Jaga mata, jaga masa depan: edukasi katarak untuk masyarakat

Edukasi Pencegahan Katarak: Langkah Sederhana untuk Penglihatan yang Lebih Baik



Katarak masih menjadi salah satu penyebab utama gangguan penglihatan di Indonesia. Meskipun banyak kasus dapat dicegah dengan langkah-langkah sederhana sejak usia produktif, kebanyakan masyarakat masih kurang memahami pentingnya pencegahan dini. Dari situ, mahasiswa D3 Keperawatan Fakultas Vokasi, Universitas Airlangga, khususnya dari Kelompok 1 kelas GR-3B, melaksanakan proyek edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pencegahan katarak. Proyek ini tidak hanya berfungsi sebagai bentuk pengabdian masyarakat, tetapi juga memberikan pengalaman langsung bagi mahasiswa dalam menerapkan ilmu keperawatan secara nyata.

Tema dan Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan edukasi ini mengusung tema “Mata Jernih Sepanjang Usia: Edukasi Komprehensif Pencegahan Katarak”. Acara dilaksanakan pada 11 Oktober 2025 di Balai RT 07, Perumahan Graha Bunder Regency, Desa Kembangan, Gresik. Sasaran utamanya adalah warga usia produktif, karena kelompok ini memiliki peluang terbesar untuk mengubah kebiasaan dan menerapkan pencegahan jangka panjang.

Metode Pelaksanaan yang Edukatif dan Partisipatif

Proyek ini dirancang dengan pendekatan edukatif-partisipatif, yang menekankan interaksi antara pemberi edukasi dan peserta. Tujuannya adalah agar materi tidak hanya diterima secara pasif, tetapi benar-benar dipahami dan dapat dipraktikkan oleh masyarakat. Berikut metode yang digunakan:

  1. Penyuluhan Interaktif

    Mahasiswa menyampaikan materi mengenai pengertian katarak, faktor risiko, tanda dan gejala, serta cara pencegahannya. Penyampaian dilakukan menggunakan bahasa sederhana agar mudah dipahami semua kalangan.

  2. Demonstrasi Simulasi Katarak

    Salah satu bagian paling menarik adalah penggunaan DIY kacamata simulasi katarak seperti pada gambar yang telah tertera. Alat peraga ini dibuat sendiri oleh kelompok, dengan dirancang untuk menunjukkan seperti apa kaburnya penglihatan penderita katarak. Sehingga masyarakat dapat merasakan langsung perbedaan antara penglihatan normal dan penglihatan yang mulai terganggu.

  3. Media Edukasi Visual

    Mahasiswa membuat beberapa media edukasi, antara lain:

  4. Poster berukuran A1 sebagai media visual utama
  5. E-magazine yang diakses melalui QR code
  6. Konten edukatif melalui akun Instagram proyek
Baca Juga  Selamat UT Palembang Jadi Kampus Terbaik se-Indonesia, Juara di Antara 39 UT Daerah

Media ini membantu peserta memahami materi dengan lebih mudah dan memungkinkan mereka mengakses ulang informasi kapan pun dibutuhkan.

  1. Diskusi dan Tanya Jawab

    Setelah materi disampaikan, sesi diskusi dibuka untuk memberi ruang bagi peserta bertanya. Antusiasme warga cukup tinggi, terutama terkait penggunaan kacamata UV, gaya hidup sehat, dan risiko katarak pada penderita diabetes dan hipertensi.

  2. Evaluasi melalui Pre-test dan Post-test

    Untuk menilai efektivitas kegiatan, dilakukan pengisian kuesioner sebelum dan sesudah edukasi. Hasilnya digunakan untuk mengukur peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan katarak.

Persiapan dan Pelaksanaan Kegiatan

Sebelum pelaksanaan, kelompok menyusun berbagai persiapan mulai dari pembuatan media edukasi, koordinasi dengan pengurus RT, hingga penyusunan alat evaluasi. Poster dirancang secara menarik dan informatif, sedangkan e-magazine dibuat untuk memperluas jangkauan edukasi. Kacamata simulasi dibuat melalui beberapa tahap, mulai dari persiapan lensa, pemasangan selotip, penambahan bedak talk untuk menciptakan efek buram, hingga penguncian dengan setting spray.

Selain itu, pembagian tugas panitia dilakukan secara jelas, mulai dari ketua pelaksana, koordinator materi, perlengkapan, hingga publikasi. Struktur ini memastikan kegiatan berjalan sesuai rencana.

Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB dengan registrasi peserta dan pembukaan oleh MC. Untuk mencairkan suasana, peserta diajak melakukan senam mata sederhana yang bertujuan meningkatkan fokus sebelum menerima materi. Setelah itu, dilakukan pre-test, pemaparan materi edukasi, dan demonstrasi kacamata simulasi. Peserta terlihat antusias mencoba alat peraga sambil berdiskusi mengenai pengalaman penglihatan yang terganggu. Setelah sesi tanya jawab dan post-test, acara ditutup pada pukul 11.00 dengan dokumentasi bersama dan pembagian hadiah kecil bagi peserta paling aktif.

Keberhasilan Proyek

Keberhasilan proyek diukur dari beberapa aspek:
* Peningkatan pemahaman, ditunjukkan oleh kenaikan skor post-test

Partisipasi aktif, terlihat dari antusiasme peserta dalam demonstrasi dan diskusi

Kualitas penyampaian materi, dinilai dari kemampuan peserta menjelaskan kembali poin-poin penting

* Efektivitas media edukasi, dilihat dari penggunaan poster dan kacamata simulasi yang sangat membantu visualisasi

Baca Juga  Siswa MAN 1 Madina Juara Dunia di Kompetisi Robotik Malaysia

Dari hasil evaluasi, kegiatan ini dinilai efektif dan memberi dampak positif bagi peserta.

Kesimpulan

Proyek edukasi pencegahan katarak ini membuktikan bahwa langkah promotif dan preventif dapat dilakukan melalui pendekatan yang sederhana, interaktif, dan menyenangkan. Warga Desa Kembangan kini memiliki pemahaman lebih baik mengenai cara menjaga kesehatan mata, mulai dari penggunaan pelindung UV, konsumsi makanan sehat, hingga rutin memeriksakan mata sejak usia 40 tahun.

Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi kesempatan berharga untuk belajar berkomunikasi, bekerja sama, dan berinteraksi langsung dengan masyarakat. Sementara bagi masyarakat, edukasi ini menjadi bekal penting untuk menjaga penglihatan di masa mendatang.

Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan upaya pencegahan penyakit katarak tidak hanya berhenti di tingkat penyuluhan, tetapi menjadi bagian dari gaya hidup sehat masyarakat. Karena mata yang sehat hari ini berarti masa depan yang lebih aman, cerah, dan berkualitas.

Cegah Katarak! Mata Jernih Sepanjang Usia.

unnamed Jaga mata, jaga masa depan: edukasi katarak untuk masyarakat