Ratusan Jemaah Salat Id Padati Sekolah Muhammadiyah di Ambon

AA1Z1zyI Ratusan Jemaah Salat Id Padati Sekolah Muhammadiyah di Ambon

Ribuan jemaah memadati kompleks pendidikan Muhammadiyah untuk melaksanakan Salat Idul Fitri 1447 H di kawasan Wara, Kota Ambon, Jumat (20/3).

Pantauan dilakukan di lokasi menunjukkan bahwa sejak pukul 06.30 WIT, arus jemaah mulai membanjiri area salat. Lapangan SMP Muhammadiyah tampak sangat padat dengan banyak jemaah yang hadir. Bahkan, kepadatan ini tidak hanya terjadi di lapangan, tetapi juga menyebar hingga ke ruang-ruang kelas di lantai satu dan dua yang turut difungsikan sebagai tempat ibadah. Ruang tersebut digunakan oleh jemaah laki-laki dan perempuan secara terpisah.

Selain itu, kepadatan juga terlihat di ruas jalan menuju STAIN Ambon. Jemaah terus berdatangan, sehingga akses menuju lokasi salat juga dipenuhi oleh warga yang datang. Pelaksanaan Salat Id berlangsung dengan khidmat. Sesepuh Muhammadiyah Maluku, Djalaluddin Salampessy, yang bertindak sebagai khatib, menyampaikan pesan penting tentang menjaga toleransi di tengah keberagaman.

Dalam khotbahnya, Djalaluddin mengingatkan agar perbedaan tidak dijadikan pemicu konflik. Ia menekankan bahwa perbedaan jangan dibesar-besarkan hingga merusak tali silaturahmi.

AA1Z1cyI Ratusan Jemaah Salat Id Padati Sekolah Muhammadiyah di Ambon

Ia juga menyoroti kondisi di sejumlah wilayah di Maluku yang masih kerap dilanda pertikaian antar kampung, negeri, maupun desa. Menurutnya, konflik tersebut berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat. Tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga menyulitkan pedagang mencari nafkah akibat pemblokiran jalan.

“Pertikaian hanya mempersempit ruang gerak masyarakat dan merugikan semua pihak,” ujar Djalaluddin.

Ia mengajak masyarakat menjadikan Ramadan sebagai momentum untuk memperbaiki diri. Tidak hanya menahan hawa nafsu, tetapi juga mengendalikan emosi serta menjaga persatuan.

“Ramadan mengajarkan kita untuk mengendalikan diri, bukan justru terjebak dalam konflik,” tambahnya.

Adapun kegiatan Salat Id berakhir sekitar pukul 08.07 WIT. Usai pelaksanaan, jemaah tampak saling bersalaman dan bersilaturahmi, mempererat kebersamaan di hari kemenangan.

Baca Juga  Dokter-dokter resident LAUTECH menghentikan pemogokan

Kondisi Lokasi Salat Idul Fitri

Berikut beberapa hal yang teramati selama pelaksanaan Salat Idul Fitri:

Kepadatan jemaah*

– Jemaah memadati lapangan dan ruang kelas sebagai tempat ibadah.

– Arus lalu lintas di sekitar lokasi salat terganggu karena banyaknya pengunjung.

  • Peran khatib dalam khotbah
  • Djalaluddin Salampessy menyampaikan pesan penting tentang toleransi dan harmoni.
  • Ia menekankan bahwa perbedaan harus dihargai dan bukan menjadi sumber konflik.

  • Dampak konflik antar komunitas

  • Wilayah-wilayah tertentu di Maluku masih sering terjadi perselisihan antar kampung atau desa.
  • Konflik tersebut menyebabkan gangguan terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat.

  • Momen Ramadan sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri

  • Ramadan bukan hanya tentang puasa, tetapi juga menjadi waktu untuk introspeksi diri.
  • Masyarakat diajak untuk menjaga emosi dan menjaga persatuan.

Pentingnya Silaturahmi di Hari Raya

Setelah salat usai, jemaah terlihat saling bersalaman dan berbagi kehangatan. Ini menjadi momen penting untuk memperkuat ikatan kekeluargaan dan persaudaraan.

Hari raya Idul Fitri adalah momen untuk membersihkan diri dari dosa dan memperkuat hubungan antar sesama. Dengan demikian, masyarakat diharapkan dapat menjaga perdamaian dan harmoni di tengah keberagaman.

unnamed Ratusan Jemaah Salat Id Padati Sekolah Muhammadiyah di Ambon