Annas Solihin, Lulusan S2 Unesa dengan IPK 4, Kisah Perjuangannya

Kehidupan yang Penuh Perjuangan dan Prestasi

Annas Solihin, seorang lulusan terbaik Magister Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4,00, memiliki kisah perjalanan yang luar biasa. Dari awalnya menghadapi kendala ekonomi hingga berhasil meraih berbagai prestasi akademik, Annas menjadi inspirasi bagi banyak orang.

Perjalanan Akademik yang Menantang

Annas lahir di Sampang, Madura, dan memulai pendidikannya di Unesa. Namun, jalannya tidak selalu mulus. Saat menempuh pendidikan S1, ia menghadapi tantangan finansial yang cukup berat. Alih-alih mengambil cuti, Annas memilih untuk bekerja sebagai pembina pramuka di tiga sekolah sekaligus demi mengumpulkan biaya untuk melanjutkan studi ke jenjang S2.

“Kalau saat itu saya menyerah, mungkin ceritanya akan berbeda,” ujarnya. Ia percaya bahwa kesulitan hanya meminta kita untuk lebih kreatif mencari jalan.

Ketekunan yang Mengubah Nasib

Ketekunan Annas tidak berhenti di sana. Di jenjang pascasarjana, ia mulai melakukan riset tesis sejak semester pertama dan berhasil mendapatkan pendanaan dari DPPM BIMA Kemendiktisaintek. Prestasi terbesarnya adalah ketika artikel ilmiahnya menembus jurnal internasional bereputasi, Scopus Q1, pada Juni 2025.

Meskipun capaian tersebut memberinya hak istimewa untuk lulus tanpa sidang, Annas memilih untuk tetap mengikuti prosedur akademik secara reguler. “Bagi saya, proses akademik bukan hanya soal cepat, tetapi soal tuntas dan pantas,” katanya tegas.

Berbagai Prestasi yang Mengagumkan

Hingga saat ini, Annas telah menerbitkan lebih dari 23 artikel jurnal nasional maupun internasional serta mengantongi 142 Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Di dunia riset pendidikan matematika, namanya cukup diperhitungkan dengan h-index 10 dan total skor Sinta mencapai 88—sebuah pencapaian langka untuk level lulusan magister.

Salah satu inovasi unggulannya adalah pengembangan media pembelajaran berbasis etnopedagogi. Annas mengintegrasikan budaya lokal Madura, seperti konsep Karapan Sapi, ke dalam materi matematika agar lebih relevan dan mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar.

Baca Juga  Emas di Ambang Kekhawatiran: Mengapa Pemuda Rentan Depresi dan Bunuh Diri?

Langkah Selanjutnya dalam Dunia Akademik

Kini, meski ijazah Magisternya baru saja diterima, Annas telah melanjutkan langkah akademiknya ke jenjang yang lebih tinggi melalui program fast track. Ini menunjukkan komitmennya terhadap pengembangan diri dan peningkatan kualitas pendidikan.

Inovasi yang Membawa Perubahan

Pengembangan media pembelajaran etnopedagogi yang dilakukan Annas menjadi contoh bagaimana budaya lokal dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan. Dengan menggunakan konsep Karapan Sapi, ia membantu siswa memahami konsep matematika secara lebih menyenangkan dan relevan dengan lingkungan mereka.

Kesimpulan

Annas Solihin adalah contoh nyata bahwa dengan semangat pantang menyerah dan ketekunan, seseorang dapat meraih prestasi yang luar biasa. Dari awalnya menghadapi kesulitan ekonomi hingga berhasil meraih gelar Magister dengan IPK sempurna, kisahnya menjadi inspirasi bagi banyak orang. Dengan inovasinya dalam pendidikan matematika, Annas membuktikan bahwa budaya lokal bisa menjadi bagian penting dalam proses belajar mengajar.

unnamed Annas Solihin, Lulusan S2 Unesa dengan IPK 4, Kisah Perjuangannya