan OโH polar
- Bentuk bengkok (tidak simetris)
- Dipol tidak saling meniadakan
- Molekul polar
2. NHโ (Amonia)
- Ikatan NโH polar
- Bentuk piramida trigonal (tidak simetris)
- Dipol tidak saling meniadakan
- Molekul polar
3. HCl
- Ikatan HโCl polar
- Molekul diatomik
- Molekul polar
Molekul Nonpolar:
1. COโ (Karbon Dioksida)
- Ikatan C=O polar
- Bentuk linear simetris: O=C=O
- Dipol berlawanan arah, saling meniadakan
- Molekul nonpolar
2. CClโ (Karbon Tetraklorida)
- Ikatan CโCl polar
- Bentuk tetrahedral simetris
- Dipol saling meniadakan
- Molekul nonpolar
3. CHโ (Metana)
- Ikatan CโH sedikit polar
- Bentuk tetrahedral simetris
- Dipol saling meniadakan
- Molekul nonpolar
4. BFโ (Boron Trifluorida)
- Ikatan BโF polar
- Bentuk planar trigonal simetris
- Dipol saling meniadakan
- Molekul nonpolar
Pengaruh Kepolaran terhadap Sifat
1. Kelarutan
- Polar larut dalam polar (HโO dalam HโO)
- Nonpolar larut dalam nonpolar (minyak dalam bensin)
- Polar tidak larut dalam nonpolar (minyak tidak larut dalam air)
2. Titik Didih
- Molekul polar: titik didih lebih tinggi (gaya dipol-dipol)
- Molekul nonpolar: titik didih lebih rendah (hanya gaya London)
3. Momen Dipol
- Molekul polar memiliki momen dipol (ฮผ โ 0)
- Molekul nonpolar memiliki momen dipol nol (ฮผ = 0)
- Satuan: Debye (D)
Hibridisasi
Definisi
Hibridisasi adalah pencampuran orbital atom untuk membentuk orbital hibrida baru yang setara (sama dalam bentuk dan energi) untuk membentuk ikatan yang lebih kuat.
Jenis-Jenis Hibridisasi
1. Hibridisasi spยณ
Pencampuran: 1 orbital s + 3 orbital p โ 4 orbital spยณ
Geometri: Tetrahedral
Sudut ikatan: 109,5ยฐ
Contoh:
CHโ (Metana)
- C: 2sยฒ 2pยฒ
- Hibridisasi: 1s + 3p โ 4 spยณ
- 4 orbital spยณ membentuk 4 ikatan dengan H
- Bentuk: tetrahedral
HโO (Air)
- O: 2sยฒ 2pโด
- Hibridisasi: spยณ (4 orbital)
- 2 orbital spยณ membentuk ikatan dengan H
- 2 orbital spยณ berisi PEB
- Bentuk: bengkok (104,5ยฐ)
NHโ (Amonia)
- N: 2sยฒ 2pยณ
- Hibridisasi: spยณ
- 3 orbital spยณ membentuk ikatan dengan H
- 1 orbital spยณ berisi PEB
- Bentuk: piramida trigonal (107ยฐ)
2. Hibridisasi spยฒ
Pencampuran: 1 orbital s + 2 orbital p โ 3 orbital spยฒ
Geometri: Planar trigonal
Sudut ikatan: 120ยฐ
Orbital p tersisa: 1 (untuk ikatan ฯ)
Contoh:
CโHโ (Etena)
- Setiap C: hibridisasi spยฒ
- 3 orbital spยฒ membentuk ikatan ฯ
- 1 orbital p membentuk ikatan ฯ
- Ikatan C=C: 1 ikatan ฯ + 1 ikatan ฯ
BFโ (Boron Trifluorida)
- B: hibridisasi spยฒ
- 3 orbital spยฒ membentuk ikatan dengan F
- Bentuk: planar trigonal
3. Hibridisasi sp
Pencampuran: 1 orbital s + 1 orbital p โ 2 orbital sp
Geometri: Linear
Sudut ikatan: 180ยฐ
Orbital p tersisa: 2 (untuk ikatan ฯ)
Contoh:
CโHโ (Etuna/Asetilena)
- Setiap C: hibridisasi sp
- 2 orbital sp membentuk ikatan ฯ
- 2 orbital p membentuk 2 ikatan ฯ
- Ikatan CโกC: 1 ikatan ฯ + 2 ikatan ฯ
- Bentuk: linear
COโ (Karbon Dioksida)
- C: hibridisasi sp
- 2 orbital sp membentuk ikatan ฯ dengan O
- 2 orbital p membentuk 2 ikatan ฯ
- O=C=O: linear
BeFโ (Berilium Fluorida)
- Be: hibridisasi sp
- 2 orbital sp membentuk ikatan dengan F
- Bentuk: linear
Ringkasan Hibridisasi
| Hibridisasi | Orbital Dicampur | Jumlah Orbital Hibrida | Geometri | Sudut Ikatan | Contoh |
|---|---|---|---|---|---|
| spยณ | 1s + 3p | 4 | Tetrahedral | 109,5ยฐ | CHโ, HโO, NHโ |
| spยฒ | 1s + 2p | 3 | Planar trigonal | 120ยฐ | CโHโ, BFโ |
| sp | 1s + 1p | 2 | Linear | 180ยฐ | CโHโ, COโ, BeFโ |
Ikatan Sigma (ฯ) dan Pi (ฯ)
Ikatan Sigma (ฯ):
- Terbentuk dari tumpang tindih orbital secara head-to-head (ujung dengan ujung)
- Elektron terkonsentrasi di antara dua inti atom
- Ikatan kuat
- Dapat berotasi
- Semua ikatan tunggal adalah ikatan ฯ
Ikatan Pi (ฯ):
- Terbentuk dari tumpang tindih orbital p secara side-to-side (sisi dengan sisi)
- Elektron terkonsentrasi di atas dan di bawah sumbu ikatan
- Ikatan lebih lemah dari ฯ
- Tidak dapat berotasi (kaku)
- Hanya ada pada ikatan rangkap
Jenis Ikatan:
- Ikatan tunggal: 1ฯ
- Ikatan rangkap dua: 1ฯ + 1ฯ
- Ikatan rangkap tiga: 1ฯ + 2ฯ
Aplikasi Ikatan Kimia
1. Material dan Teknologi
Ikatan Kovalen:
- Intan: Jaringan kovalen 3D sangat kuat โ material paling keras
- Grafit: Lapisan kovalen dengan ikatan ฯ terdelokalisasi โ pelumas, elektroda
- Graphene: Lembaran tunggal grafit โ material super kuat dan konduktif
- Silikon: Semikonduktor โ chip komputer, panel surya
- Polimer: Rantai panjang kovalen โ plastik, karet, serat sintetik
Ikatan Ion:
- Garam: NaCl โ makanan, industri kimia
- Semen: CaO, Ca(OH)โ โ konstruksi
- Keramik: AlโOโ, SiOโ โ isolator, tahan panas
- Baterai: Liโบ, Znยฒโบ โ penyimpanan energi
Ikatan Logam:
- Baja: Fe + C โ konstruksi, kendaraan
- Paduan: Kuningan (Cu+Zn), Perunggu (Cu+Sn) โ berbagai aplikasi
- Kawat listrik: Cu, Al โ transmisi listrik
- Perhiasan: Au, Ag, Pt โ nilai estetika dan ekonomi
2. Biologi dan Kehidupan
Ikatan Hidrogen:
- DNA: Ikatan hidrogen antara basa nitrogen โ menjaga struktur double helix
- Protein: Ikatan hidrogen โ struktur sekunder dan tersier
- Air: Ikatan hidrogen โ sifat unik (titik didih tinggi, tegangan permukaan, es mengapung)
Ikatan Kovalen:
- Biomolekul: Protein, karbohidrat, lipid, asam nukleat
- Metabolisme: Ikatan PโO dalam ATP โ penyimpanan energi
3. Obat-obatan
Interaksi Obat-Reseptor:
- Ikatan hidrogen, dipol-dipol, gaya London
- Menentukan efektivitas obat
- Desain obat berdasarkan pemahaman ikatan kimia
Kesimpulan
Ikatan kimia adalah konsep fundamental dalam kimia yang menjelaskan bagaimana atom-atom bergabung membentuk senyawa. Pemahaman tentang ikatan kimia memungkinkan kita untuk:
1. Memahami Sifat Materi
- Mengapa beberapa zat keras, yang lain lunak
- Mengapa beberapa menghantarkan listrik, yang lain tidak
- Mengapa beberapa larut dalam air, yang lain tidak
2. Memprediksi Perilaku Kimia
- Reaktivitas unsur dan senyawa
- Jenis senyawa yang dapat terbentuk
- Kondisi reaksi yang diperlukan
3. Merancang Material Baru
- Material dengan sifat spesifik
- Obat-obatan yang efektif
- Teknologi baru (semikonduktor, suprakonduktor, nanomaterial)
Poin-Poin Penting:
โ Ikatan Ion: Transfer elektron, antara logam dan non-logam, menghasilkan ion โ Ikatan Kovalen: Berbagi elektron, antara non-logam, membentuk molekul โ Ikatan Logam: Delokalisasi elektron, antara atom logam, elektron bebas bergerak โ Gaya Antarmolekul: Gaya lemah antara molekul (London, dipol-dipol, ikatan hidrogen) โ Kepolaran: Ditentukan oleh kepolaran ikatan dan geometri molekul โ Hibridisasi: spยณ (tetrahedral), spยฒ (trigonal planar), sp (linear)
Penguasaan konsep ikatan kimia adalah kunci untuk memahami kimia lebih lanjut, termasuk reaksi kimia, kimia organik, biokimia, dan kimia material. Ikatan kimia juga menjelaskan fenomena sehari-hari seperti mengapa es mengapung, mengapa logam menghantarkan listrik, dan mengapa gula larut dalam air.
- Link Resmi GTK 2026 Terbaru dan Cara Mengatasi Error Login - January 17, 2026
- Ikatan Kimia: Gaya yang Menyatukan Atom - January 17, 2026
- 10 Cerpen Libur Sekolah Semester Ganjil 2025/2026, Singkat dan Berkesan - January 17, 2026




Leave a Reply