Ramadan 1447 Hijriah, Madrasah di Banjar Kembali Belajar Langsung Selama Dua Minggu
Kebijakan Pembelajaran Selama Ramadan di Kabupaten Banjar
Di tengah perayaan bulan suci Ramadan, kebijakan pembelajaran di lingkungan madrasah di Kabupaten Banjar menunjukkan pola yang berbeda dibandingkan sebagian sekolah umum. Sementara beberapa satuan pendidikan lebih memilih menerapkan penugasan mandiri dengan sistem pendidikan jarak jauh, madrasah tetap menjalankan pembelajaran tatap muka selama sekitar dua pekan di bulan Ramadan.
Kebijakan ini diatur oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjar bagi seluruh jenjang MI (Madrasah Ibtidaiyah), MTs (Madrasah Tsanawiyah), dan MA (Madrasah Aliyah) negeri maupun swasta di daerah tersebut. Hal ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Bersama antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Agama Republik Indonesia.
Penyesuaian Pembelajaran Sesuai Momentum Ramadan
M. Yusuf, Kasi Pendidikan Madrasah, menjelaskan bahwa pengaturan kegiatan belajar selama Ramadan 1447 Hijriah merujuk pada edaran bersama tiga kementerian, yaitu Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Agama, serta Kementerian Dalam Negeri. Tujuannya adalah untuk memastikan pelaksanaan pembelajaran tetap berjalan dengan penyesuaian kegiatan keagamaan dan pembentukan karakter peserta didik.
“Pada prinsipnya kegiatan pembelajaran tetap berjalan, namun disesuaikan dengan momentum Ramadan untuk meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan pembentukan karakter peserta didik,” ujarnya di Martapura.
Rincian Jadwal Pembelajaran
Selama bulan Ramadan, madrasah di Kabupaten Banjar melakukan beberapa tahapan dalam menjalankan kegiatan pembelajaran. Pada tanggal 18–21 Februari 2026, siswa melaksanakan pembelajaran mandiri di lingkungan keluarga, tempat ibadah, maupun masyarakat sesuai penugasan dari madrasah. Setelah itu, mulai 23 Februari hingga 14 Maret 2026, kegiatan belajar kembali dilaksanakan di madrasah secara tatap muka dengan penekanan pada penguatan aktivitas keagamaan.
Selama periode tersebut, madrasah dianjurkan mengisi kegiatan dengan berbagai program seperti:
- Tadarus Al-Qur’an
- Pesantren kilat
- Kajian keislaman
- Kegiatan sosial keagamaan yang mendorong pembentukan akhlak mulia
Manfaat Momentum Ramadan
Momentum Ramadan menjadi kesempatan bagi madrasah untuk menanamkan nilai kepemimpinan, kepedulian sosial, serta pembiasaan ibadah kepada peserta didik. Hal ini tidak hanya membantu meningkatkan pemahaman agama, tetapi juga memperkuat sikap dan perilaku siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Di Kabupaten Banjar sendiri tercatat ada 234 madrasah, terdiri dari 34 madrasah negeri dan 200 madrasah swasta yang mengikuti ketentuan tersebut. Dengan adanya kebijakan ini, diharapkan para siswa dapat memaksimalkan waktu Ramadan untuk berkembang secara akademis maupun spiritual.
- Ramadan 1447 Hijriah, Madrasah di Banjar Kembali Belajar Langsung Selama Dua Minggu - March 14, 2026
- Apotek independen, pasien meminta regulasi terhadap manajer manfaat apotek - March 14, 2026
- Dua Siswi SMAN 1 Kota Kupang Siap Bersaing di Semifinal Cerdas Cermat Bali Nusra Education Fair 2026 - March 14, 2026




Leave a Reply