Nita Septiani: Pesilat Kuningan yang Hafal Al-Qur’an dalam 25 Hari
Kehidupan Nita Septiani: Perpaduan Antara Olahraga dan Spiritualitas
Nita Septiani, seorang remaja putri dari Dusun Puhun, Desa Kramatmulya, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan, kini menjadi inspirasi bagi banyak orang. Di usianya yang masih muda, ia telah membuktikan bahwa prestasi olahraga dan kedalaman spiritual bisa berjalan bersama secara harmonis. Keberhasilannya dalam berbagai cabang olahraga serta kegemarannya terhadap dunia literasi dan penghafalan Al-Qur’an menunjukkan bahwa ia adalah contoh nyata dari keseimbangan hidup yang ideal.
Nita lahir pada tanggal 15 September 2012 dan tumbuh dalam lingkungan penuh kasih dari kedua orangtuanya, Ayahnda Ujang Romdon dan Ibunda Sujiyati. Sebagai seorang gadis berzodiak Virgo, dirinya dikenal memiliki karakter yang teliti dan disiplin tinggi. Sifat inilah yang kemudian menjadikannya berbeda dengan anak-anak seusianya di SMPN 1 Jalaksana.
Bagi Nita, waktu adalah aset yang sangat berharga. Kegemarannya membaca buku memberinya wawasan luas sejak dini. Namun, ketertarikannya pada dunia literasi tidak membuatnya menjadi anak yang pasif melainkan justru memilih jalur yang menantang dengan terjun ke dunia seni bela diri pencak silat. Pilihan ini bukan tanpa alasan karena dirinya ingin menjadi pribadi yang tangguh dan mandiri.
Dunia persilatan menjadi panggung utama baginya untuk menempa mentalitas juara. Ia sangat mengagumi tokoh silat nasional seperti Puspa Arumsari dan Mailya Ikrima. Gerakan lincah dan ketegasan sang idola selalu menjadi inspirasi dalam setiap latihan berat yang dijalaninya. Dirinya ingin menunjukkan, perempuan juga bisa berdiri tegak dan berprestasi di atas matras pertandingan.
Hasil dari kerja keras tersebut nampak di tahun 2026. Ia berhasil meraih Juara 1 Pra-Remaja Putri Kategori Seni Tunggal Tangan Kosong pada ajang Kejurnas Pencak Silat Indramayu Championship. Kemenangannya merupakan pencapaian luar biasa yang mengukuhkan namanya sebagai atlet potensial sebab dirinya mampu menggerakkan tubuh dengan presisi tinggi serta memadukan kekuatan otot dan estetika gerak yang memukau para juri.
Sebenarnya, prestasi Nita sudah terlihat sejak masih usia dini. Ia tercatat pernah meraih Juara 1 pada ajang Pencak Silat Cirebon Competition Challenge. Tak hanya itu, juga sukses membawa pulang gelar Juara 1 di event Jawara 2 kelas D putri. Di kategori tanding, dirinya pun tak kalah garang karena pernah meraih posisi juara kedua di ajang Karuhun Padjadjaran 1 dan Silat Kuningan Championship 3.
Namun, di balik kegarangannya di gelanggang, Nita memiliki sisi lain yang sangat menyejukkan. Ia adalah seorang penghafal Al-Qur’an atau hafizah. Salah satu pencapaian yang paling mencengangkan adalah kemampuannya menyelesaikan hafalan Juz 30 hanya dalam waktu 25 hari. Sebuah rekor yang sulit dipercaya namun nyata adanya. Kecepatan menghafal ini menunjukkan tingkat fokus dan kecerdasan luar biasa yang dimilikinya.
Berkat ketekunannya, Nita akhirnya resmi menjadi bagian dari anggota wisuda tahfidz untuk Juz 30 dan Juz 29. Keberhasilan tersebut menjadi kado terindah bagi kedua orangtuanya. Ia membuktikan, menghafal ayat suci tidak menghalangi aktivitas fisiknya yang padat sebagai atlet. Sebaliknya, spiritualitas justru menjadi energi tambahan saat merasa lelah berlatih silat.
Di bidang akademik sekolah, Nita tetap bersinar. Ia pernah meraih Juara 3 dalam lomba cerdas cermat agama. Hebatnya lagi, semua kesibukan itu dijalaninya dengan hati yang riang. Pada tahun 2024, bahkan dinobatkan sebagai peserta terceria. Gelar ini membuktikan, dirinya tidak merasa tertekan oleh tumpukan target prestasi, melainkan menjalaninya dengan penuh kebahagiaan.
Keseimbangan hidup yang dimilikinya, tidak lepas dari filosofi yang dipegang teguhnya. Ia selalu berpesan pada dirinya sendiri untuk tidak pernah takut pada kegagalan karena bagian dari proses belajar yang harus dinikmati. Kegagalan bukan merupakan garis akhir, melainkan anak tangga menuju keberhasilan yang lebih tinggi di masa depan.
“Cita-cita saya ingin mengabdikan diri menjadi seorang guru sehingga bisa berbagi ilmu, disiplin dan semangat pantang menyerah kepada generasi berikutnya. Saya percaya, pendidikan adalah kunci untuk membangun karakter bangsa yang lebih kuat dan bermartabat,” tutur Nita Septiani.
- Nita Septiani: Pesilat Kuningan yang Hafal Al-Qur’an dalam 25 Hari - February 22, 2026
- Sembilan SMK Kalbar Jadi BLUD, Target Penuh 2026 - February 22, 2026
- Vita Hearing Care Menawarkan Dukungan Pendengaran untuk Pasien di Kabupaten Racine - February 22, 2026




Leave a Reply