Skip to content
Iklan

Mengenal Bilirubin Pada Bayi 


​Sering mendengar istilah bilirubin pada bayi yang baru lahir? Apa sebenarnya bilirubin itu? Kaitannya kemana ya dalam tubuh?

Bilirubin merupakan zat sisa yang dihasilkan ketika sel darah merah terurai. Penyakit kuning terjadi akibat adanya penumpukan zat berwarna kuning yang disebut bilirubin di dalam darah dan jaringan tubuh. Pigmen berwarna kuning yang merupakan produk utama dari hasil perombakan heme dari hemoglobin yang terjadi akibat perombakan sel darah merah oleh sel retikuloendotel. Selain sebagai hasil pemecahan eritrosit, juga di hasilkan dari perombakan zat-zat lain. Bilirubin disaring dari darah oleh hati, dan dikeluarkan melalui cairan empedu. Tingkat kelebihan nya dalam darah (hiperbilirubinemia) dapat mengindikasikan kerusakan hati. 

Bayi yang baru lahir memiliki organ di dalam tubuhnya yang belum mencapai titik sempurna. Itulah yang menyebabkan nilai bilirubin tinggi terutama di hari ke empat pasca dilahirkan.
Bilirubin merupakan hasil dari reaksi katabolisme enzimatik biliverdin oleh biliverdin reduktase. Sedangkan reaksi oksidasi bilirubin akan menghasilkan biliverdin. Karena dapat mengikat senyawa oksidatif, bilirubin sering digolongkan kedalam kelompok senyawa antioksidan. Salah satu manfaatnya adalah dapat mencegah dan menghentikan penyakit autoimun seperti sklerosis multiple.

Bilirubin yang dihasilkan oleh sel retikuloendotel bersifat tidak larut dalam air. Sehingga untuk dapat diangkut oleh plasma darah menuju hati, bilirubin harus di ikatkan dengan albumin.
Dalam pemeriksaan, terdapat dua jenis bilirubin yaitu:

1.Bilirubin Indirek / Bilirubin tak terkonjugasi 

Bilirubin indirek disebut juga bilirubin tak terkonjugasi. Disebut bilirubin tak terkonjugasi karena bilirubin ini masih melekat pada albumin dan tidak berada dalam kondisi bebas. Bilirubin jenis ini tidak larut dalam air, karena itu tidak akan di temukan di dalam urin. Nilai normal bilirubin indirek adalah 0,1 – 0,4 g/dt. Peningkatan kadar bilirubin indirek sering dikaitkan dengan peningkatan destruksi eritrosit (hemolisis), seperti pada penyakit hemolitik oleh autoimun, transfusi, atau eritroblastosis fatalis.
2.Bilirubin Direk / Bilirubin terkonjugasi 

Bilirubin Direk adalah bilirubin bebas yang terdapat dalam hati dan tidak lagi berikatan dengan albumin. Bilirubin ini akan dengan mudah berikatan dengan asam glukoronat membentuk bilirubin glukorosida atauhepatobilirubin. Dari hati bilirubin ini masuk kesaluran empedu dan dieksresikan ke usus. DI dalam usus, flora usus akan mengubahnya menjadu urobilirubin untuk kemudian di buang keluar dari tubuh melalui urin dan feses. Bilirubin direk bersifat larut dalam air. Dalam keadaan normal, bilirubin direk ini tidak ditemukan dalam plasma darah. Peningkatan kadar bilirubin direk menunjukkan adanya gangguan pada hati (kerusakan sel hati) atau saluran empedu (batu atau tumor).
Dalam uji laboratorium, bilirubin diperiksa sebagai bilirubin total dan bilirubin direk. Sedangkan bilirubin indirek diperhitungkan dari selisih antara bilirubin total dan bilirubin direk. Metode yang digunakan untuk mengukur bilirubin adalah fotometri atau spektrofotometri yaitu dengan mengukur intensitas warna azobilirubin.

Bagaimana ya penanganannya bila diketahui bayi kita memiliki nilai bilirubin yang tinggi? Bersambung di next artikel ya!

Iklan

2 Comments »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: