Cegah Komplikasi Kehamilan, Mahasiswa UMM Ciptakan Aplikasi NEOSENTIA

Inovasi Teknologi untuk Kesehatan Ibu Hamil

Sebuah inovasi teknologi yang menarik perhatian dunia kini hadir dari mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Mereka menciptakan aplikasi bernama NEOSENTIA: Real Time Maternal Risk Detection and Prevention through Multilingual AI Guardian Driven System. Aplikasi ini dirancang sebagai pendamping ibu hamil berbasis artificial intelligence (AI) yang terhubung langsung dengan tenaga kesehatan serta menggunakan pendekatan data ilmiah.

Sistem Deteksi Risiko Maternal Berbasis AI

Ketua tim UMM, Vera Miftakul Rahma Kamal, menjelaskan bahwa NEOSENTIA merupakan sistem deteksi risiko maternal berbasis AI yang bersifat non-invasif dan dirancang untuk mendukung pemantauan mandiri selama masa kehamilan secara proaktif. Platform ini mengintegrasikan data perangkat wearable, laporan gejala dari pengguna, serta rekam medis elektronik sehingga mampu melakukan analisis risiko secara berkelanjutan.

Melalui sistem tersebut, potensi komplikasi kehamilan dapat terdeteksi lebih dini, sehingga tenaga kesehatan dapat memberikan intervensi secara tepat waktu. Desain multibahasa yang diusung juga memperluas akses penggunaan di berbagai wilayah dan latar belakang pengguna. Selain itu, sistem berbasis website memungkinkan tenaga medis memantau kondisi pasien secara terintegrasi dan real time.

Pentingnya Peningkatan Kualitas Kesehatan Ibu dan Anak

Inovasi ini dinilai relevan dengan upaya peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak, terutama dalam menekan risiko komplikasi kehamilan melalui pendekatan teknologi preventif. Bagi Rahma, pengalaman tampil di forum internasional memberikan pembelajaran penting tentang makna kompetisi yang sesungguhnya.

“Kami belajar bahwa kompetisi bukan sekadar soal gengsi atau kemenangan, tetapi tentang keberanian keluar dari zona nyaman, bertukar perspektif dengan mahasiswa dunia, dan terus berkembang,” katanya.

Dukungan dari Dosen Pembimbing

Dosen pembimbing, Desy Andari, menilai capaian tersebut menjadi bukti kesiapan mahasiswa UMM bersaing secara global sekaligus menunjukkan kualitas ekosistem akademik yang mendukung lahirnya inovasi berdampak. Dia berharap inovasi NEOSENTIA dapat terus dikembangkan menuju tahap implementasi nyata di layanan kesehatan serta dipublikasikan dalam jurnal ilmiah internasional.

Baca Juga  Jadwal Resmi Pencairan Tunjangan Profesi Guru Triwulan ke-4, Senin 13 Oktober 2025

Prestasi di Kompetisi Internasional

Karya tersebut berhasil meraih medali perak kategori kesehatan pada ajang 2nd International Student Competition (ISC) 2026 yang diselenggarakan di Universiti Putra Malaysia (UPM), Kuala Lumpur, Malaysia. Kompetisi ilmiah internasional yang digelar oleh Centre for Entrepreneurial Development and Graduate Marketability (CEM) UPM pada 14–15 Februari 2026 ini menjadi wadah kolaborasi riset dan inovasi kewirausahaan mahasiswa dari berbagai negara.

Sebanyak 100 tim finalis dari delapan negara berhasil melaju ke babak akhir, yakni Indonesia, Malaysia, Kazakhstan, Nigeria, Suriah, Brunei Darussalam, Somalia, dan Thailand. “Kompetisi tersebut melalui proses seleksi yang ketat. International Student Competition atau ISC merupakan kompetisi ilmiah internasional yang dimulai dari seleksi abstrak, dilanjutkan pengiriman paper lengkap, hingga presentasi final secara langsung di hadapan dewan juri,” ujar Rahma.

Tim yang Terlibat dalam Proyek Ini

Tim UMM terdiri atas empat mahasiswa lintas disiplin ilmu, yakni Vera Miftakul Rahma Kamali (Kedokteran), Wildan Hidayatullah (Farmasi), Hawa Restu Dwinanta (Pendidikan Bahasa Inggris), serta Khoirul Umar (Ilmu Komunikasi). Kolaborasi multidisipliner tersebut menjadi kekuatan utama dalam menghadirkan inovasi yang tidak hanya kuat secara konsep ilmiah, tetapi juga matang dari sisi komunikasi, implementasi, hingga keberlanjutan.

unnamed Cegah Komplikasi Kehamilan, Mahasiswa UMM Ciptakan Aplikasi NEOSENTIA